04/06/2026
Dalam praktiknya, kami sering kali kesulitan mendapat informasi yang transparan. Entah mengapa, detail proses ini terkadang ditutupi seakan menjadi hal yang tabu. Minimnya informasi ini memicu reaksi berantai—roastery menjadi ragu untuk membuka datanya, dan pada akhirnya, peminum pun dibiarkan dalam ketidaktahuan.
Jika ini terus dibiarkan dan customer terlanjur menyukai sebuah profil rasa tanpa tahu asal-usulnya, kita akan menghadapi masalah yang lebih besar. Esensi dan makna dari karakter kopi yang lahir dari perawatan kebun yang baik, ekosistem yang dijaga ketat, hingga pasca-panen yang terkontrol secara natural perlahan akan memudar dan kehilangan panggungnya.
Kami tidak mengatakan bahwa semuanya harus selalu dijelaskan secara rumit dan teknis. Namun setidaknya, peminum berhak tahu apa yang ada di dalam cangkir mereka. Mereka berhak sadar penuh atas keputusan yang mereka buat saat membeli kopi.
Secara karakter, infused coffee sering kali memiliki aroma khas yang lugas; seketika kita akan langsung menyadari kehadiran bahan tambahannya. Sementara itu, co-fermentation (di mana buah atau bahan lain dilibatkan pada tahap fermentasi) sering kali menciptakan karakter rasa baru yang bold, namun terkadang justru tidak mencerminkan bahan tambahan yang dipakai sama sekali.
Lalu, di mana arah kompas kami?
Jika dihadapkan pada pilihan, kami lebih prefer menyajikan kopi infused dibandingkan co-ferment. Alasannya sangat sederhana: lebih jelas dan pasti. Tidak ada bias, dan apa yang kamu cium serta kecap adalah bentuk kejujuran dari prosesnya.