28/11/2025
Keseharian saya dimulai bukan dari bunyi mesin, tapi dari suara alam. Embun masih menempel di daun kopi ketika saya membuka pintu rumah dan melihat kabut yang turun menyentuh tanah. Di desa, pagi selalu datang dengan tenang—dan itu membuat setiap hari terasa lebih nyaman.
Sebelum menyalakan mesin, saya biasanya mengecek pesan dari petani, memastikan cuaca, dan kadang mampir sebentar ke kebun untuk melihat kondisi tanaman. Para petani bukan sekadar pemasok, bagi saya—mereka adalah bagian dari cerita yang saya bawa ke setiap batch.
Green bean yang saya pegang hari itu mungkin bukan yang paling premium, bukan yang paling mahal, tapi selalu punya cerita. Saya menyentuhnya, merasakan kepadatan dan kelembapannya, lalu mulai membayangkan rasa apa yang ingin saya keluarkan hari itu.
Ketika burner menyala, Gonaku mulai hidup. Mesin 1 kg saya bekerja dengan ritme pelan—sepelan suasana desa itu sendiri. Saya mencium setiap perubahan aroma, mencatat development time, dan tetap tenang meski stok saya sedikit. Saya tahu bahwa kualitas bukan diukur dari banyaknya biji yang saya punya, tetapi dari keseriusan saya memperlakukannya.
Siang hari biasanya saya habiskan untuk cupping. Entah sendirian atau bersama teman-teman dekat yang kadang mampir. Sambil menyeruput, saya menyusun rencana kecil: batch mana untuk stok, mana yang bisa saya jadikan promosi, mana yang perlu saya perbaiki. Saya tidak punya tim besar, tapi saya punya intuisi, pengalaman, dan rasa ingin tahu yang selalu tumbuh.
Sore hari, saya packing dengan rapi. Stok saya mungkin sedikit, tapi setiap pack adalah sesuatu yang saya banggakan. Setiap kemasan membawa nama, perjalanan, usaha saya.
Ketika malam datang dan desa mulai sunyi, saya menutup hari sambil melihat ulang catatan roasting. Lalu saya menuliskan satu hal kecil yang ingin saya perbaiki besok. Tidak perlu banyak—cukup satu langkah kecil setiap hari.
Karena keseharian saya sebagai seorang roaster bukan tentang mengejar angka, tapi tentang merawat dan menjadi jembatan dalam perjalanan rasa dari hulu ke hilir.
Tentang menjadi saksi setiap cerita yang lahir dari biji.
Tentang percaya bahwa dari tempat yang sederhana, kopi yang bermakna tetap bisa lahir