20/08/2026
๐ง๐๐ ๐๐ข๐๐๐๐ก ๐๐๐ ๐ข๐ ๐๐ฅ๐ ๐ โ ๐๐จ๐ถ๐ฏ๐จ ๐๐ข๐ช ๐๐ณ๐ต ๐๐ฐ๐ญ๐ญ๐ฆ๐ค๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ (2026) adalah buku menyeluruh perjalanan ๐ผ๐๐ช๐ฃ๐ ๐๐๐ ๐๐ช๐จ๐๐ช๐ข ๐ค๐ ๐ผ๐ง๐ฉ (ARMA) di Ubud. Menandai dinamika tiga dekade sejak dirayakan keberadaannya pada 9 Juni 1996. Berukuran 21,5 ร 33 cm, sekitar 400 halaman penuh warna, ditulis oleh Jean Couteau dan Warih Wisatsana, dengan pengarah Putu Suasta.
Buku ini merangkum visi-misi ๐๐ฅ๐ ๐ yang berakar pada filosofi keharmonian Bali- Tri Hita Karana. Menegaskan peran sebagai institusi lintas bangsa yang menghidupkan dialog budaya, penciptaan, pendidikan, dan pertemuan kreatif Timur-Barat. Pendiri Anak Agung Gde Rai bersama Anak Agung Rai Suartini, mempersembahkan institusi
sohor ini sebagai ๐๐ก๐ค๐๐๐ก ๐๐๐ข๐ฅ๐ก๐ ๐ค๐ ๐ผ๐ง๐ฉ; terdepankan sebagai ๐ก๐๐ซ๐๐ฃ๐ ๐ข๐ช๐จ๐๐ช๐ข, museum hidup.
Buku mencatat koleksi karya seni mencakup lukisan Kamasan klasik, Batuan 1930โ1940-an, Raden Saleh , hingga maestro seperti Lempad, Ida Bagus Made, Sobrat, Deblog, juga seniman dunia seperti Walter Spies, Rudolf Bonnet, Hofker, termasuk perupa modern-kontemporer terpilih semisal S Sudjojono, Affandi, Hendra Gunawan, Srihadi Soedarsono, Djirna, Kun Adnyana, Wirantawan, dll.
Tokoh dunia pernah berkunjung ke ARMA, di antaranya Presiden Amerika Serikat Barack Obama , bersama istrinya Michelle Obama, juga peraih Nobel Perdamaian Desmond Tutu. Presiden Republik Indonesia, antara lain Abdurrahman Wahid , Susilo Bambang Yudhoyono, dan Megawati Soekarnoputri, dsb.
Buku ini dimaknai sambutan ๐๐๐ง๐ญ๐๐ซ๐ข ๐๐๐๐ฎ๐๐๐ฒ๐๐๐ง ๐๐ Prof. (Hon.) Dr. Fadli Zon, M.Sc., serta Mohamad Oemar, ๐๐ฎ๐ญ๐ ๐๐๐ฌ๐๐ซ ๐๐ untuk Prancis, Andorra, Monaco, dan Delegasi Tetap RI untuk
UNESCO. Menghadirkan kesaksian tentang bagaimana seni dan kebudayaan dapat rekah tumbuh mewarnai dunia.
๐๐ผ๐๐ฒ๐ฟ: Barong Landung, Pelindung Desa (104 x 66 cm, Oil of Canvas)
Karya I Gusti Nyoman Nodia (1950), Tanah Lot, Bali