KOPI IJO WARIS Tulungagung

KOPI IJO WARIS Tulungagung Kopi Ijo Waris Tulungagung memiliki sensasi yang khas dan luar biasa bagi pecinta Kopi. Saatnya meni

07/04/2018

RAHASIA MENYEDUH Kopi Ijo Waris Tulungagung

Bagi Anda yang penasaran dengan cara menyeduh kopi ijo yang paling enak, berikut kami bocorkan salah satu cara paling sederhana namun menghasilkan sensasi rasa kopi ijo yang luar biasa.

1.Masak air hingga suhu 89-90 derajat Celcius. Jika tak punya termometer, masak air sampai mendidih dan biarkan kurang lebih 1,5-2 menit.
2. Siapkan kopi yang akan kita
seduh. Rasionya adalah 1:15 atau sekitar 13-14 gram untuk 200 ml air. Tak punya timbangan? Gampang. Kira-kira dua sendok teh untuk satu cangkir air.
3. Tuangkan air ke kopi ijo. Biarkan 30 detik.
4. Masukkan seluruh air. Biarkan selama 4 menit.
5. Kopi ijo tubruk siap dihidangkan 🙂

Ingin merasakan sensasi kopi ijo Waris Tulungagung yang asli dan melegenda? Hubungi no WA kami di 081234450101. Siap mengirim ke segenap penjuru Nusantara dan mancanegara

23/03/2018

FAKTADAN MITOS SEPUTAR MINUM KOPI

Anda s**a minum kopi? Tapi, tahukah anda jika kopi memiliki mitos dan fakta menarik yang harus anda tahu? Apabila anda memang mengaku sebagai penggemar kopi maka lebih baik jika anda tak melewatkan info mengenai kopi yang satu ini. Kopi memiliki daya pikat yang luar biasa namun keberadaannya terkadang bisa merugikan kita yang mengkonsumsi dalam jumlah yang sangat banyak. Untuk itu mengkonsumsi kopi hendaknya jangan terlalu sering agar anda dapat menghindari pengaruh buruk yang bisa muncul.

Berikut adalah mitos dan fakta yang kami kutip dari berbagai sumber.

Mitos : Ada yang mengatakan bahwa mengkonsumsi kopi dapat menyebabkan sakit kepala.

Fakta : Jika anda menyukai kopi maka anda jangan khawatir mengenai mitos yang anda dengar tadi. Hal ini karena faktanya mengkonsumsi kopi tidak akan menyebabkan sakit kepala. Bahkan konsumsi kopi dapat meringankan derita sakit kepala. Untuk sakit kepala sebelah( migrain ) ringan maka anda bisa menyembuhkannya dengan mengkonsumsi secangkir kopi hangat.

Mitos : Anak-anak di larang mengkonsumsi kopi karena dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif.

Fakta : Apabila anda mengkontrol konsumsi kafein pada anak anda maka tidak akan menyebabkan anak menjadi hiperaktif. Konsumsi kafein pada ukuran normal 40-200mg akan dapat bermanfaat anak-anak tersebut. Manfaat yang akan di dapat antara lain yaitu tambahan energi yang akan berpengaruh pada anak yang tidak mudah cepat lelah dan meningkatkan konsentrasi sehingga mempermudah anak menjawab pertanyaan.

Mitos : Mengkonsumsi kopi bagi ibu hamil akan dapat berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan janin pada ibu hamil.

Fakta : Konsumsi kafein 7,5 cangkir kopi perhari atau sekitar 600 mg memang bisa menunda kehamilan selama setahun. Namun jika anda pada kondisi hamil dan hanya mengkonsumsi kopi tiga cangkir atau 300 mg dalam sehari tidak akan berpengaruh pada janin. Tapi anda harus tetep berkonsultasi kepada dokter karena konsumsi 300mg tidak akan berpengaruh pada janin apabila kondisi janin normal.

Ingin merasakan sensasi kopi ijo Tulungagung yang melegenda? Dapatkan produk yang berkualitas dan asli hanya disini. Hubungi 081234450101

KALIMANTAN PUNYA KOPI KHAS?Indonesia adalah negeri yang terkenal dengan keberagaman kopinya. Hampir setiap daerah di Tan...
03/02/2018

KALIMANTAN PUNYA KOPI KHAS?

Indonesia adalah negeri yang terkenal dengan keberagaman kopinya. Hampir setiap daerah di Tanah Air memiliki kopi dengan daya tarik tersendiri. Jangan mengaku sebagai penikmat kopi kalau kita belum mengenal jenis-jenis kopi dari Indonesia.
Populasi tanaman kopi terbesar di Indonesia dalah dari jenis Arabica. Ada 6 jenis kopi arabica Indonesia diantaranya: Gayo di Aceh, Mandheling di Sumatera Utara, Java di Jawa (terutama Jawa Timur), Kintamani di Bali, Toraja di Sulawesi dan jenis baru Mangkuraja dari Bengkulu. Toraja sendiri sering juga disebut dengan Kalosi Toraja, Mandheling kadang ditulis dengan Mandailing. Ada juga orang yang menggolongkan Gayo dan Mandheling menjadi satu yaitu Sumatra Coffee, seperti penggolongan yang dilakukan oleh Starbucks.
Jenis kopi berikutnya adalah kopi Robusta. Tanaman kopi robusta di Indonesia kebanyakan merupakan peninggalan jaman penjajahan Belanda. Robusta di Indonesia banyak ditanam di Sumatera bagian selatan, termasuk Lampung dan sekitarnya, dan juga di Jawa. Indonesia cukup banyak menghasilkan kopi ini dan salah satu pemasok penting dunia.
Bagaimana dengan Kalimantan? Yang ini memang jarang sekali didengar, apalagi dilihat. Bagi anda yang sedang atau sudah pernah melakukan perjalanan ke Kalimantan, anda tentang bertanya dengan beberapa orang yang anda temui disana berkaitan dengan kopi khas Kalimantan.
Namun, mungkin anda akan sedikit mengalami kesulitan untuk mengumpulkan informasi tentang hal tersebut. Bagi sebagian besar masyarakat, mereka mungkin menganggap bahwa Kalimantan memang tidak mempunyai kopi lokal.
Tetapi, jika anda sedang berada di hutan Taneg Olen yang terletak di Kabupaten Malinau, disana anda akan menemukan penduduk lokal dari suku Dayak Kenyah yang akan menghidangkan kopi. Ciri kopinya adalah buahnya yang besar seukuran jempol kaki dewasa dan kulitnya sangat tebal. Kopi ini masuk varietas Liberica. Pohon kopi liberica ini bisa mencapai ketinggian 30 m, dan biji kopi liberica merupakan biji kopi dengan ukuran terbesar di dunia.
Konon kopi liberica merupakan “best of the best” dari segala kopi di dunia ini. Sayangnya kopi liberica ini sangat kecil volume yang diperdagangkan di dunia. Ajaibnya, kopi liberica ini tanamannya termasuk tanaman hutan dan banyak terdapat di pedalaman Kalimantan sana, dan sudah berabad lamanya menjadi minuman tradisional suku Dayak. kalau dirasakan, kopi ini ada cita rasa sayurnya, seperti kacang panjang mentah. Penasaran kan?
Artikel ini dipersembahkan spesial kepada Mas Arif di Kabupaten Landak Kalbar dan Mas Koko di Banjarmasin Kalsel yang mempopulerkan Kopi Ijo Waris Tulungagung di tempat mereka berdomisili sekarang, semoga lancar bisnis kopinya.
Ingin mendapatkan kopi ijo waris yang asli? Hubungi kami di 081234450101

Alhamdulillah Jumat barokah, terimakasih atas kepercayaannya kepada Kopi Ijo Waris Tulungagung, hari ini meluncur ke ant...
02/02/2018

Alhamdulillah Jumat barokah, terimakasih atas kepercayaannya kepada Kopi Ijo Waris Tulungagung, hari ini meluncur ke antero Nusantara. Terlebih kepada pelanggan baru mas Sueb Pasuruan dan mas Fandi Mojokerto moga makin lancar usahanya. Yuk persiapan Sholat Jumat 😃....

Mau order kopi ijo Waris Tulungagung yang asli? Langsung hubungi 081234450101

ndonesia adalah salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. Maka tak heran bila orang indonesia sudah sangat ter...
31/01/2018

ndonesia adalah salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. Maka tak heran bila orang indonesia sudah sangat terbiasa dengan kebiasaan meminum kopi dan tak bisa dilepaskan dari keseharian masyarakat. Berbagai jenis sajian kopi pun muncul seiring dengan perkembangan masyarakat dan kebutuhan masyarakat dalam menikmati kopi.

Ada banyak jenis kopi yang beredar di Indonesia dan bahkan menjadi ciri khas lokal daerah tertentu. Salah satu jenis kopi yang khas adalah Kopi Ijo. Kopi ijo ini merupakan kopi khas dari daerah Tulungagung, Jawa Timur. Kopi ijo ini bisa dibilang unik, karena tidak ditemukan di daerah lainnya.

Kopi ijo ini memiliki rasa serta warna yang khas. Selain itu, kopi ijo ini juga memiliki tekstur bubuk yang lebih halus bila dibandingkan dengan kopi pada umumnya. Tak heran bila kopi ini kemudian telah menjadi jenis kopi yang sangat digemari terutama bagi masyarkat Tulungagung.

Warna kopi hijau sangat khas, yaitu berwarna hitam kehijauan tak seperti kopi pada umumnya. Beberapa pengamat kuliner mengatakan hal ini disebabkan oleh Bahan Kopi Ijo yang ditambah dengan kacang hijau. namun hingga kini keluarga besar Almarhum Pak Waris selaku penerus produksi Kopi Ijo khas Tulungagung sepakat untuk tidak buka rahasia dapur mereka. a.

Bisa jadi warna hijau yang menjadi ciri khas kopi ijo ini berasal dari proses pembuatan kopi ijo ini yaitu dimulai dari pengeringan biji kopi yang disangrai yang bahan bakarnya adalah kayu bakar, bukan gas. Wajan untuk menyangrai pun juga bukan terbuat dari alumunium pada umumnya, namun terbuat dari bahan tanah liat. Proses ini juga membutuhkan ketlatenan yang ekstra, kerana harus tetap menjaga agar besar apinya tetap stabil sehingga menghasilkan biji kopi yang sempurna dari segi kematangan. Setelah itu, biji kopi ini digiling bersama dengan kacang hijau yang tentunya dengan takaran tertentu menggunakan mesin.

Di Tulungagung sendiri, kopi ini memang sangatlah terkenal. Tak heran bila kebanyakan warung kopi bahkan kafe di Tulungagung menyediakan kopi ijo sebagai minuman dalam daftar menu mereka. bahkan sampai di ekspor ke mancanegara

Anda penasaran ? Kopi Ijo Waris yang Asli hanya bisa dibeli secara online di 081234450101

12/10/2016

Kopi Ijo Waris siap meluncur ke Kota Bunga Malang. Ini merupakan pembelian yang kesekian kalinya dari warga Jl. Asparaga Lowokwaru Kota Malang. Terimakasih atas kepercayaannya terhadap kami

TESTIMONI JAMAAH PECINTA KOPI IJO  WARIS TULUNGAGUNGMelihat begitu banyaknya Kaum Ngoper (Penikmat kopi) Pak Waris membu...
03/04/2016

TESTIMONI JAMAAH PECINTA KOPI IJO WARIS TULUNGAGUNG

Melihat begitu banyaknya Kaum Ngoper (Penikmat kopi) Pak Waris membuat saya merenung, kok bisa ya, padahal ini hanya tentang menikmati kopi, tidak ada makanan dan minuman lain yang disuguhkan, namun langganannya bisa sampai meluber bahkan sampai berdesak desakkan, kalau dinilai dari jenis kopinya tidak ada yang mencolok, maksudnya juga hampir sama dengan kopi yang dijual di warung kopi lainnya, hanya saja ada sedikit modifikasi rasa da aroma, kalau tidak salah Pak Waris menambahkan sedikit bubuk kacang ijo kedalam kopi bubuk kopi hitam, kalau dirasakan dengan benar, rasa pahitnya lebih memukul dari pada kopi brontoseno, pahit namun tidak berat.

Aktifitas para penikmat kopi pun juga tidak neko-neko, hanya duduk, merokok, ngobrol sambil melukis rokoknya dengan sisa-sisa kopi atau biasa disebut cethe. Namun dari cara mereka ngopi saya menjadi tahu apa yang paling membuat jamaah Pak Waris ini begitu betah dan setia untuk kembali lagi ke warung kopinya, hasil meditasi saya diwarung kopi Pak Waris ini harusnya juga diikuti oleh warung-warung kopi laiinya. ada beberapa nilai kenyamanan, diantaranya:

WARUNG KOPI PAK WARIS SANGAT MERAKYAT.
Saya juga tidak bakalan tahu tentang merakyatnya warung kopi Pak Waris kalau tidak di ajak oleh Dony, teman saya yang sudah duluan ngelayap antara warung kopi satu dengan warung kopi lainnya. Warung kopi Pak Waris memang sangat merakyat, tidak mendominasi pelanggan, dan juga nyaman untuk dinikmati, jadi dasar menejemennya adalah, silahkan anggap warung kopi ini layaknya rumah kalian sendiri. Jadi pertama kali datang pun pasti akan meninggalkan kesan mendalam. Banyak meja, banyak kursi, tidak terlalu mempersoalkan pelanggan mau apa, yang penting bayarlah kopinya dulu dan lakukan ses**a mu.

TIDAK MENCAMPURI URUSAN PELANGGAN
Pernah kah sobat-sobat semua ngopi ditempat yang kurang bermasyarakat sekaligus menikmati permasalahn sangat juragan kopi, terutama kebersihan atau tentang keluh kesah pembuat kopi. Kalau mau warung kopi menjadi ramai, jangan pernah ngurusi persoalan pelanggan, tugas pembuat kopi hanya membuatkan kopi yang di pesan sesuai selera mereka, itu saja sudah sangat menyenangkan bagi para pelanggan.

CEPAT SAJI
Begitu saja tiba di bartender Warkop Pak Waris, disana sudah ada puluhan gelas, cangkir dan gelas besar yang sudah siap untuk disiram dengan air panas, maksud saya kopinya sudah ada didalam gelas, kalau gak gitu mana bisa melayani pelanggan dengan cepat. ya

TRADISI ITU BERNAMA NYETHESesekali selembar kertas ditempelkan di bubuk kopi yang masih menyisakan sedikit air di atas p...
12/03/2016

TRADISI ITU BERNAMA NYETHE
Sesekali selembar kertas ditempelkan di bubuk kopi yang masih menyisakan sedikit air di atas piring kecil. Kemudian tangan2 terampil itu mulai melukis sebuah pola simetris dari sisa kopi di sebatang rokok dengan hanya menggunakan ujung sendok. Kurang dari setengah menit lukisan itu sudah mulai menampakan bentuknya, batik klasik parang barong dan Mas Wigih tersenyum sumringah sambil memberikan hasil karyanya kepada saya. Inilah aktivitas keseharian penduduk di desa Bolerejo, Tulungagung, nyethe, yang entah sejak kapan dimulainya sebagai bentuk interaksi sosial masyarakat setempat yang dihubungkan dalam kesamaan orientasi sebuah masyarakat egaliter

Perjalanan ke Tulungagung sebenarnya tidak direncanakan dalam rangkaian kunjungan ke Malang, namun seketika saya jadi bersemangat ketika mendengar ada ritual nyethe di kota ini. Walau agak tersasar kami berlima Hendri, Andri Gunawan, Ivan Citra, Tjiam Charles dan saya akhirnya sampai di jalan Bolerejo tempat “Cafe Waris” berada. Sebenarnya ada beberapa tempat yang sama di sekitar lokasi ini, namun tampaknya di cafe inilah yang banyak dikenal orang pada saat kami tersasar dan meminta petunjuk jalan kepada orang2 setempat.

Di depan cafe, kami langsung disambut dengan pemandangan unik dimana ratusan orang terutama anak2 muda yang didominasi kaum pria berkumpul sambil menikmati kopi dan melakukan aktivitas nyethe. Tidak ada code dress untuk masuk ke warung “Pak Waris”, semua serba kasual, celana selutut, sarungan, kaus oblong, dan sandal jepit bukanlah barang haram di sini. Pengunjung umumnya duduk di kursi2 yang sudah disediakan di dalam warung, sebagian lagi selonjoran di luar dan gazebo kecil. Tidak dilarang duduk sambil mengangkat satu kaki atau tiduran seperti yang dilakukan sekelompok pemuda di pojok warung ini.

Di belakang bar terdapat “barista” yang sangat cekatan dengan kecepatan tinggi menyiapkan berbagai minuman kopi yang dipesan pengunjung tanpa putus. Jangan harap ditemukan mesin espresso karena semua minuman kopi disajikan dengan cara seduh biasa tanpa alat saring apapun. Menurutnya sehari mereka bisa menjual hingga 5000 cangkir, suatu jumlah fantastis yang bisa mengalahkan cafe manapun yang pernah kami kunjungi. Ditilik dari hasil kopi saja omzet mereka bisa mencapai lima juta rupiah per hari, belum ditambah dengan jenis minuman ain berikut penganan yang mereka jual di sini. Siapa yang tak tergiur ?

Saat ditanyakan kepada sebagian pengunjung, tidak ada yang tahu kapan aktivitas ngopi ala Tulungagung ini dimulai. Mereka hanya mengikuti kebiasaan yang telah diturunkan dari orang tuanya. Lalu apa enaknya sebatang rokok yang dilaburi cethe ? Sebagian dari mereka mengatakan bahwa kopi membuat rasa rokok lebih mantap dan tidak cepat habis. Sehari mereka bisa menghabiskan waktu setidaknya antara 2 hingga 3 jam di tempat ini. Tidak ada tujuan khusus selain mengisi waktu luang dimana nyethe sudah melekat menjadi tradisi lokal sebagaimana warung ini yang sudah buka sejak tahun 1975. Tentu saja kunjungan ini sangat berkesan, terlebih kami berlima menjadi pemandangan “aneh” terlebih saya yang hilir mudik mengabadikan kegiatan mereka dengan kamera DSLR.

Terlepas ekses negatif atau positif, itulah nyethe, ritual ngopi dan menghisap rokok yang sudah dilaburi ampas kopi (cethe) yang kalau meminjam istilah sosiolog Max Weber disebut dengan traditional action, sebuah tindakan yang dilakukan karena sudah menjadi tradisi atau kebiasaan. "Nyethe"

* * * * *
Sumber : Cikopi

Penasaran dengan tradisi Nyethe? Sekarang Kopi Ijo Waris dapat dinikmati kapanpun dan dimanapun, cukup hubungi 08993567866, pesanan Kopi Ijo Waris Tulungagung Anda langsung kami kirimkan ke alamat tujuan baik di dalam maupun luar negeri.

Ingin bertransaksi aman? Cukup ke link ini Kopi Ijo Waris Tulungagung Original ukuran 1 kg via https://www.bukalapak.com/p/food/minuman/10v8q6-jual-kopi-ijo-waris-tulungagung-original-ukuran-1-kg?utm_source=apps

TRADISI MINUM KOPI "NYETHE" ASLI TULUNGAGUNGIndonesia merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia, maka dari i...
12/03/2016

TRADISI MINUM KOPI "NYETHE" ASLI TULUNGAGUNG
Indonesia merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia, maka dari itu kebiasaan minum kopi di Indonesia bukanlah hal yang tabu lagi. Di setiap dapur rumah, warung makan, warung jajanan, restoran, di berbagai tempat-tempat umum, café, dan bahakan di Mal-mal besar di Indonesia. Berbagai macam sajian kopi-pun muncul seiring dengan persaingan bisnis guna untuk memenuhi kebutuhan kopi masyarakat Indonesia. Mulai dari cara pengolahannya, bahan campuran yang berbeda-beda dan penyajian yang unik dan menarik. Sebagai contoh adalah kopi luwak yang konon sudah mendunia. Itu merupakan suatu prestasi menarik bagi penghobi kopi yang patut kita banggakan. Dari pengolahannya kopi luwak bisa dibilang sangat unik. Dari biji kopi yang sudah matang kemudian di makan oleh binatang luwak dan keluar bersama dengan feses luwak membuat kopi ini mempunyai cita rasa yang istimewa dan di taksir mempunyai manfaat obat bagi manusia. Selain itu banyak juga kopi-kopi di daerah Indonesia yang tidak kalah menarik, seperti kopi jahe, kopi secang, kopi ijo, kopi rempah dan lain sebagainya. Itulah kisah drama kopi di Indonesia yang sebenarnya masih menyimpan berbagai rahasia yang siap untuk kita olah dari kekayaan Indonesia.

Berdasarkan judul di atas “Ngopi di Tulungagung” merupakan salah satu keunikan kopi di Indonesia. Kopi ijo berasal dari kabupaten Tulungagungj yang mempunyai rasa dan warna yang khas, bukan hanya itu kopi ijo dari Tulungagung ini mempunyai textur yang sangat halus di bandingkan kopi-kopi yang lainnya. Itu semua menjadikan kopi ijo merupakan kopi yang sangat di gemari di kota Tulungagung. Kopi ini mempunyai warna khas yaitu hijau kehitam-hitaman, menurut berbagai sumber kopi ini dibuat dengan campuran kacang hijau sebagai bahan tambahan dalam membuat kopi. Maklum karena kopi ini sangat khas, jadi masih jarang orang yang membuat kopi dengan resep tersebut. Skala pasar yang ditawarkan produsen kopi ini juga masih sangat minim alias belum merata. Kopi ini hanya di jual di tempat tertentu dan belum masuk ke dalam toko-toko ataupun sepermarket baik dalam bentuk sachet maupun per-kilo. Tempat yang paling populer yang menyajikan dan memproduksi kopi ini adalah Warung Mbah waris dan Warung Mak Ten. Tempatnya di kecamatan Kauman desa Bolorejo Kab. Tulungagung. Pengunjung warung itu sangatlah fantastik, sehari saja orang yang ngopi di tempat tersebut bisa berjumlah ratusan. Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kopi ini sangatlah tinggi. Sebenarnya masih banyak warung-warung yang menyediakan menu yang sama, akan tetapi nama yang sudah menjadi counter culture adalah kedua warung kopi di atas. Menurut beberapa sumber , founder-nya kopi ijo itu ya kedua warung di atas.

Setelah mengetahui sedikit seluk-belutk kopi ijo Tulungagung kita akan membahas hal yang sangat populer berhubungan dengan kopi ijo. “Nyethe cah….” Istilah oran Tulungagung dalam melukis di atas rokok . Ini merupakan salah satu karya seni yang mengantongi rekor muri beberapa tahun yang lalu. Dalam hal nyethe ada beberapa hal yang perlu kita ketahui yaitu: Pertama, cethe adalah bahan baku nyethe yang terbuat dari ampas kopi halus yang dicampur dengan bahan tertentu seperti susu dan lain sebagainya untuk membuat adonan bahan lukis yang mudah di goreskan pada batang rokok dan mempunyai kepekatan yang kuat, sehingga gambar lukisan yang di hasilkan tampak bagus dan tidak gampang pudar. Kedua adalah rokok, sebenarnya kalau kita mendengar istilah rokok tampak agak sedikit ganjil di telinga kita. Kenapa kok rokok ya yang dipakai sebagai media nyethe? Apa tidak ada media lainnya? Kan rokok tidak baik untuk kesehatan dan merupakan kebiasaan buruk?ya, memang itulah yang terjadi dan mentradisi. Kalau kita amati itu semua sah-sah saja membupnyai hobi nyethe, asal ga menyedot (merokok) rokok yang sudah di cethe tersebut, sahut seorang teman yang mempunyai hobi ngopi tapi tidak merokok. Ya sudahlah kita tidak membahas kenapa harus rokok yang dijadikan media untuk nyethe? Tapi itulah kenyataanya. Memang kita akan tercengang kalau kita melihat para Cether-Cether (istilah saya untuk menyebut para penghobi karya seni cethe) ketika mereka menggoreskan seperangkat alatnya untuk membuat goresan abstrak, pola dan lain sebagainya di permukaan batang rokok. Ketiga, dalam membuat lukisan di permukaan rokok para cethers menggunakan alat yang sangat unik dan lucu, mulai dari silet, tusuk gigi, kertas koran, benang dan lain sebagainya. Inilah kelebihan kopi ijo yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, mulai dari teman nongkrong sampai menghasilkan karya seni yang luar biasa.

Semoga bermanfaat bagi pembaca

By: Kthentoes

KOPI IJO KHAS TULUNGAGUNGKopi identik dengan warna hitam. Tapi, di daerah Tulungagung, Anda bisa menemukan kopi yang ber...
12/03/2016

KOPI IJO KHAS TULUNGAGUNG

Kopi identik dengan warna hitam. Tapi, di daerah Tulungagung, Anda bisa menemukan kopi yang berwarna hijau. Yaitu Kopi Ijo. Wah, unik bukan? Memang, bagaimana cara penyajian Kopi Ijo ini? Jangan-jangan dari daun kopi atau dengan campuran bahan lain? Penasaran bukan dengan cara pembuatan Kopi Ijo ini?

Kopi Ijo memang mempunyai rasa dan juga tekstur yang berbeda dari kopi lainnya. Saat disajikan, Kopi Ijo ini akan terlihat berwarna hijau kehitam-hitaman saat Anda tuangkan ke dalam tatakan. Rahasianya, bukan pada campuran lain saat Kopi ini diseduh ataupun campuran zat pewarna. Tapia da dalam proses pengeringan biji kopi.
Ya, saat biji kopi sudah siap untuk dikeringkan dengan cara disangrai, Kopi Ijo ini disangrai dengan menggunakan kayu bakar yang terpilih dan juga wajan dari tanah liat. Bukan menggunakan api dari kompor, ataupun dari wajan biasa yang terbuat dari besi.

Nah, proses saat biji kopi ini disangrai ini dilakukan dengan telaten dengan menjaga besarnya api agar tetap stabil sehingga biji kopi bisa matang dan kering dengan merata. Dari proses manual dan terbilang tradisional ini, uniknya kopi tidak lagi digiling dengan cara yang sama yaitu tradisional, seperti dengan menggunakan alu dan lesung. Tapi, sudah menggunakan mesin.

Kopi Ijo memang terbilang tersohor di kotanya, Tulungagung. Anda bisa menemukannya di banyak warung kopi mulai dari yang menjajakannya di pinggir jalan hingga kafe-kafe besar. Tapi, ada satu penjual Kopi Ijo yang cukup ramai di sana, yaitu Warung Kopi Mak Waris.

Anda bisa datang ke warungnya yang tidak pernah sepi pembeli. Harganya cukup murah meriah. Cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 1.500,00 saja untuk satu gelasnya. Saat Anda memesannya, cara penyajian Kopi Ijo ini akan disajikan layaknya Kopi Tubruk. Yaitu Kopi Ijo bubuk yang sudah digiling akan dicampur dengan gula dan langsung diseduh dengan air panas.
Anda penasaran untuk menikmati sensasi Kopi Ijo Waris Khas Tulungagung namun Anda berada di luar kota Tulungagung? Tidak usah khawatir karena Mak Waris melayani pembelian secara online. Hubungi segera nomor 08993567866 untuk pemesanan dan pengiriman ke luar kota.

Sumber : Kaskus

Address

Bolorejo
Tulungagung
66261

Telephone

081234450101

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KOPI IJO WARIS Tulungagung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category