30/12/2025
Terima Kasih 2025
Perjalanan Panjang Kopi Sibadak
Di masa penjajahan Belanda, kakek saya, Victorius Hutabarat, menanam kopi di kebunnya dan mengolahnya sendiri. Ia membuka kedai kopi sederhana di depan rumahnya di Pagarsinondi, Tapanuli Utara.
Dari situlah Sibadak Coffee lahir.
Sebuah niat untuk menumbuhkan kembali cerita dan sejarah Oppung kami, sekaligus membantu para petani kopi di kampung agar hasil kerja mereka bisa melampaui batas kampung, bahkan negara.
Tahun 2025 adalah tahun penuh berkat.
Untuk pertama kalinya, kopi Tapanuli dari Pagarsinondi tampil di ajang internasional:
World of Coffee Asia – Jakarta, difasilitasi oleh Abang Farhan (Uberall & Koffiie Fabriek)
Jakarta Coffee Week, difasilitasi oleh Abang Stefan (Two Hand Full Roaster)
Yang paling kami syukuri,
Abang Ryan Wibawa membawa kopi kami ke ajang Brewers Cup Indonesia,
Abang Farhan ke German Brewers Cup,
serta dukungan para brewer lainnya yang membawa kopi kami ke berbagai kompetisi regional di Indonesia.
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pecinta kopi—
petani, roastery, barista, pemilik kafe dan restoran,serta para penikmat kopi, baik di Indonesia maupun luar negeri,
yang telah ikut membawa Kopi Sibadak sampai sejauh ini.
Di penghujung tahun 2025, Sumatra—khususnya Tapanuli, Aceh, dan Sumatra Barat— dilanda bencana.
Antusiasme dan kepedulian teman-teman semua sungguh luar biasa.
Melalui A Cup of Coffee for Tapanuli,
dalam hampir satu bulan kita berhasil mengumpulkan hampir 100 juta rupiah,
dan menyalurkannya ke banyak desa terdampak di Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah.
Sebentar lagi kita memasuki tahun 2026.Semoga tahun yang baru menjadi tahun penuh berkat,Sumatra cepat pulih dari bencan,dan semoga kopi Indonesia semakin jaya di dunia.
Terima kasih atas semua dukungan, doa, dan kebersamaan kalian.
Salam hangat.
Sibadak Coffee .cirbs .coffee .roastery .sitorus .coffeeroaster _