Sahabat Aqiqah

Sahabat Aqiqah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Sahabat Aqiqah, Jalan Maulana Hasanudin No. 88, Poris, Cipondoh, Tangerang.

Kami melayani anda dalam memudahkan ibadah aqiqah, produk dan jasa yang kami berikan meliputi pemotongan kambing/domba, pengolahan, masak, nasi box, prasmanan yang diantar gratis sampai tujuan diwilayah Jabodetabek. Ibnul Qoyyim Rohimahulloh berkata, "Menyembelih aqiqah untuk anak terkandung makna taqarrub (mendekatkan diri) dan syukur kepada Allah SWT, menebus, bersedekah, memberikan makan ketika

mendapatkan kebahagiaan yang besar sebagai wujud syukur kepada Alloh SWT dan menampakkan nikmat-Nya (anak) yang merupakan tujuan dan maksud dari pernikahan."

10/04/2018

Sahabat Aqiqah merupakan Layanan Jasa Aqiqah yang dapat memudahkan ibadah aqiqah putra/i anda.Layanan Sahabat Aqiqah dimulai dari pemesanan, pemotongan, masak dan pendistibusian( DIPOTONG - DIMASAK - DIANTAR )sampai ketempat tujuan (konsumen). Sahabat Aqiqah memiliki motto"Sahabat Anda Menuai Berkah...

07/04/2018

Sahabat Aqiqah merupakan Layanan Jasa Aqiqah yang dapat memudahkan ibadah aqiqah putra/i anda. Layanan Sahabat Aqiqah dimulai dari pemesanan, pemotongan, masak dan pendistibusian ( DIPOTONG - DIMASAK - DIANTAR ) sampai ketempat tujuan (konsumen). Sahabat Aqiqah memiliki motto "Sahabat Anda Menuai Be...

Assalamu'alaikum WR. WBMenemani istirahat sore anda sahabat, mari sama-sama kita simak artikel yang bermanfaat untuk kit...
16/11/2015

Assalamu'alaikum WR. WB

Menemani istirahat sore anda sahabat, mari sama-sama kita simak artikel yang bermanfaat untuk kita semua.

ORANG BAIK BUKAN BERARTI BEBAS COBAAN

Jika Anda telah berusaha mendekat kepada Allah dan sesuai Sunnah Nabi -shallallahu'alaihi wasallam- bukan berarti ujian, cobaan, dan musibah tidak akan menimpa
By Musyaffa Addariny, Lc., MA. 1 January 2015

Jika Anda telah berusaha mendekat kepada Allah dan sesuai Sunnah Nabi –shallallahu’alaihi wasallam– bukan berarti ujian, cobaan, dan musibah tidak akan menimpa. Jika sudah demikian, lalu ujian musibah menimpa, maka tetaplah teguh, dan berbaik-sangkalah kepada Allah. Ingat selalu firman-Nya:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan untuk mengatakan, ‘kami telah beriman’ TANPA diuji?! Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, sehingga Allah benar-benar tahu orang-orang yang tulus dan orang-orang yang dusta“. (QS. Al-Ankabut: 2-3).

Ingat p**a Sabda Nabi –shallallahu’alaihi wasallam-:

أشدُّالناسِ بلاءً الأنبياءُ ، ثم الأمثلُ فالأمثلُ ، يُبتلى الناسُ على قدْرِ دينِهم ، فمن ثَخُنَ دينُه اشْتدَّ بلاؤُه ، و من ضعُف دينُه ضَعُف بلاؤه ، و إنَّ الرجلَ لَيُصيبُه البلاءُ حتى يمشيَ في الناسِ ما عليه خطيئةٌ

“Manusia yang paling berat cobaannya adalah para nabi, kemudian orang yang paling baik (setelahnya), lalu orang yang paling baik (setelahnya). Maka siapa yang agamanya berbobot, cobaannya juga berat. Siapa yang agamanya lemah, cobaannya juga ringan. Dan sungguh seseorang akan terus ditimpa cobaan, hingga dia berjalan di tengah-tengah manusia tanpa dosa sedikitpun“. [(HR. Ibnu Hibban no. 2900, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ 993).

Jangan lupa juga perkataan Syaikh Abdul Qodir Jaelani –rahimahullah-: “Wahai anak kecilku, sungguh musibah itu datang bukan untuk membinasakanmu, namun dia datang untuk menguji kesabaran dan imanmu. Wahai anak kecilku, cobaan itu (ibarat) hewan buas, dan hewan buas itu tidak akan memangsa bangkai”. (Zadul Ma’ad, Ibnul Qoyyim, 4/178).

Oleh karena itu, semakin tinggi agama kita, semakin kita butuh berdoa untuk keteguhan iman kita, sebagaimana dicontohkan Nabi –shallallahu’alaihi wasallam-. Ummu Salamah -isteri beliau- mengatakan: Dahulu doa Nabi –shallallahu’alaihi wasallam– yang paling banyak adalah:

يا مقلب القلوب, ثبت قلبي على دينك

“Wahai Yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamaMu“. (HR. Tirmidzi: 3522, disahihkan oleh Syeikh Albani).





Penulis: Ust. Musyaffa Ad Darini, Lc., MA.

Artikel Muslim.Or.Id

www.sahabataqiqah.co.id

Assalamu'alaikum WR. WBMenemani siang anda sahabat, mari sama-sama kita simak artikel yang bermanfaat untuk kita semua.K...
11/11/2015

Assalamu'alaikum WR. WB

Menemani siang anda sahabat, mari sama-sama kita simak artikel yang bermanfaat untuk kita semua.

KELUAR DARI KEGELAPAN DUNIA HITAM, MAU?

Apapun bentuk kehidupan yang ada, baik kehidupan individu, keluarga, masyarakat maupun kehidupan bernegara pastilah memiliki problematika kehidupan dan butuh solusi yang terbaik. Bagaimana solusinya?
By Sa'id Abu Ukkasyah 12 January 2015

Bismillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Apakah Anda termasuk yang memiliki catatan kelam berikut ini:

Pernah akrab dengan dunia perdukunan dan ingin bertaubat?

Getol dengan bid’ah dan ingin berhenti total?

Ikut aliran sesat dan ingin bermanhaj yang haq?

Pernah berzina dan ingin keluar darinya?

Sering durhaka dengan orangtua dan kini menyesal, ingin berbakti kepadanya?

Memiliki kebiasaan mencuri dan ingin berubah?

Berkarakter pemarah dan ingin menjadi penyabar?

Awam tentang agama ini dan ingin berilmu?

Siapapun kita dan apapun status sosial kita, pastilah memiliki kekurangan atau kelemahan. Seorang muslim yang baik, tentu ingin berubah menjadi lebih baik. Hari ini lebih baik dari kemarin, hari esok lebih lebih baik dari hari ini.

Solusi dari setiap problematika kehidupan

Apapun bentuk kehidupan yang ada, baik kehidupan individu, keluarga, masyarakat maupun kehidupan bernegara pastilah memiliki problematika kehidupan dan butuh solusi yang terbaik. Bagaimana solusinya? Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman,

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

“Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Alquran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri” (An-Nahl:89).

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Ibnu Mas’ud mengatakan, ‘Telah dijelaskan kepada kita di dalam Alquran ini seluruh ilmu dan segala perkara’”.

Mujahid berkata, Seluruh halal dan haram. (Berkata Ibnu Katsir) ucapan Ibnu Mas’ud lebih umum dan lebih luas cakupannya karena sesungguhnya Al-Quran mencakup seluruh ilmu yang bermanfaat berupa berita yang telah berlalu, ilmu yang akan datang, dan hukum seluruh perkara yang halal dan yang haram, serta segala hal yang dibutuhkan manusia dalam urusan dunia dan agama mereka, maupun kehidupan dan akherat mereka” (Tafsir Ibnu Katsir : 3/224).

Allah Tabaraka wa Ta’ala menjelaskan bahwa petunjuk Alquran adalah petunjuk yang paling lurus dan paling sempurna,

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

“Sesungguhnya Alquran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mu’min yang mengerjakan amal shalih bahwa bagi mereka ada pahala yang besar” (QS. Al-Israa`:9).

Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah berkata, “Yaitu paling lurus dan paling tinggi, baik dalam aqidah, amal maupun akhlak, maka barangsiapa yang mengambil petunjuk dari sesuatu yang diserukan Al-Quran, niscaya ia menjadi manusia yang paling sempurna, paling lurus dan paling mendapatkan hidayah dalam seluruh perkara” (Tafsir As-Sa’di, hal. 521).

Jadi apapun masalah Anda, pelajari Al-Quran dan terapkanlah. Kegelapan apapun yang menimpa seseorang, pasti di dalam Al-Quran ada solusinya.

Perhatikanlah fiman Allah berikut ini,

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

“(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” (QS. Ibrahim:1).

Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah menjelaskan,“Allah Ta’ala mengabarkan bahwa Dia telah menurunkan kitab-Nya kepada Rasul-Nya, Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam untuk memberi manfaat kepada makhluk, mengeluarkan manusia dari kegelapan kebodohan, kekufuran, akhlak yang buruk, dan berbagai macam kemaksiatan kepada cahaya ilmu, iman dan akhlak yang baik. Firman Allah :{بِإِذْنِ رَبِّهِمْ }, yang artinya, “dengan izin Tuhan mereka”, maksudnya tidaklah mereka mendapatkan tujuan yang dicintai oleh Allah melainkan dengan kehendak dan pertolongan dari Allah, maka di sini terdapat dorongan bagi hamba untuk memohon pertolongan kepada Tuhan mereka.

Kemudian Allah menjelaskan tentang cahaya yang ditunjukkan kepada mereka dalam Al-Quran dengan berfirman {إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ} yang artinya,“(yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”, maksudnya yang mengantarkan kepada-Nya dan kepada tempat yang dimuliakan-Nya yang mencakup atas ilmu yang haq dan pengamalannya. Dalam penyebutan { العزيز الحميد} setelah penyebutan jalan yang mengantarkan kepada-Nya terdapat isyarat kepada orang yang menitinya, bahwa ia adalah orang yang mulia dengan pengaruh kemuliaan Allah, lagi kuat walaupun tidak ada penolong kecuali Allah. Dan terpuji dalam urusan-urusannya lagi memperoleh akibat yang baik” (Tafsir As-Sa’di, hal.478).

Catatan :

Bahwa mengambil petunjuk Al-Quran sebagai solusi bukan berarti meninggalkan As-Sunnah, bahkan justru terkandung di dalam makna mengambil petunjuk Al-Quran adalah mengambil petunjuk As-Sunnah karena di dalam Al-Quran, Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk taat kepada Rasul-Nya.

Allah Ta’ala berfirman :

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Apa yang diberikan Rasul kepada kalian, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagi kalian, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya” (QS. Al-Hasyr: 7).

Kesimp**an

Jadi jika Anda ingin :

keluar dari kegelapan syirik menuju kepada cahaya tauhid,

keluar dari kegelapan bid’ah menuju kepada cahaya sunnah,

keluar dari kegelapan maksiat menuju kepada cahaya keta’atan,

keluar dari kegelapan kebodohan menuju kepada cahaya ilmu,

keluar dari kegelapan akhlak yang buruk menuju kepada cahaya akhlak yang baik,

maka bacalah Alquran, pahami dan amalkanlah.



Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.Or.Id

www.sahabataqiqah.co.id

Assalamu'alaikum WR. WBMenemani istirahat sore anda sahabat, mari sama-sama kita simak artikel yang bermanfaat untuk kit...
06/11/2015

Assalamu'alaikum WR. WB

Menemani istirahat sore anda sahabat, mari sama-sama kita simak artikel yang bermanfaat untuk kita semua

WAJIB BACA, BAGI YANG S**A MAKAN DILUAR! INILAH CIRI-CIRI TEMPAT MAKAN YANG ADA PENGLARISNYA!

Bagi Anda yang s**a makan di luar rumah atau punya hobi wisata kuliner, waspada dan telitilah memilih tempat makan karena bisa jadi makanan yang anda makan mengandung zat penglaris. Walaupun tujuan si pemilik tempat makan tersebut agar konsumen menggandrungi makanan yang dijualnya, akan tetapi proses penglaris biasanya melibatkan Jin peludah yang tentu saja sangat menjijikkan.

Jin Peludah adalah hantu yang dipakai sebagai sarana penglaris makanan. Tidak hanya warung-warung pinggir jalan saja yang menggunakan jasa makhluk jahat ini.. sekarang sudah berkembang digunakan di mall-mall yang ada dikota - kota besar.

Disebut jin peludah karena sebelum di sajikan kepada konsumen, makanan ini di ludahi akan menjadi terasa nikmat dan konsumen akan ketagihan untuk datang ke warung makan tersebut. Selain jin peludah ada juga jin penjilat piring yang akan digunakan oleh konsumen.

Proses tersebut ternyata mampu menambah rasa makanan yang di sajikan, Bahkan kadang -kadang jika di rasa kurang maka tindakan meludah itu dilakukan sampai dua kali atau tiga kali secara berturut-turut.

Efek dari tindakan hantu ini di samping membuat enak masakan yang di sajikan juga membuat energi negatif akan masuk ke tubuh orang yang memakan masakan tersebut, di sisi lain kadang jika orang yang memakan masakan yang di ludahi itu kebetulan adalah orang baik-baik perilaku dan muatan spiritualnya, maka kadang setelah memakan makanan yang di ludahi, beberapa waktu kemudian dia akan merasa mual dan mungkin juga muntah-muntah.

Banyak orang yang telah mengalami hal tersebut. Salah satunya seperti yang dialami seorang Kyai yang diajak makan di sebuah restoran di Jakarta oleh temannya. Ketika ia duduk di kursi restoran Pak Kyai mendadak sakit kepala dan buru-buru keluar tidak jadi makan, setelah ditanya, beliau memberikan selendang yang dia pakai kepada teman itu... tiba-tiba temen itu melihat beberapa sosok mahluk telanjang bulat yang mondar mandir meludahi setiap makanan yang dihidangkan kepada pengunjung.

Jin peludah hanya salah satu jenis penglaris, banyak cara lain yang dilakukan pemilik rumah makan agar warungnya laku.

Adapun ciri-ciri tempat/rumah makan, toko kue atau tempat kuliner lainnya yang menggunakan Media Sihir dalam usahanya yaitu ;
Kalau warung besar semacam restauran, pasti ada toilet atau ruang dekat dapur yang nggak boleh dimasuki siapapun. Biasanya di dalamnya ada orang tua renta yang sakit kakinya dicelup ke air untuk kuah masakan.
Kalau warung pinggir jalan, perhatikan panci atau periuknya. Biasanya kalau pake penglaris hanya si tukang dagang yang boleh buka, jadi pembeli tidak boleh sembarang ambil kuah atau lihat-lihat isinya.
Biasanya terdapat buntelan kain putih di tempat nasi, gagang centong sayur, atau di peralatan masak lainnya.
Warung pinggir jalan yang menggunakan penglaris, tempat cuci piringnya terpisah jauh dan tidak terlihat kegiatan cuci piringnya.
Kalau dibawa p**ang, rasanya berubah drastis berbeda dengan rasa jika dimakan di tempat makan atau makanannya cepat menjadi basi sehingga tidak sempat termakan.
Jika dinetralkan dengan doa rasanya jadi standar.
Itu hanya salah satu trik nakal dari pengusaha warung makan, agar laris. Kita tidak menghakimi semua warung-warung makan, karena tidak semuanya memakai trik jahat seperti ini. Bersekutu dengan bangsa Jin dengan tujuan dan cara apapun tidak dibenarkan dalam ajaran agama, bahkan hal tersebut merupakan perbuatan syirik yang mampu membenamkan pelakunya kelembah Jahannam.

Sebagai orang beriman jangan lupa berdoa, karena orang yang dekat dengan Tuhan akan dijauhkan dari segala yang jahat. Berdo'alah dimana saja dan kapan saja ketika akan dan sesudah makan. Jika perlu bacalah ayat kursi.
Sebarkan info ini agar saudara dan teman kita tahu. Semoga menjadi amalan sholih.

www.sahabataqiqah.co.id

Assalamu'alaikum WR. WBMenemani istirahat siang anda sahabat, mari sama-sama kita simak artikel yang bermanfaat untuk ki...
03/11/2015

Assalamu'alaikum WR. WB

Menemani istirahat siang anda sahabat, mari sama-sama kita simak artikel yang bermanfaat untuk kita semua

SELAMAT TINGGAL ASAP!

Bangun dan segera gantungkan hati dan harapan anda kepada Allah Ta'ala yang memiliki segala sesuatu, tanpa terkecuali air hujan yang dapat memusnahkan seluruh kep**an asap
By Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A 26 October 2015

Saudaraku sekalian! Barangkali saat anda membaca status ini, anda atau saudara anda atau sahabat anda sedang diselimuti asap pembakaran ladang atau hutan.

Anda menjerit, semua orang menjerit meminta agar pemerintah atau lembaga HAM atau yang serupa segera turun tangan. Anda seakan menggantungkan asa kepada mereka dan mugkin kini anda sedang menelan pil pahit kekecewaan kepada mereka yang lambat atau seakan berpangku tangan menonton derita anda.

Sobat! Bangun dan segera sadarlah dari mimpi panjang anda. Bangun dan buka mata anda lebar lebar, bahwa siapapun yang anda harapkan uluran tangannya, sejatinya mereka adalah manusia biasa yang tidak kuasa dan memiliki apa apa.

Bangun dan segera gantungkan hati dan harapan anda kepada Allah Ta’ala yang memiliki segala sesuatu, tanpa terkecuali air hujan yang dapat memusnahkan seluruh kep**an asap yang selama ini menyiksa hidup anda.

Segera angkat tangan anda, gantungkan harapan anda hanya kepada Allah Ta’ala, dan sucikan hati anda dari segala bentuk harapan dan asa kepada sesama manusia, siapapun dia.

Lalaikan dan abaikan segala janji dan bualan kosong dan sombong manusia siapapun dia. Dan kobarkan iman dan harapan anda hanya kepada Allah Ta’ala. Simak janji Allah yang pasti dipenuhi dan ditepati, tiada pernah ingkar janji:

أمن يجيب المضطر إذا دعاه ويكشف السوء ويجعلكم خلفاء الأرض أءله مع الله قليلا ما تذكرون

“Siapakah yang kuasa mengabulkan permintaan orang yang sedang dalam kesusahan dan menyingkirkan keburukan dan menjadikan kalian sebagai pemimpin di mjka bumi. Adakah sesembahan lain bersama Allah, sungguh sangat sedikit dari kalian yang mengingat” (QS. An Naml 62).

Segera angkat tangan anda, dan ajak saudara saudara anda untuk bersama sama bersimpuh di hadapan Allah Ta’ala memohon ampunan dan kasih sayang-Nya dengan menurunkan rahmat-Nya dan hujan-Nya ke bumi kita.

Tumpahkan air mata dan panjatkan doa anda hanya kepada Allah Ta’ala di akhir malam dan waktu waktu mustajab lainnya.

Ajak saudara saudara anda untuk bersama sama berdoa di saat khutbah jum’ah dan juga dengan mengadakan shalat istisqa’, meminta turunnya hujan, lupakan manusia apapun jabatannya dan senyaring apapun janji manisnya.

Perbanyaklah permohonan ampun alias istighfar kepada-Nya, karena dengan istighfar urusan anda menjadi mudah walau tanpa janji manis dan uluran tangan sesama manusia. Ingat kembali firman Allah Ta’ala:

فقلت استغفروا ربكم إنه كان غفارا يرسل السماء عليكم مدرارا

“Aku berkata: mohonlah ampunan kepada Tuhan kalian, sejatinya Dia Maha Pengampun. Dia yang kuasa menurunkan air hujan dari langit dengan deras kepada kalian” (QS. Nuh 10 – 11 ).

Percayalah, bila anda menumpahkan air mata dengan deras di hadapan Allah, niscaya Allah mencurahkan air hujan dengan deras p**a.

***

Penulis: Ust. Dr. Muhammad Arifin Baderi

Artikel Muslim.or.id

www.sahabataqiqah.co.id

Assalamu'alaikum WR. WBMenemani istirahat siang anda sahabat, mari sama-sama kita simak artikel berikut iniHATI YANG BEN...
28/10/2015

Assalamu'alaikum WR. WB

Menemani istirahat siang anda sahabat, mari sama-sama kita simak artikel berikut ini

HATI YANG BENING

Inilah beberapa kisah mengenai hati-hati yang bening. Alangkah perlunya kita kepada hati-hati yang seperti itu.
By Musyaffa Addariny, Lc., MA. 24 October 2015

Suatu ibadah yang sangat bernilai di sisi Allah, tapi sedikit wujudnya di tengah-tengah manusia… Dialah “hati yang bening”.

Sebagian dari mereka ada yang mengatakan, “Setiap kali aku melewati rumah seorang muslim yang megah, saya mendoakannya agar diberkahi”.

Sebagian lagi berkata, “Setiapkali kulihat kenikmatan pada seorang Muslim (mobil, proyek, pabrik, istri shalihah, keturunan yang baik), saya mendoakan: ‘Ya Allah, jadikanlah kenikmatan itu penolong baginya untuk taat kepada-Mu dan berikanlah keberkahan kepadanya’”.

Ada juga dari mereka yang mengatakan, “Setiap kali kulihat seorang Muslim berjalan bersama istrinya, saya berdo’a kepada Allah, semoga Dia menyatukan hati keduanya di atas ketaatan kepada Allah”.

Ada lagi yang mengatakan, “Setiapkali aku berpapasan dengan pelaku maksiat, kudoakan dia agar mendapat hidayah”.

Yang lain lagi mengatakan, “Saya selalu berdo’a semoga Allah memberikan hidayah kepada hati manusia seluruhnya, sehingga leher mereka terbebas (dari neraka), begitu p**a wajah mereka diharamkan dari api neraka”.

Yang lainnya lagi mengatakan: “Setiapkali hendak tidur, aku berdoa: ‘Ya Rabb-ku, siapapun dari kaum Muslimin yang berbuat zalim kepadaku, sungguh aku telah memaafkannya. Oleh karena itu, maafkanlah dia, karena diriku terlalu hina untuk menjadi sebab disiksanya seorang muslim di neraka’”.

Itulah hati-hati yang bening. Alangkah perlunya kita kepada hati-hati yang seperti itu.

Ya Allah, jangan halangi kami untuk memiliki hati seperti ini, karena hati yang jernih adalah penyebab kami masuk surga.

Suatu malam, Al Hasan Al Bashri berdo’a, “Ya Allah, maafkanlah siapa saja yang menzalimiku”… dan ia terus memperbanyak do’a itu!

Maka ada seseorang yang bertanya kepadanya, “Wahai Abu Sai’d (Al Hasan Al Bashri), sungguh malam ini aku mendengar engkau berdoa untuk kebaikan orang yang menzalimimu, sehingga aku berangan-angan, andai saja aku termasuk orang yang menzalimimu, maka apakah yang membuatmu melakukannya?”.

Beliau menjawab: “Firman Allah:

ﻓَﻤَﻦْ ﻋَﻔَﺎ ﻭَﺃَﺻْﻠَﺢَ ﻓَﺄَﺟْﺮُﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪ

“Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya kembali kepada Allah’”. (QS. Asy-Syuuro: 40)

(lihat kisah ini pada kitab Syarah Shohih Bukhori, karya Ibnu Baththol, 6/575-576).

Sungguh, itulah hati yang dijadikan shalih dan dibina oleh para pendidik dan para guru dengan berlandaskan Al-Qur’an dan as-Sunnah. Maka, selamat atas surga yang didapatkan oleh mereka.

Janganlah engkau bersedih meratapi kebaikanmu. Sebab jika di dunia ini tidak ada yang menghargainya, yakinlah bahwa di langit ada yang memberkahinya.

Hidup kita ini bagai bunga mawar. Padanya terdapat keindahan yang membuat kita bahagia, namun padanya juga terdapat duri yang menyakiti kita.

Apapun yang ditakdirkan menjadi milikmu akan mendatangimu walaupun engkau lemah!

Sebaliknya apapun yang tidak ditakdirkan menjadi milikmu, engkau tidak akan dapat meraihnya, bagaimanapun kekuatanmu!

Segala puji bagi Allah atas segala nikmat, karunia, dan kebaikan-Nya.

Semoga Allah menjadikan hari-harimu bahagia dengan segala kebaikan dan keberkahan.

***

(Kisah ini merupakan terjemahan dari sebuah status berbahasa arab)

Penerjemah: Ust. Musyaffa Ad Darini, Lc., MA.

Artikel Muslim.or.id

www.sahabataqiqah.co.id

Assalamu'alaikum WR. WBMenemani istirahat siang anda sahabat, mari sama-sama kita simak artikel yang bermanfaat untuk ki...
26/10/2015

Assalamu'alaikum WR. WB

Menemani istirahat siang anda sahabat, mari sama-sama kita simak artikel yang bermanfaat untuk kita semua.

KETIKA SEMUA DEMI DAN UNTUK MANUSIA

Manusia... Semua demi manusia... Wahai manusia. . Kapan kita bisa hidup untuk diri kita sendiri? Kapan kita mau bertindak menurut batasan syariat dan akal sehat kita?
By Aan Chandra Thalib 22 October 2015

Syaikh Ali Mustafa Thantawi –rahimahullah– mengatakan: “Diantara kebiasaanku adalah aku tidak akan berkendaraan bila aku mampu berjalan kaki. Aku tidak akan berjalan dibawah tempat yang teduh bila aku mampu berjalan di bawah panas terik. Tidak peduli terik Lebanon dibulan Oktober atau teriknya India dibulan Juni.

Saat itu matahari begitu cerah dan panas, aku melepas dasiku dan memasukkannya kedalam kantong bajuku. Tiba-tiba seorang kawan berpapasan denganku, dia adalah kawan yang sangat aku hormati. Namun yang aku tidak s**a darinya adalah sikapnya yang lebih keras memegang tradisi ketimbang agamanya. Belum selesai mengucap salam, dia langsung menatapku dengan tatapan yang tidak mengenakkan dan berkata, “Bagaimana bisa anda melakukan ini?”.

Akupun kaget dan berujar, “Apa yang sudah kulakukan? Apakah aku telah melakukan bid’ah dalam Islam? Atau telah menolong pelaku bid’ah? Atau telah melakukan suatu kejahatan.? Jelaskan padaku… Katakan padaku , kabar apa yang sampai kepadamu tentang diriku? Mungkin saja orang yang menyampaikan kabar itu fasik atau pembohong”.

Dia menjawab, “Tak ada seorangpun yang mengabariku tentangmu. Tapi aku melihat dengan mata kepalaku sendiri” (sambil memberi isyarat padaku).

“Apa itu?” tanyaku penasaran.

Temanku menjawab, “Dasi, bagaimana mungkin engkau berjalan tanpa mengenakan dasi. Itu tidak pantas bagi seorang konsultan sepertimu. Apa kata orang nanti?”.

Aku tidak meneruskan percakapan itu. Aku duduk sejenak dan berfikir, kalau begitu selama ini kita mengerjakan segala sesuatu untuk manusia?

Kita mencekik diri kita dengan mengikatkan dasi ke leher, kemudian rela menahan rasa gerah karena panasnya matahari dimusim panas demi manusia?

Wanita menggunakan sepatu hak tinggi, padahal berjalan menggunakan hak tinggi lebih sulit ketimbang berjalan di atas tali. Bagi pria yang tidak percaya silahkan berjalan diatas jari kaki sepanjang 100 langkah. Padahal tidak ada gunanya memakai sepatu seperti itu, tidak ada keindahan disana. Tapi itulah yang diinginkan manusia.

Seorang pemuda menyisir rambutnya dengan sangat modis selama setengah jam. Sepanjang hari ia menjaga agar model rambutnya tidak dirusak oleh terpaan angin dan kejahilan tangan orang lain. Bahkan bila timbul rasa gatal di kepalanya, ia rela menahan rasa gatal tersebut sepanjang hari. Kenapa? Karena manusia! Semua kreasinya untuk manusia.

Wanita, sifat baiknya untuk manusia. Ia menyambut kedatangan sahabatnya dengan wajah yang berseri-seri. Bibirnya mengukir senyuman, sikapnya sangat santun. Namun ia bersikap kasar terhadap suaminya, menatapnya dengan tatapan sinis dan berbicara dengan bahasa yang kasar. Begitu p**a para suami.

Bila keluar rumah ia bersolek, memakai minyak wangi dan mengenakan pakaian yang paling indah untuk orang asing. Namun saat bertemu sang suami, ia membiarkan rambutnya acak-acakan, wajahnya muram, bahkan dari pakaiannya sering tercium bau bawang putih dan bawang merah. Begitu juga para suami.

Meja makan tertata rapi diruang makan untuk orang lain. Bila tamu datang piring-piring ditata rapi, agar semakin indah, tak lupa dilengkapi hiasan bunga. Namun setelah tamu pergi, tempat makannya pindah ke dapur.

Terkadang kita rela berletih dan berpeluh untuk meraih simpati manusia. Semua yang kita lakukan untuk manusia.
Bila ingin menikahkan putri kita, kita jarang memikirkan kemaslahatannya dan juga kemaslahatan calon suaminya. Kita tidak berfikir untuk kebahagiaan mereka. Yang kita pikirkan adalah bagaimana kemeriahan resepsinya nanti? Semua demi mencari ridho manusia.

Kita tidak bertanya (kecuali sedikit) tentang akhlak dan sifat calon mempelai pria. Kita hanya bertanya soal mahar yang akan dibayarnya, agar kita bisa menceritakan pada orang lain bahwa “Mahar putriku 10.000 lira”. Juga soal perlengkapan pesta agar orang berkata, “Masyaallah perlengkapannya begitu mewah” dan soal bagaimana (kemegahan) resepsi perkawinan. Kita berlomba untuk membuat syaithan ridho dengan pemborosan harta pada hal-hal seperti itu.

Baju pengantin yang dipakai selama satu malam harganya paling kurang 200 lira, kadang bisa mencapai 2000 lira. Kotak cendera mata harganya paling sedikit 1 lira, kadang hingga 20 lira.

Untuk apa semua itu. .?
Untuk kepentingan resepsi. ? Demi Allah tidak.
Untuk meraih pahala dan surga. ? Demi Allah tidak.
Untuk mencari harta. ? Demi Allah tidak.
Kalau begitu lantas untuk apa.?
Ya, Untuk manusia!

Padahal orang-orang itu tidak akan ridho padamu, karena sebesar apapun uang yang engkau belanjakan untuk pernikahan, maka diantara manusia ada yang bisa mengeluarkan biaya yang lebih besar darimu. Mereka tetap akan berkomentar, “Pesta macam apa ini. ? Cendra mata apa ini. ? Punya fulan harganya lebih mahal dari ini, resepsi fulan jauh lebih meriah dari resepsi ini”.

Begitu juga dengan kedukaan, lebih mirip pesta. Semua berlomba dalam pemborosan harta. Andai mereka mencukupkan diri pada kemaslahatan mempelai dan keluarga yang berduka. Tapi tidak, setiap pernikahan dan kedukaan menelan biaya yang mampu menutupi musibah 30 keluarga.

Manusia…
Semua demi manusia..,
Wahai manusia… Kapan kita bisa hidup untuk diri kita sendiri?
Kapan kita mau bertindak menurut batasan syariat dan akal sehat kita?

***

(Diringkas dari kitab Ma’a An-Nas karya Syaikh Ali Thantawi. hal 51-56)

Madinah 02-01-1437 H

Penulis: Aan Chandra Thalib Lc.

Artikel Muslim.or.id

www.sahabataqiqah.co.id

Assalamu'alaikum WR. WBMenemani sore anda sahabat, berikut kita simak artikel yang bermanfaat untuk kita semua.MENUNDUKK...
21/10/2015

Assalamu'alaikum WR. WB

Menemani sore anda sahabat, berikut kita simak artikel yang bermanfaat untuk kita semua.

MENUNDUKKAN PANDANGAN MATA

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka
By Muhammad Saifudin Hakim 23 September 2015

Mata adalah sahabat sekaligus penuntun bagi hati. Mata mentransfer berita-berita yang dilihatnya ke hati sehingga membuat pikiran berkelana karenanya. Karena melihat secara bebas bisa menjadi faktor timbulnya keinginan dalam hati, maka syariat yang mulia ini telah memerintahkan kepada kita untuk menundukkan pandangan kita terhadap sesuatu yang dikhawatirkan menimbulkan akibat yang buruk.

Perintah untuk Menundukkan Pandangan

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” (QS. An-Nur [24] : 30).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

هذا أمر من الله تعالى لعباده المؤمنين أن يغضوا من أبصارهم عما حرم عليهم، فلا ينظروا إلا إلى ما أباح لهم النظر إليه ، وأن يغضوا أبصارهم عن المحارم

“Ini adalah perintah dari Allah Ta’ala kepada hamba-hambaNya yang beriman untuk menjaga (menahan) pandangan mereka dari hal-hal yang diharamkan atas mereka. Maka janganlah memandang kecuali memandang kepada hal-hal yang diperbolehkan untuk dipandang. Dan tahanlah pandanganmu dari hal-hal yang diharamkan.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/41)

Menundukkan pandangan mata merupakan dasar dan sarana untuk menjaga kemaluan. Oleh karena itu, dalam ayat ini Allah Ta’ala terlebih dulu menyebutkan perintah untuk menahan pandangan mata daripada perintah untuk menjaga kemaluan.

Jika seseorang mengumbar pandangan matanya, maka dia telah mengumbar syahwat hatinya. Sehingga mata pun bisa berbuat durhaka karena memandang, dan itulah zina mata. Rasulullah bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

”Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan). Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657. Lafadz hadits di atas milik Muslim).

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْعَيْنُ تَزْنِي، وَالْقَلْبُ يَزْنِي، فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا الْقَلْبِ التَّمَنِّي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ مَا هُنَالِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ

“Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata adalah dengan melihat (yang diharamkan), zina hati adalah dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang). Sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu.” (HR. Ahmad no. 8356. Dinilai shahih oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth.)

Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan zina mata pertama kali, karena inilah dasar dari zina tangan, kaki, hati, dan kemaluan. Kemaluan akan tampil sebagai pembukti dari semua zina itu jika akhirnya benar-benar berzina, atau mendustakannya jika tidak berzina. Oleh karena itu, marilah kita menundukkan pandangan kita. Karena jika mengumbarnya, berarti kita telah membuka berbagai pintu kerusakan yang besar.

Fitnah telah Mengepung Kita

Di zaman sekarang ini, sungguh berat memang fitnah yang ada di sekeliling kita. Ketika kita keluar rumah, maka kita segera dikepung dengan fitnah yang dapat menggoda pandangan kita ke arah yang haram. Terlihatlah oleh pandangan kita, wanita-wanita yang keluar rumah tanpa menutup aurat, tanpa sedikit pun rasa malu di hadapan Allah Ta’ala yang telah menciptakan dan memberikan berbagai nikmat kepadanya. Sebagian mengenakan pakaian yang ketat, sebagian mengenakan rok mini, dan sebagian lagi mengenakan pakaian yang transparan. Mereka berpakaian, akan tetapi pada hakikatnya telanjang. Bisa jadi ketika iman dan rasa takut kita kepada Allah Ta’ala sedang luntur, maka dengan mudah kita mengumbar pandangan dan syahwat kita itu dan melalaikan perintah Allah Ta’ala kepada kita. Dan ketika pandangan mata bisa membangkitkan nafsu birahi, maka dari pandangan mata itu p**a bisa menjerumuskan kita kepada kerusakan yang besar, seperti onani, masturbasi, sampai ke zina yang sesungguhnya.

Oleh karena itu, benarlah ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

”Aku tidaklah meninggalkan cobaan yang lebih membahayakan bagi laki-laki selain dari (cobaan berupa) wanita” (HR. Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 9798).

Sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun perlu memperingatkan kita secara khusus dengan sabdanya,

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ

”Sesungguhnya dunia itu manis. Dan sesungguhnya Allah telah menguasakan dunia itu kepada kamu sekalian, dan memperhatikan apa yang kalian kerjakan. Maka takutlah kepada dunia dan takutlah kepada wanita. Karena sumber bencana bani Israil pertama kali berasal dari wanita.” (HR. Muslim no. 2742).

Pahala bagi Orang yang Menundukkan Pandangannya dari Perkara yang Haram

Begitu beratnya menundukkan pandangan mata, apalagi pada zaman sekarang ini, sehingga Allah pun akan membalas hamba-hambaNya yang istiqomah melaksanakan perintah-Nya dengan pahala yang besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda,

النَّظْرَةُ سَهْمٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيسَ مَسْمُومَةٌ فَمَنْ تَرَكَهَا مِنْ خَوْفِ اللَّهِ أَثَابَهُ جَلَّ وَعَزَّ إِيمَانًا يَجِدُ حَلَاوَتَهُ فِي قَلْبِهِ

”Memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah iblis. Barangsiapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah akan memberi balasan iman kepadanya yang terasa manis baginya” (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak no. 7875).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

اضْمَنُوا لِي سِتًّا مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَضْمَنْ لَكُمُ الْجَنَّةَ: اصْدُقُوا إِذَا حَدَّثْتُمْ، وَأَوْفُوا إِذَا وَعَدْتُمْ، وَأَدُّوا إِذَا اؤْتُمِنْتُمْ، وَاحْفَظُوا فُرُوجَكُمْ، وَغُضُّوا أَبْصَارَكُمْ، وَكُفُّوا أَيْدِيَكُمْ

”Jaminlah aku dengan enam perkara, dan aku akan menjamin kalian dengan surga: jujurlah (jangan berdusta) jika kalian berbicara; tepatilah jika kalian berjanji; tunaikanlah jika kalian dipercaya (jangan berkhianat); peliharalah kemaluan kalian; tahanlah pandangan kalian; dan tahanlah kedua tangan kalian.” (HR. Ahmad no. 22757. Dinilai hasan lighairihi oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth).

Menikah, Sarana Menjaga Pandangan Mata

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ

”Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena menikah itu lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan” (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400).

Dengan keimanan dan rasa takut dalam hatinya, seseorang bisa saja menahan pandangan matanya dari yang haram. Akan tetapi, dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa dengan menikah, seseorang akan lebih dapat menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Karena dia bisa menyalurkan syahwatnya kepada sesuatu yang halal, yaitu istrinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ، وَتُدْبِرُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ، فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ، فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِي نَفْسِهِ

”Sesungguhnya wanita itu maju dalam rupa setan dan membelakang dalam rupa setan. Jika salah seorang dari kalian melihat wanita yang mengagumkannya, maka datangilah istrinya. Karena hal itu menghilangkan apa yang terdapat dalam dirinya.” (HR. Muslim no. 1403).

Hal ini karena pandangan mata bisa membangkitkan kekuatan birahi, sehingga beliau memerintahkan untuk mengurangi kekuatan itu dengan cara mendatangi istri.

Dalam riwayat lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ امْرَأَةً فَأَعْجَبَتْهُ، فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ مَعَهَا مِثْلَ الَّذِي مَعَهَا

“Jika salah seorang dari kalian melihat wanita yang mengagumkannya, maka hendaklah ia mendatangi (menggauli) isterinya. Karena apa yang dimiliki wanita tersebut sama dengan yang dimiliki oleh isterinya.” (HR. Tirmidzi no. 1158 dan Ibnu Hibban dalam Shahih-nya no. 5572. Dinilai shahih oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth)

Semoga Allah Ta’ala memberikan keteguhan ke dalam hati kita untuk dapat menjaga pandangan mata kita dari yang haram dan menjauhkan kita dari berbagai fitnah yang dapat merusak keimanan kita. Amiin.

***

Selesai disempurnakan menjelang dzuhur, Sint-Jobskade Rotterdam NL, Sabtu 4 Dzulhijah 1436

Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel Muslim.or.id

www.sahabataqiqah.co.id

Address

Jalan Maulana Hasanudin No. 88, Poris, Cipondoh
Tangerang
15116

Opening Hours

Monday 07:00 - 21:00
Tuesday 07:00 - 21:00
Wednesday 07:00 - 21:00
Thursday 07:00 - 21:00
Friday 07:00 - 21:00
Saturday 07:00 - 21:00
Sunday 07:00 - 21:00

Telephone

085109964000

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sahabat Aqiqah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Sahabat Aqiqah:

Share