05/07/2019
KECANDUAN SEDEKAH
"Mas, kita harus bayar kontrakan untuk diperpanjang 2 tahun. Dua minggu lagi udah habis masa kontrak." Istriku mengulang kalimat itu setiap hari. Semakin berkurang jatah hari nya.
Aku sudah tak tahu harus berbuat seperti apa. Uang yang ada ditangan cuma tersisa 1,5 juta. Itupun untuk uang saku anak-anak dan kebutuhan makan seminggu lagi. Sedangkan kontrakan rumah harus bayar 20 juta. Uang darimana. Apalagi dagangan bakso yang kupunya semakin hari semakin sepi.
Akupun merenung. Memutar otak. Tapi hasilnya nihil. Mau gadaikan rumah, emang rumah siapa yang mau digadaikan... Gak mungkin juga rumah mertua, bisa jadi bahan ledekan para ipar nanti.
Adzan dhuhur berkumandang. Aku tersadar dari lamunanku, langsung saja kuambil air wudhu. Kulangkahkan kakiku menuju masjid. Kucurahkan segala kegelisahan hatiku pada sujud ku, kuceritakan segala masalahku padaNya, aku berserah diri, karena hanya Dia lah yang mampu memberi pertolongan padaku.
Selesai sholat berjamaah, ternyata ada kajian bersama ustadz idola ku. Waahh, kebetulan banget nih, ada kajian, aku harus ikut. Rohaniku butuh siraman, butuh pencerahan.
Akupun segera duduk dideretan paling depan.
"Harta yang disedekahkan adalah harta yang paling kekal abadi nantinya, dan sedekah itu p**a yang akan menolong diri kita sendiri."
"Jangan pernah takut bersedekah, karena bersedekah tak akan membuat kita menjadi miskin."
"Uang yang disedekahkan akan dikembalikan oleh Allah swt menjadi berlipat-lipat."
"Prioritaskan Sedekah, jangan menunggu ada sisa baru sedekah."
Itulah point yang aku tangkap dari tema kajian siang ini.
Aku pun segera p**ang, dan mengambil sisa uang yang aku punya. Kulajukan motorku ke salah satu panti asuhan yang terdekat.
Bertemu dengan ibu panti asuhan. Kuserahkan semua uang yang kupunya, sambil aku meminta doa, di doakan agar masalahku segera mendapat jalan keluar.
Akupun p**ang dengan hati bahagia. Seperti tak punya masalah berat. Istriku heran dengan perubahan sikap ku. Aku berusaha melupakan kejadian kemaren tanpa aku harus bercerita kepada siapapun termasuk istriku.
๐๐๐