19/09/2016
INDONESIA
Di Stardust Coffee Shop kami bercerita tentang Indonesia melalui House blend 6 Coffeebean premium kami, let's begin the history of Indonesia's Finest Coffee.
Arabica & Robusta (Ulee Kareeng) Aceh Gayo.
Kopi Gayo merupakan salah satu komoditi unggulan yang berasal dari Dataran Tinggi Gayo. Perkebunan Kopi yang telah dikembangkan sejak tahun 1908 ini tumbuh subur di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Kedua daerah yang berada di ketinggian 1200 m dari permukaan laut tersebut memiliki perkebunan kopi terluas di Indonesia.
Kopi Gayo memiliki aroma dan rasa yang sangat khas, Cita rasa kopi Gayo yang asli terdapat pada aroma kopi yang harum dan rasa gurih hampir tidak pahit. Bahkan ada juga yang berpendapat bahwa rasa kopi Gayo melebihi cita rasa kopi Blue Mountain yang berasal dari Jamaika.
Arabica Gunung Ringgit
Tumbuh dengan subur di area โGunung Ringgitโ Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Daerah penghasil kopi di wilayah Kab. Pasuruan meliputi : Kec. Purwodadi, Puspo, Lumbang, Tutur, Tosari & Prigen.
Tumbuh di ketinggian 1.200 m dpl, dengan tanaman penaung albasia, dan kelapa.
Arabica Bali Kintamani
Jenis kopi Bali Kintamani ini berasal dari kawasan dengan ketinggian berada di atas 900 dpl. Yang menarik adalah agroekosistem jenis kopi Kintamani Bali ini sangat cocok untuk pertumbuhan kopi Arabika dengan sistem pertaniannya yang dikenal homogen, terutama di kawasan Kintamani. Kawasan ini dikenal memiliki iklim dengan suhu udara yang dingin dan kering sesuai dengan suhu udara yang tinggi. Selain itu dengan tanah vulkanik yang subur membuat jenis tanaman kopi ini dapat dihasilkan dengan mutu berkualitas tinggi.
Arabica Flores Bajawa
Dataran tinggi Ngadha merupakan kawasan pertemuan dua lereng gunung api, yaitu Gunung Inerie dan Gunung Abulobo, Secara administratif kawasan tersebut merupakan wilayah dua kecamatan, yaitu Kecamatan Bajawa dan Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di dataran tinggi Ngadha kopi ditanam pada ketiggian antara 1.000 โ 1.550 m d.p.l. pada tanah vulkanik jenis Andosol yang subur.
Mereka bertanam kopi Arabika di bawah pohon penaung, menggunakan pupuk organik, dan tanpa menggunakan pestisida sintetik, serta petik selektif (hanya buah masak).
Sebagian besar kopi Arabika dari kawasan ini jika disangrai pada tingkat sedang (medium roasting) secara umum memiliki komponen-komponen citarasa utama sebagai berikut: bau kopi bubuk kering (fragrance) dan bau kopi seduhan (aroma) kuat bernuansa bau bunga (floral), perisa (flavor) enak dan kuat, kekentalan (body) sedang sampai kental, keasaman (acidity) sedang, serta kesan rasa manis (sweetness) kuat.
Banyak cara untuk mencintai negara kita, salah satunya dengan mengkonsumsi hanya kopi asli Indonesia, nah bila ingin mencicipi mixing 6 biji kopi unggulan Indonesia didalam secangkir kopi kalian hanya akan menemukannya di Stardust Coffee Shop
written by