Toko Buku Intuisi

Toko Buku Intuisi Toko Buku INTUISI berkomitmen untuk menghadirkan buku-buku terbaik bagi generasi muda Indonesia, dan

Cara pemesanan
Silakan SMS atau WA ke 082290883811 dengan format
Nama # Judul Buku # Jumlah Buku # Alamat
kami akan berikan balasan berupa rincian harga, ongkos kirim dan nomor rekening. transfer paling lambat 2 hari kerja, setelah itu dinyatakan lepas booking.

21/07/2026
30/06/2026
"Kita sedang melakukan sebuah eksperimen yang paling tidak masuk akal yang pernah dibayangkan oleh masyarakat beradab, y...
31/03/2026

"Kita sedang melakukan sebuah eksperimen yang paling tidak masuk akal yang pernah dibayangkan oleh masyarakat beradab, yaitu mendasarkan pernikahan (yang sifatnya tahan lama) pada cinta (yang hanya merupakan keinginan sesaat)."

"Secara normal dan logis, hasil akhir dari pernikahan yang hanya dilandasi cinta adalah perceraian, karena pernikahan membunuh cinta. Jika cinta muncul kembali, ia akan membunuh pernikahan, karena ketidaksesuaian dengan hal-hal yang melandasi pernikahan itu."

Buku ini memberikan sebuah perspektif unik di dunia yang mengagungkan CINTA. Menurut Denis de Rougemont, angka perceraian yang sangat tinggi di era modern, justru akibat dari mendasarkan pernikahan pada cinta.

Kita sering menceritakan sejarah Indonesia seolah-olah ia bergerak lurus: dari kolonialisme, menuju perlawanan, lalu kem...
28/03/2026

Kita sering menceritakan sejarah Indonesia seolah-olah ia bergerak lurus: dari kolonialisme, menuju perlawanan, lalu kemerdekaan, dan akhirnya menjadi negara modern. Tapi itu hanya ilusi. Sejarah tidak pernah linear. Setiap keputusan kecil membuka kemungkinan dunia yang sama sekali berbeda.

Kedatangan VOC bukanlah “takdir” Indonesia. Itu hanyalah salah satu kemungkinan dari banyak skenario global: persaingan dagang Eropa, perkembangan teknologi navigasi, dan kebutuhan akan rempah-rempah.

Namun begitu VOC menguasai jalur perdagangan, mereka mulai mengubah struktur sosial Nusantara. Kerajaan-kerajaan lokal tidak jatuh karena satu sebab tunggal, melainkan karena jaringan keputusan: aliansi yang salah, konflik internal, hingga kompromi jangka pendek demi keuntungan sesaat.

Masuk abad ke-20, muncul ide yang sebelumnya tidak ada: “Indonesia”. Ini bukan fakta geografis semata, melainkan konstruksi imajinatif yang disepakati bersama.

Momentum seperti Proklamasi Kemerdekaan Indonesia sering dianggap sebagai titik pasti. Padahal itu hanyalah satu cabang yang berhasil menang.

Setelah kemerdekaan, Indonesia tidak langsung menuju stabilitas. Ia berayun. Dari demokrasi parlementer, menuju otoritarianisme di era Soeharto, lalu kembali ke demokrasi pasca Reformasi 1998.

Kita sering melihat fase-fase ini sebagai evolusi menuju “kemajuan”. Namun dalam perspektif non-linear, ini lebih menyerupai eksperimen berulang.

Tidak ada jaminan bahwa demokrasi adalah titik akhir. Masa depan Indonesia tidak bisa diprediksi secara linear, tetapi bisa dibayangkan sebagai spektrum kemungkinan:

Jika mampu mengelola pendidikan, teknologi, dan institusi, Indonesia akan menjadi kekuatan regional utama. Jika korupsi, ketimpangan, dan polarisasi tidak teratasi, Indonesia akan terjebak dalam stagnasi.

Kita hidup bukan di ujung garis sejarah, tetapi di salah satu cabang yang kebetulan bertahan. Dan seperti semua cabang dalam sejarah, ia bisa terus tumbuh—atau patah.

Lalu apa yang mesti kita lakukan? Saya bisa saja tetap berjualan nasi kuning di halaman kantor Golkar Sulsel, atau.... Saya tidak menemukan percabangan sejarah yang lain. Apa mungkin sejarah memang garis lurus tanpa cabang?

Dulu saya cukup yakin bahwa sejarah bergerak dengan arah yang jelas—bahwa ada pola, ada hukum, dan kalau kita cukup teku...
28/03/2026

Dulu saya cukup yakin bahwa sejarah bergerak dengan arah yang jelas—bahwa ada pola, ada hukum, dan kalau kita cukup tekun membaca, kita bisa memahami ke mana dunia ini akan pergi. Keyakinan itu membuat banyak hal terasa lebih teratur, seolah hidup ini bagian dari sesuatu yang besar dan masuk akal.

Dalam esainya tentang Historical Inevitability, Isaiah Berlin justru meragukan keyakinan semacam itu. Ia mengkritik pandangan bahwa sejarah berjalan secara deterministik—seolah semua peristiwa sudah ditentukan oleh hukum tertentu, entah itu ekonomi, struktur sosial, atau “takdir sejarah”. Dalam pandangan ini, individu sering kali dianggap hanya sebagai pelaksana dari kekuatan besar yang tidak bisa dihindari.

Bagi Isaiah Berlin, cara berpikir seperti ini berbahaya. Kalau semua sudah dianggap tak terelakkan, maka tanggung jawab individu menjadi kabur. Keputusan-keputusan moral bisa dengan mudah dibenarkan: kekerasan, penindasan, atau ketidakadilan dianggap sekadar bagian dari proses sejarah yang memang harus terjadi. Seolah-olah manusia tidak benar-benar memilih, hanya menjalankan peran yang sudah ditulis sebelumnya.

Padahal, menurutnya, sejarah justru dibentuk oleh pilihan-pilihan manusia—yang sering kali tidak rasional, tidak konsisten, dan penuh ketidakpastian. Tidak ada satu hukum tunggal yang bisa menjelaskan semuanya. Dunia terlalu kompleks untuk diringkas menjadi satu pola besar. Dan mungkin, di situlah letak beban sekaligus martabat manusia: kita bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan, meskipun kita tidak pernah sepenuhnya menguasai keadaan.

Membaca ini sekarang rasanya agak berbeda. Dulu, saya mungkin akan menjadikannya bahan perdebatan panjang tentang determinisme dan kebebasan. Sekarang, saya justru melihatnya sebagai pengingat sederhana: bahwa hidup tidak punya jaminan arah, dan tidak ada teori yang bisa sepenuhnya menyelamatkan kita dari ketidakpastian.

Kalau dipikir-pikir, mungkin memang tidak ada yang “tak terelakkan” dalam hidup ini—kecuali tagihan paylater yang tetap datang, bahkan ketika gaji belum kita terima.

Buku Logika Informal menjadi sangat penting dibaca dalam kondisi hari ini karena sebagian besar perdebatan publik—di med...
16/03/2026

Buku Logika Informal menjadi sangat penting dibaca dalam kondisi hari ini karena sebagian besar perdebatan publik—di media sosial, politik, maupun ruang diskusi sehari-hari—tidak berlangsung dalam bentuk logika formal, tetapi dalam argumen sehari-hari yang sering penuh kekeliruan penalaran. Melalui buku ini, Afthonul Afif menjelaskan bagaimana cara mengenali struktur argumen, menilai kekuatan alasan, serta mendeteksi berbagai kesalahan berpikir yang kerap dipakai untuk memengaruhi opini.

Dalam era ketika informasi bergerak sangat cepat dan emosi sering lebih dominan daripada rasio, kemampuan memahami logika informal menjadi keterampilan penting agar seseorang tidak mudah terseret propaganda, retorika manipulatif, atau debat yang menyesatkan. Buku ini membantu pembaca mengembangkan sikap intelektual yang lebih hati-hati: memeriksa klaim, menimbang alasan, dan tidak menerima suatu pernyataan hanya karena terdengar meyakinkan.

Singkatnya, membaca buku ini berarti membekali diri dengan alat berpikir untuk tetap rasional di tengah kebisingan wacana publik saat ini.

LOGIKA INFORMAL
Pedoman Berpikir Kritis dan Berargumen Efektif dalam Kehidupan Sehari-hari
Afthonul Afif
IRCiSoD, 2025
Rp. 40.000
138 Halaman
Bekas, Mulus
Rp. 40.000

Buku Bias Kognitif menjadi bacaan yang sangat urgent untuk masa kini karena manusia modern hidup di tengah banjir inform...
16/03/2026

Buku Bias Kognitif menjadi bacaan yang sangat urgent untuk masa kini karena manusia modern hidup di tengah banjir informasi, opini, dan propaganda. Dalam situasi seperti ini, masalah terbesar sering bukan kurangnya informasi, melainkan cara pikiran kita memproses informasi tersebut. Melalui buku ini, Afthonul Afif menjelaskan bahwa manusia memiliki berbagai bias kognitif—kecenderungan mental yang membuat kita menilai sesuatu secara keliru tanpa kita sadari.

Bias seperti confirmation bias, misalnya, membuat orang lebih mudah menerima informasi yang menguatkan keyakinannya dan menolak fakta yang bertentangan. Di era media sosial, bias semacam ini memperkuat polarisasi, menyebarkan hoaks, dan membuat diskusi publik semakin irasional.

Karena itu, buku ini penting dibaca agar kita memahami bagaimana pikiran kita sendiri bisa menipu kita. Dengan mengenali bias-bias tersebut, pembaca dilatih untuk lebih reflektif, tidak mudah terpancing emosi, dan lebih hati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Singkatnya, buku ini memberi bekal intelektual agar kita tetap rasional di tengah dunia yang semakin bising oleh opini dan ilusi kepastian.

BIAS KOGNITIF
Afthonul Afif
IRCiSoD, 2025
400 Halaman
Bekas, Mulus
Rp. 75.000

Buku Critical Thinking menjadi bacaan yang sangat urgent bagi mahasiswa hari ini karena dunia akademik tidak lagi hanya ...
15/03/2026

Buku Critical Thinking menjadi bacaan yang sangat urgent bagi mahasiswa hari ini karena dunia akademik tidak lagi hanya menuntut kemampuan menghafal, tetapi kemampuan menilai dan menguji argumen secara rasional. Melalui penjelasan yang sistematis, Afthonul Afif menunjukkan bagaimana banyak klaim—baik di media sosial, ruang publik, maupun diskusi kampus—sering tampak meyakinkan tetapi sebenarnya rapuh secara logika.

Bagi mahasiswa, buku ini penting karena memberikan alat intelektual dasar: memahami struktur argumen (premis dan kesimpulan), mengenali kesalahan berpikir (logical fallacies), serta membedakan fakta, opini, dan manipulasi retorika. Tanpa kemampuan ini, mahasiswa mudah terseret arus opini populer, propaganda politik, atau debat emosional yang miskin argumen.

Singkatnya, buku ini membantu mahasiswa menjadi pembelajar yang otonom dan rasional—bukan sekadar pengulang pendapat dosen, tokoh publik, atau mayoritas. Di tengah banjir informasi dan polarisasi wacana hari ini, kemampuan berpikir kritis bukan lagi keunggulan akademik, tetapi kebutuhan dasar seorang intelektual muda.

Afthonul Afif
IRCiSoD, 2025
142 Halaman
Bekas, mulus
Rp. 40.000

Budayakan "bawa" buku, biar kelihatan intelek.
26/01/2026

Budayakan "bawa" buku, biar kelihatan intelek.

Address

Jalan Dg Tata 1 Blok IV No. 68A
Sungguminasa

Opening Hours

Monday 08:00 - 04:00
Tuesday 08:00 - 04:00
Wednesday 08:00 - 04:00
Thursday 08:00 - 04:00
Friday 08:00 - 04:00
Saturday 08:00 - 04:00
Sunday 15:00 - 04:00

Telephone

+6282290883811

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Toko Buku Intuisi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Toko Buku Intuisi:

Shortcuts

Share