12/09/2018
Hati-hati dengan CURHAT kepada Allooh.
__________________________________________
Pertanyaan pertamanya sih, adakah dalil yang dianjurkan kepada kita untuk "curhat" kepada Allooh?
Emang ada?
Nah itu saya nanya, ada/tidak ada? Jangan sampai kita latah ikut-ikutan dengan tagline "curhatin aja kepada Allooh"
Awalnya sih gini kan? Yaa Allooh aku kesepian belum punya pasangan, umur udah menua, jodoh entah di mana, pendapatan cukup, TAPI KENAPA BELUM NEMU JODOH?
Nah tuh hati-hati dengan kalimat huruf tebal di atas. Atau yang semisalnya, yang seperti bertanya, TAPI MENYALAHKAN KEHENDAK ALLOOH.
Jlebbbbb.
Engeh gak? Nah itu tuh YANG BERBAHAYA, SAAT CURHAT KEPADA ALLOOH. Awalnya curhat, ujung-ujungnya bertanya tapi menyalahkan. Hati-hati loh...!!!
Aslinya, saat tertekan (besarnya keinginan, tapi kenyataan tidak sesuai dengan keinginan) tak menyadari akan berucap menyalahkan Allooh.
Lah, terus ketika mendapatkan masalah harus berbuat apa?
Ya.. Berserah diri kepada Allooh dengan rasa tidak berdaya sabil berpikir mencari solusi. Insyaa Allooh ada jalan.
Kata-katanya gimana?
Bismillaah... Yaa Allooh aku serahkan kembali masalah ini kepadaMU, hamba tak kuasa menerima cobaan ini.
Karena jika kita tergelincir kepada perilaku menyalahkan (berprasangka buruk) kepada Allooh, maka bersiap-siaplah dengan hukuman dariNYA.
Firman Allooh :
وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ ۚ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ ۖ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
dan Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan (juga) orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan YANG BERPRASANGKA BURUK TERHADAP ALLOOH. Mereka akan mendapat giliran (azab) yang buruk dan Allooh murka kepada mereka dan mengutuk mereka serta menyediakan neraka Jahanam bagi mereka. Dan (neraka Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali.
-Surat Al-Fath, Ayat 6
Berhati-hatilah kawan....
Baarokalloohu fiikum...
Dalam ayat yang lain, Allooh berfirman :
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۚ قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ ۚ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ ۖ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ
Dan sungguh, jika engkau tanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Niscaya mereka menjawab, “Allooh.” Katakanlah, “Kalau begitu tahukah kamu tentang apa yang kamu sembah selain Allooh, jika Allooh hendak mendatangkan bencana kepadaku, apakah mereka mampu menghilangkan bencana itu, atau jika Allooh hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat mencegah rahmat-Nya?” Katakanlah, “Cukuplah Allooh bagiku. Kepada-Nyalah orang-orang yang bertawakal berserah diri.”
-Surat Az-Zumar, Ayat 38