14/07/2026
Di era digital saat ini, perjuangan membela masyarakat yang terpinggirkan dan lingkungan hidup tidak lagi berjalan dengan bebas. Teknologi dan media sosial yang seharusnya menjadi ruang untuk menyuarakan kebenaran, juga kerap digunakan untuk melemahkan suara-suara kritis.
Serangan tidak hanya datang dalam bentuk narasi tandingan atau penyebaran informasi yang menyesatkan, tetapi juga melalui serangan digital terhadap media dan individu yang berani mengungkap fakta.
Sepanjang Juni–Juli 2026, beberapa media mengalami dugaan serangan digital, di antaranya Tempo, Kawula17, dan Floresa.co. Ketiganya dikenal aktif memberitakan isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan publik, korupsi, hingga kerusakan lingkungan.
Hal ini menunjukkan bahwa ruang digital juga menjadi medan perjuangan. Karena itu, kita perlu memahami cara bertahan dan menjaga keamanan digital agar suara-suara yang berpihak pada kebenaran tetap bisa didengar.
Melalui diskusi Pasar Garasi bertajuk "Siasat Bertahan di Ruang Digital", para narasumber berbagi pengalaman dan strategi menghadapi berbagai ancaman di ruang digital. Diskusi ini mengajak kita untuk lebih sadar bahwa menjaga keamanan digital adalah bagian dari upaya mempertahankan ruang hidup dan kebebasan bersuara.