Kedai JATAM

Kedai JATAM Kanal Produk Komunitas Berdaya Pulih Kanal Produk Komunitas Berdaya Pulih

Membangun Gerakan Produksi Konsumsi Tanding Yang Berkeadilan dan Berdaya Pulih.

Perubahan pembangunan dan tata kelola lingkungan yang berkesinambungan dimulai dari gaya hidup revolusi revolusi kecil skala rumah tangga, pola produksi konsumsi di meja makan kita, revoulusi di dapur dan revolusi di kebun pekarangan kita. Kedai JATAM mendampingi dan mengangkat usaha daya pulih masyarakat/komunitas dari daerah krisis, juga menjadi rumah bersama kanal distribusi keberagaman produk

- produk unggulan dari petani. Lebih dari itu, Kedai JATAM berusaha menata kembali pola produksi konsumsi di masyarakat yang tidak sehat, cenderung konsumtif, eksploitasi, industrialisasi dan instan yang merusak menjadi produksi konsumsi yang berdaulat dan bertanggung jawab.

14/07/2026

Di era digital saat ini, perjuangan membela masyarakat yang terpinggirkan dan lingkungan hidup tidak lagi berjalan dengan bebas. Teknologi dan media sosial yang seharusnya menjadi ruang untuk menyuarakan kebenaran, juga kerap digunakan untuk melemahkan suara-suara kritis.

Serangan tidak hanya datang dalam bentuk narasi tandingan atau penyebaran informasi yang menyesatkan, tetapi juga melalui serangan digital terhadap media dan individu yang berani mengungkap fakta.

Sepanjang Juni–Juli 2026, beberapa media mengalami dugaan serangan digital, di antaranya Tempo, Kawula17, dan Floresa.co. Ketiganya dikenal aktif memberitakan isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan publik, korupsi, hingga kerusakan lingkungan.

Hal ini menunjukkan bahwa ruang digital juga menjadi medan perjuangan. Karena itu, kita perlu memahami cara bertahan dan menjaga keamanan digital agar suara-suara yang berpihak pada kebenaran tetap bisa didengar.

Melalui diskusi Pasar Garasi bertajuk "Siasat Bertahan di Ruang Digital", para narasumber berbagi pengalaman dan strategi menghadapi berbagai ancaman di ruang digital. Diskusi ini mengajak kita untuk lebih sadar bahwa menjaga keamanan digital adalah bagian dari upaya mempertahankan ruang hidup dan kebebasan bersuara.

Floresa.co mengalami gangguan akibat serangan DDoS — lonjakan trafik tidak wajar dari banyak sumber yang membuat server ...
08/07/2026

Floresa.co mengalami gangguan akibat serangan DDoS — lonjakan trafik tidak wajar dari banyak sumber yang membuat server kewalahan.

Efek: situs lambat/error sementara.

Tim kami sedang mitigasi dan memulihkan layanan. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya kawan-kawan.

Tim Floresa

03/07/2026

Rekap Diskusi "Bacaan Bumi: Pemikiran Ekologis untuk Indonesia"
Sabtu lalu, Pasar Garasi mengadakan sesi diskusi dan bedah buku "Bacaan Bumi: Pemikiran Ekologis untuk Indonesia."

Melalui sesi ini, kita diajak memahami bahwa bumi selalu memberi banyak pelajaran. Mulai dari berbagai persoalan kerusakan lingkungan hingga pentingnya saling mengenal, menjaga, dan merawat ruang hidup demi masa depan bersama.

Dalam ruang diskusi ini, para peserta belajar bersama, mendengar berbagai cerita, berbagi pengalaman, serta menyadari bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita semua.

Diskusi dipandu langsung oleh salah satu penulis buku Bacaan Bumi, Melky Nahar, bersama Windy Pranata, yang berbagi pengalaman dan perspektif dari perjuangan warga di Kalimantan Timur, dengan moderator
Anastasia Ika salah satu peneliti juga jusnalis.

Jangan lupa ikuti terus berbagai keseruan ruang belajar bersama di Pasar Garasi setiap bulannya. Karena pada akhirnya, kita semua adalah pembelajar yang terus bertumbuh.

Kopi ini berasal dari Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara—salah satu daerah penghasil kopi Arabika terbaik di In...
02/07/2026

Kopi ini berasal dari Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara—salah satu daerah penghasil kopi Arabika terbaik di Indonesia. Setiap bijinya lahir dari kerja keras dan ketekunan para petani di Desa Pandiangan yang selama turun-temurun merawat tanah, alam, dan tradisi bertani.

Namun hari ini, para petani kopi Dairi tengah menghadapi ancaman industri tambang. Sejak 2008, mereka terus berjuang mempertahankan tanah dan ruang hidupnya dari rencana pertambangan seng dan timah yang mengancam keberlangsungan pertanian serta sumber-sumber kehidupan mereka.

Ironisnya, kebijakan yang menetapkan kawasan ini sebagai wilayah pertanian justru dilanggar oleh pemerintah bersama korporasi. Bahkan, putusan pengadilan yang telah menyatakan izin tambang di wilayah ini batal demi hukum pun tetap diabaikan.

Melalui secangkir kopi ini, para petani Dairi mengajak Anda menjadi bagian dari perjuangan mereka. Dengan membeli kopi Dairi, Anda turut mendukung petani agar tetap dapat bertani, menjaga cita rasa yang lahir dari tanah yang lestari, merawat kekerabatan, mewariskan kehidupan antargenerasi, serta memperkuat ekonomi rakyat.

Jangan campurkan kopimu dengan tambang. Sebab, di balik secangkir kopi yang kita nikmati, ada tanah yang harus dijaga—dan ada kehidupan para petani yang sedang dipertahankan.

Pasar Garasi Batch  #14Membaca Bumi, Menjaga Rumah Kita Bumi selalu punya cerita. Pertanyaannya, apakah kita masih mau m...
26/06/2026

Pasar Garasi Batch #14

Membaca Bumi, Menjaga Rumah Kita
Bumi selalu punya cerita. Pertanyaannya, apakah kita masih mau mendengarkannya?

Mari hadir di Pasar Garasi Edisi #14 untuk bertemu, berbagi, dan belajar bersama melalui lapak komunitas, bedah buku Bacaan Bumi, serta nobar dan diskusi film dokumenter O'Hongana Manyawa: Nanga Tau Hihangoka (Rumah Kami Telah Hilang)

Hari/tgl : Sabtu, 27 Juni 2026
Waktu : 11.00–21.00 WIB
Tempat: Kedai JATAM, Jl. Palapa XIX No.38, Ps.Minggu, Jakarta Selatan

Datang, bawa temanmu. Mari belanja produk komunitasmu dan  membaca bumi, merawat ingatan, dan menjaga rumah kita bersama.

Pasar Garasi Batch  #14 Hari Lingkungan Hidup SeduniaBumi selalu berbicara, tinggal bagaimana kita mau mendengarnya.Mari...
16/06/2026

Pasar Garasi Batch #14
Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Bumi selalu berbicara, tinggal bagaimana kita mau mendengarnya.
Mari bertemu di Pasar Garasi Edisi #14: Membaca Bumi, Menjaga Rumah Kita.

Dengan acara yang keren dan gak kalah dengan pasar garasi sebelumnya:

Lapakan Komunitas

Diksusi & Bedah Buku
Bacaan Bumi:
Pemikiran Ekologis untuk Indonesia

Nobar & Dikusi Film
O'Hingana Manyawa:
Nanga Tau Hihangoka (Rumah kami telah hilang)
~ Liputan Dokumenter Mongabay Indonesia ~

Waktu & Tempat
📅 27 Juni 2026
🧭10.00 - 21.00 WIB
📍 Kedai JATAM, Jl. Palapa XIX No.18 Ps.Minggu

Karena menjaga bumi berarti menjaga rumah kita bersama.

01/06/2026

Ketika kami berada di Jawa Timur untuk memperingati 20 tahun tragedi Lumpur Lapindo, pada 31 Mei kemarin Sukatani tampil di Surabaya.

Melalui musik dan suaranya, mereka mengingatkan bahwa bencana yang lahir dari proyek-proyek rakus seperti Lapindo bukan hanya cerita masa lalu. Ia bisa terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja ketika keselamatan rakyat dan ruang hidup dikorbankan demi kepentingan investasi.

Dua puluh tahun berlalu, lumpur masih mengalir. Ingatan harus tetap hidup, sebab selama ekstraktivisme terus dipaksakan, ancaman Lapindo-Lapindo baru selalu mengintai.




30/05/2026

PASAR RAKYAT HATAM 2026

Dari Lapindo ke Seluruh Pulau: Menghadang Ekstraktivisme, Meneguhkan Veto Rakyat

Di tengah ancaman tambang, geotermal, perkebunan skala besar, dan berbagai bentuk ekstraktivisme, pasar rakyat menjadi cara lain untuk meneguhkan bahwa rakyat masih menanam, mengolah, berbagi, dan menjaga ruang hidupnya. Perlawanan tak hanya di jalan aksi, namun kami juga tumbuh dari pangan, solidaritas, dan keberanian mempertahankan tanah yang tersisa.

Pasar Rakyat hadir bukan sebagai ruang transaksi kapitalistik, melainkan ruang temu perjuangan. Tempat warga menghadirkan hasil kebun, pangan lokal, olahan komunitas, kerajinan, zine, hingga cerita-cerita tentang tanah yang dipertahankan.

Mari hadir di Taman Dwarakerta, 29 - 30 Mai 2026

Kalian bisa belajar,.belanja untuk mendukung perjuangan kawan-kawan yang sedang berjuang mempertehankan ruang hidupnya, ruang hidup yang berkelanjutan, ruang hidup tanpa pertambangan.

RAKYAT butuh PANGAN bukan TAMBANG!!!




20/05/2026

Pesta Babi mengajak kita melihat bagaimana ruang hidup, tanah, dan martabat warga sering dipertaruhkan atas nama pembangunan dan kerakusan.

Suara-suara kecil yang kerap dibungkam justru menyimpan keberanian paling besar untuk bertahan, melawan, dan menjaga kehidupan.

Terima kasih untuk semua yang hadir, berdiskusi, dan ikut merawat ingatan bahwa perjuangan belum selesai. Karena kadang, perubahan dimulai dari keberanian untuk melihat, mendengar, lalu memilih untuk tidak diam.

PAPUA BUKAN TANAH KOSONG!!!

Halo, salam kenal. Namaku .situmorang Rumahku di  tempat sederhana yang penuh cerita, tawa, diskusi, dan suara-suara yan...
08/05/2026

Halo, salam kenal. Namaku .situmorang
Rumahku di tempat sederhana yang penuh cerita, tawa, diskusi, dan suara-suara yang gak mau dibungkam.

Di sini aku belajar bahwa secangkir kopi bisa jadi teman bertahan, dan obrolan kecil bisa tumbuh jadi gerakan.
Senang kenal kalian semua

Address

Jalan Palapa XIX No. 38, RT. 12/RW. 5, Ps. Minggu
South Jakarta
12520

Opening Hours

Monday 11:00 - 21:00
Tuesday 11:00 - 21:00
Wednesday 11:00 - 21:00
Thursday 11:00 - 21:00
Friday 11:00 - 21:00

Telephone

+81318366914

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kedai JATAM posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kedai JATAM:

Shortcuts

Share

Category