Partai Secangkir Kopi

Partai Secangkir Kopi Partai mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. Didirikan di Student and Multiculture Center pada 6 November 2015.

Partai Secangkir Kopi lahir dengan kesadaran dan perjuangan guna mewujudkan keseimbangan intelektual mahasiswa UNY. PSK lahir dengan rasa prihatin akan kondisi kampus yang statis bahkan dekaden. Menyadari bahwa mahasiswa merupakan pencipta kebudayaan, dan bahwa pembangunan kebudayaan Kampus, dan Indonesia-baru hanya dapat dilakukan oleh mahasiswa bersama rakyat, maka pada 6 November 2015 didirikan

lah Partai. Pendirian ini terjadi di tengah-tengah proses perkembangan kebudayaan yang dekaden. Kelembaman situasi politik kampus, serta rendahnya dayaupaya mahasiswa untuk mencipta. Kesadaran, serta peran serta mahasiswa dalam dinamika pendidikan, kebudayaan, ekonomi, sosial, dan politik kampus maupun nasional adalah tujuan Partai. Selanjutnya, merebut kembali Ruang Publik sebagai sarana utama mahasiswa dan rakyat dalam menumbuhkan kesadaran adalah wujud praktis guna mengembalikan kedaulatan mahasiswa-rakyat.

05/12/2015

Ruang Publik

Ruang Publik adalah perangkat yang seharusnya secara sadar dijadikan sebagai tempat bagaimana menyikapi situasi kiwari kampus dialih bentuk menjadi aksi nyata.

Ruang Publik, dalam situasi kiwari kampus tak hanya mengecilkan ukuran, tapi juga mengubah keseluruhan bentuknya dari ada menjadi tiada, dari fisik menjadi non-fisik, sampai pada dari teraba menjadi terasa.

Melalui kebijakan-kebijakan kampus, perguruan tinggi mengeliminasi Ruang Publik sebagai sumber keterbacaan mahasiswa terhadap situasi kiwari kampus. Dengan iming-iming pragmatis dengan sendirinya budaya tatap muka dalam ruang publik di eliminasi.

Kebijakan berciri seperti itu harusnya dimusnahkan. Kampus menjadi artefak dari peradaban yang tak mampu melakukan apa-apa. Mereka, walau bukan entitas ekstrem, namun tetap jadi gulma perintang pertumbuhan peradaban kampus.

Dan untuk proses pengembalian Ruang Publik kita harus berhadapan vis a vis. Tidak hanya dengan birokrat kampus, namun dengan mahasiswa lain dan diri sendiri.

03/12/2015

ZAKI, KERJA DAN BUKU

Bagi Calon Presiden Mahasiswa, Zakiyudin, buku itu penting. Termasuk bagaimana buku tersebut mampu di distribusikan secara lapang. Untuk itulah, Zaki bersama Partai Secangkir Kopi mencoba membantu "Rumah Pintar" di pelosok Flores bersama mahasiswa UNY yang tengah menunaikan SM3T.

Keseriusan Zaki melihat buku sebagai instrumen "kebudayaan Intelektuil" dapat dilihat dari postingan di linimasa fanspage ini maupun akun pribadinya.

Bagi Zaki, buku itu mahkota seorang pemimpin. Maka ketika forum diskusi bersama lingkup Partai, ia kerap memasukan bagaimana pentingnya buku. Buku itu memperkaya gagasan dan lema.

"Buku itu sahabat inspirasi," kata Zaki meyakinkan ruang diskusi. Dengan buku, Zaki menjadikan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (BEM FE) sebagai instrumen inspirasi mahasiswa.

Tilik saja sudah berapa banyak komunitas hasil ejawantahan buku yang di wadahi BEM FE bersama Zaki. "Inspirasi itu penting," kata Zaki.

Membaca buku itu membutuhkan suasana yang nyaman dan hening. Di beberapa saat, Zaki membutuhkan waktu untuk itu. Maka jangan kaget kalau Zaki menjadi Presiden Mahasiswa, ia akan mengejawantahkan isi kepalanya perihal isu-isu kontemporer.

Di dalam situasi kiwari kampus yang kian merosot, program-program Zaki akan menjadi cambuk dalam kelembaman kampus. Program pendirian UKM di kampus Wates, menghidupkan kembali Ruang Publik kampus, sampai menjadikan Student Center sebagai epicentrum kebudayaan di UNY adalah ejawantahan kepala Zaki dari buku.

Maka, tidak salah jika Zaki dijuluki sebagai manusia buku dengan kultur lebah pekerja. Karena, ia tidak segan-segan tuk masuk kedalam ruang-ruang kelas tuk mengajak seluruh mahasiswa UNY andil menentukan masa depan kampus UNY.

Ya, ia adalah tipikal manusia kerja, manusia yang mengajak seluruh elemen kampus tuk menjadi sahabatnya: sahabat inspirasi.

Tabik!

24/11/2015

Partai Tanpa Kultur Penerbitan

Pemimpin partai datang hanya membawa sambutan, bukan bacaan kepada kader. Pemimpin membawa kepekaan pidato, bukan refleksi pemikiran yang bernas dan mendalam. Pemimpin berpidato, Rakyat mendengar. Bukan pemimpin menulis, rakyat membaca dan meresapinya.

Bahkan Sukarno yang jika berbicara menggetarkan, membakar semangat, kata-kata, dan pilihan diksinya merasuk hingga tulang sumsum, masih berpikir bahwa yang ditinggalkannya kepada rakyatnya adalah tulisannya yang berapi-api, bukan suaranya. Maka, dalam suasana pergerakan yang serba susah bergerak, Soekarno berusaha memimpin sendiri "perusahaan" jurnalistik seperti Persatoean Indonesia, Soeloeh Indonesia Muda, Fikiran Ra'jat, serta buku-buku dan brosur.

Begitu banyak pemimpin partai yang lebih peduli pada fesyen Sukarno, tapi melupakan tradisi Sukarno membuat lembaga penerbitan dan tulisan. [gus muh]

Yuuk tengook di flores ada lulusan UNY sedang mengembangkan pendidikan disana, mari kita sumbangkan buku untuk pendidika...
23/11/2015

Yuuk tengook di flores ada lulusan UNY sedang mengembangkan pendidikan disana, mari kita sumbangkan buku untuk pendidikan disana.


21/11/2015

Memilih PSK Berarti Memiilh Menjadi Bagian dari Kekuatan Sosial

Kekuatan-kekuatan sosial *(Partai) yang sekarang ada di UNY sejatinya bekerja dalam konjungtur tertentu. Partai terbentuk dan ada tidak secara serabutan dan bersifat acak. Partai dibentuk dari dan oleh sejarah.

Sejatinya perjuangan Partai melulu harus khusus dan spesifik. Partai harus mengerti apa dan siapakah mereka -mahasiswa, bagaimana mereka bekerja -struktur dan kultur ormawa, apa batas-batas dan kemungkinan-kemungkinan mereka -kelemahan dan capaian ormawa, serta apa saja yang dapat mereka tunaikan dan tidak dapat mereka tunaikan -kualitas produksi.

*Partai secarah harfiah selalu identik dengan politik. Politik selalu identik dengan kekuasaan dan urusan ketatanegaraan. Namun, dalam konsep Partai Mahasiswa, Pemaknaan Partai Mahasiswa harus diredefinisi.

Partai Mahasiswa, bukan lagi dimaknai sebagai kekuatan-kekuatan politik, namun harus dimaknai sebagai kekuatan-kekuatan sosial.

Pemaknaan kembali menjadi penting, terutama dalam dua hal: pertama, jika Partai Mahasiswa dimaknai sebagai kekuatan-kekuatan politik, maka urusan akan melulu birokratis dan hubungan yang terbangun adalah hubungan (sistem) vertikal dengan birokrasi kampus/negara. Namun, jika Partai Mahasiswa dimaknai sebagai kekuatan-kekuatan sosial, tuntutan akan perubahan sosio-kultur mahasiswa merupakan urusan utama. Hubungan horispntal akan semakin kentara.

Walaupun pada dasarnya, pemaknaan Partai Politik memang pada "perubahan sosial". Namun secara eksistensi lebih cenderung sebagai kekuatan-kekuatan politik guna menumbangkan/menguasai struktur tertentu.

Kedua, pemaknaan Partai Mahasiswa sebagai kekuatan-kekuatan sosial menjadi penting jika melihat kondisi mahasiswa di UNY. Orientasi, harapan, serta tujuan mahasiswa bergabung dalam wadah organisasi hanya bersifat epistimologis. Ketakutan akan frasa "politik praktis", "ditunggangi", "tidak murni" mau tidak mau harus diakui, bahwa frasa tersebut menghantui sebagian besar mahasiswa UNY dalam memutusan bergabung dalam wadah organisasi, terlebih Partai Mahasiswa.

Partai Mahasiswa sebagai kekuatan-kekuatan sosial. akan bersifat dinamis, menyeluruh, dan tak akan terkubur akan isu apapun. Karena dalam urusan organisasi di UNY -jika ingin mendapatkan sambutan positif, keberhasilan organisasi terletak dalam praktik-praktik sosialnya.

Tabik!

20/11/2015

yuuk like,

Partai mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. Didirikan di Student and Multiculture Center pada 6 November 2015.

20/11/2015

VISI
Terwujudnya Mahasiswa Pancasila dan kesejahteraan mahasiswa yang demokratis adil dan makmur

MISI :

1. Menghimpun dan memperjuangkan aspirasi mahasiswa sebagai arah kebijakan Partai.
2. Memperjuangkan kebijakan Partai menjadi kebijakan penyelenggaraan Pemerintah.
3. Menghimpun, membangun dan menggerakkan kekuatan mahasiswa guna membangun mahasiswa Pancasila.
4. Menghimpun, merumuskan dan memperjuangkan aspirasi mahasiswa dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan pemerintah memperjuangkan kedaulatan mahasiswa dibidang ekonomi, sosial dan budaya secara demokratis

14/11/2015

INTRO

Partai Secangkir Kopi lahir dengan kesadaran akan perjuangan guna mewujudkan keseimbangan intelektual mahasiswa UNY. Partai lahir dengan rasa prihatin akan kondisi kampus yang statis bahkan dekaden.

Kesadaran, serta peran serta mahasiswa dalam dinamika pendidikan, kebudayaan, ekonomi, sosial, dan politik kampus maupun nasional adalah tujuan Partai.

Selanjutnya, Ruang Publik sebagai sarana utama mahasiswa dalam menumbuhkan kesadaran adalah wujud praktis guna menumbuhkan kesadaran mahasiswa.

Tabik!

14/11/2015

INTRO

Ruang Publik adalah perangkat yang seharusnya secara sadar dijadikan sebagai tempat bagaimana menyikapi situasi kiwari kampus dialih bentuk menjadi aksi nyata.

Ruang Publik, dalam situasi kiwari kampus tak hanya mengecilkan ukuran, tapi juga mengubah keseluruhan bentuknya dari ada menjadi tiada, dari fisik menjadi non-fisik, sampai pada dari teraba menjadi terasa.

Melalui kebijakan-kebijakan kampus, perguruan tinggi mengeliminasi Ruang Publik sebagai sumber keterbacaan mahasiswa terhadap situasi kiwari kampus. Dengan iming-iming pragmatis dengan sendirinya budaya tatap muka dalam ruang publik di eliminasi.

Kebijakan berciri seperti itu harusnya dimusnahkan. Kampus menjadi artefak dari peradaban yang tak mampu melakukan apa-apa. Mereka, walau bukan entitas ekstrem, namun tetap jadi gulma perintang pertumbuhan peradaban kampus.

Dan untuk proses pengembalian Ruang Publik kita harus berhadapan vis a vis. Tidak hanya dengan birokrat kampus, namun dengan mahasiswa lain dan diri sendiri.
Tabik!

Address

Sleman
55281

Telephone

085797444996

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Partai Secangkir Kopi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Partai Secangkir Kopi:

Share

Category