21/11/2015
Memilih PSK Berarti Memiilh Menjadi Bagian dari Kekuatan Sosial
Kekuatan-kekuatan sosial *(Partai) yang sekarang ada di UNY sejatinya bekerja dalam konjungtur tertentu. Partai terbentuk dan ada tidak secara serabutan dan bersifat acak. Partai dibentuk dari dan oleh sejarah.
Sejatinya perjuangan Partai melulu harus khusus dan spesifik. Partai harus mengerti apa dan siapakah mereka -mahasiswa, bagaimana mereka bekerja -struktur dan kultur ormawa, apa batas-batas dan kemungkinan-kemungkinan mereka -kelemahan dan capaian ormawa, serta apa saja yang dapat mereka tunaikan dan tidak dapat mereka tunaikan -kualitas produksi.
*Partai secarah harfiah selalu identik dengan politik. Politik selalu identik dengan kekuasaan dan urusan ketatanegaraan. Namun, dalam konsep Partai Mahasiswa, Pemaknaan Partai Mahasiswa harus diredefinisi.
Partai Mahasiswa, bukan lagi dimaknai sebagai kekuatan-kekuatan politik, namun harus dimaknai sebagai kekuatan-kekuatan sosial.
Pemaknaan kembali menjadi penting, terutama dalam dua hal: pertama, jika Partai Mahasiswa dimaknai sebagai kekuatan-kekuatan politik, maka urusan akan melulu birokratis dan hubungan yang terbangun adalah hubungan (sistem) vertikal dengan birokrasi kampus/negara. Namun, jika Partai Mahasiswa dimaknai sebagai kekuatan-kekuatan sosial, tuntutan akan perubahan sosio-kultur mahasiswa merupakan urusan utama. Hubungan horispntal akan semakin kentara.
Walaupun pada dasarnya, pemaknaan Partai Politik memang pada "perubahan sosial". Namun secara eksistensi lebih cenderung sebagai kekuatan-kekuatan politik guna menumbangkan/menguasai struktur tertentu.
Kedua, pemaknaan Partai Mahasiswa sebagai kekuatan-kekuatan sosial menjadi penting jika melihat kondisi mahasiswa di UNY. Orientasi, harapan, serta tujuan mahasiswa bergabung dalam wadah organisasi hanya bersifat epistimologis. Ketakutan akan frasa "politik praktis", "ditunggangi", "tidak murni" mau tidak mau harus diakui, bahwa frasa tersebut menghantui sebagian besar mahasiswa UNY dalam memutusan bergabung dalam wadah organisasi, terlebih Partai Mahasiswa.
Partai Mahasiswa sebagai kekuatan-kekuatan sosial. akan bersifat dinamis, menyeluruh, dan tak akan terkubur akan isu apapun. Karena dalam urusan organisasi di UNY -jika ingin mendapatkan sambutan positif, keberhasilan organisasi terletak dalam praktik-praktik sosialnya.
Tabik!