Jogja Jajan

Jogja Jajan Jogja Jajan adalah tempat saya tetirah sambil berbagi beberapa hal yg memiliki satu persamaan : bermuara di pencernaan.

WARUNG ENAAK (Purnama) BANTULEnak a-nya dobel!Ga salah juga sih kalau tenpat ini diberi nama Enaak, karena rasanya tidak...
13/04/2019

WARUNG ENAAK (Purnama) BANTUL
Enak a-nya dobel!

Ga salah juga sih kalau tenpat ini diberi nama Enaak, karena rasanya tidak mengecewakan. Rasa lho ya gaes...Rasaaa.
Kalau tentang kualitas pelayanan, ya beda cerita qiqiqiqi.

Lokasinya ada di Kota Bantul, tepatnya di samping Purnama Toserba, berhadapan dengan markas Kodim Bantul. Parkiran biasanya padat karena menjadi satu dengan swalayan Purnama. Jadi supaya tidak kesal hatinya, kalau mau datang kesini sebaiknya siap2 parkir dipinggir jalan atau lebih bagus lagi menghindari jam makan pada umumnya.

Sebagai warung makan yang cukup terkenal di Bantul, jangan tanya jumlah pengunjungnya ya. Karena itu sebelum pesan makanan sebaiknya ngecek dulu ke kasir berapa jumlah antrian yang masih akan diproses. Sambil jangan lupa, ngelirik juga papan tulis yang berisi daftar makanan yang sudah 'sold out'.

Menunya sih beragam, mau steak sapi harga pelajar ada.
Mau makan ikan, banyak pilihan.
Mau nasi goreng, tinggal pilih.
Mau paket ekonomis lengkap minuman, ayo aja.

Tempat juga luas, bisa menampung ratusan orang dengan pengaturan outdoor dan indoor seating, smoking dan non smoking.

Harga sebenarnya simpatik meskipun ada juga yang lumayan ehem, tapi kembali lagi semuanya pas dengan rasanya.

Warung Enaak? Memang enak!

Sate Kambing Pak EndangJl BantulKota Jogja, selain menjadi kota wisata, bisa juga ternyata menjadi destinasi tempat kuli...
13/04/2019

Sate Kambing Pak Endang
Jl Bantul

Kota Jogja, selain menjadi kota wisata, bisa juga ternyata menjadi destinasi tempat kulineran. Salah satu jenisnya adalah sate kambing yang tersebar hampir di seluruh penjuru kota.

Kali ini Jogjajajan mampir ke penjual sate kambing yang tidak terlalu tersohor. Tempatnya sangat sederhana dan sempit. Namanya Sate Kambing pak Endang.

Terletak di Jalan Bantul dekat Pojok Beteng Barat, bersebelahan dengan Mie Ayam dan Masjid Wiworo Tjipto (sebuah masjid yang unik karena bangunannya didominasi dengan kayu dan kaca).

Meskipun tidak terlalu terkenal, namun pembeli tetap silih berganti. Dilayani oleh sepasang bapak & ibu yang sudah senior namun tetap cekatan memasak dan menyajikan dalam tempo yang cukup singkat.

Menu yang tertulis juga bervariasi. selain sate dan tongseng sebagai menu utama, ada juga soto dan bakso sapi yang bisa menjadi alternatif. Kali ini kami mencoba tongseng dan sate klatak yang menjadi khasnya kota Jogja.

Daging dipotong langsung dari paha kambing yang tergantung di etalase dengan teknik khusus sehingga tetap empuk. Uniknya, daging ini ditutup menggunakan semacam lemak (gajih) tebal dan lebar yang menyerupai kelambu sehingga aman dari lalat.

Tak lama tongseng dan satepun tersaji dengan sebakul nasi hangat. Dengan harga seporsi 18.000, rasa klataknya sungguh nglawuhi (baca : asin dan gurih).

Bagi yang s**a manis, tersedia kecap dan juga lada bubuk di meja untuk menambah rasa.

BEUKENHOFmakan ala kumpeni belanda. Berlokasi dibelakang museum Ullen Sentalu,  tepatnya di Jalan Boyong Kaliurang Yogya...
04/04/2019

BEUKENHOF
makan ala kumpeni belanda.

Berlokasi dibelakang museum Ullen Sentalu, tepatnya di Jalan Boyong Kaliurang Yogyakarta. Libur tiap hari Senin dengan jam buka sesuai jadwal museum yaitu 9.30 -17.00 saja.

Dari luar, gedungnya nampak biasa saja. Tapi begitu memasuki pintu utama, Beukenhof nampak menawan dengan desain interior ala kolonial. Hiasan yang dipajang didalam juga tampak kuno, tapi sekaligus juga terasa modern. Sejauh mata memandang hamparan kursi, meja dan desain interiornya, membuat saya mendadak merasa jadi noni Belanda!

Suasananya syahdu tapi romantis, dengan jejeran lampu dan sebatang lilin diatas meja. Melempar pandang keluar jendela, terhampar pemandangan halaman rumput yang luas dan pepohonan yang rimbun. Tak perlu AC karena udara gunung Merapi sudah terasa sejuk.

Tak nampak greeter, namun dari kejauhan, suara waiter menyambut kami dengan ucapan selamat datang. Kamipun berkeliling sebentar untuk memilih tempat duduk yang paling nyaman, sambil menyambar buku menu yang tergeletak di meja depan.

Buku menunya tak bergambar. Jadi cukup sulit menerka wujud makanan yang ditawarkan. Waiter dengan sabar menjelaskan karena pengunjung belum terlalu banyak pagi itu.

Escargot with Philadelphia Touch menjadi pilihan pembuka. Saya membayangkan seperti apa gerangan sang chef hendak mengolah bekicot, binatang yang sering kami lihat s**a berkeliaran di pekarangan rumah. Oh rupanya dimasak seperti soup dengan lelehan keju mozzarella sebagai toppingnya. Mengingat appetizer biasanya dimakan tanpa karbohidrat, saya agak takjub dengan rasanya yang menurut kami keasinan. Kalau mereka memakai salted mozarella, saya ingin tahu dimana toko yang menjualnya.

Pesanan si denok datang, Kids Spagetti Bolognese, salah satu dari 4 opsi Kids Menu yang ditawarkan. Rasanya standar, tidak istimewa. Padahal menurut waiter, pasta merupakan keunggulan mereka.

Sudah kadung percaya, Beukenhof Lasagna diantarkan ke meja. Tampilannya menarik, namun tak memuaskan lapar kami karena porsinya tak terlalu besar. Ada benarnya juga sebenarnya jika dimakan dalam porsi kecil, supaya tidak eneg mengingat kejunya yang melimpah.

Finally pesanan saya datang, ikan lagi ikan lagi. Pan Seared Mahi-Mahi.

Ikan Mahi-Mahi adalah jenis ikan laut berwarna kulit kehijauan yang dapat dimasak dengan cara apapun tanpa mengurangi kelezatannya. Dagingnya yang lunak dan manis, sangat rendah lemak namun sangat lembut dan kaya akan rasa. Bila dimasak sempurna,rasa manis daging ikan sangat pas dihidangkan dengan saus yang creamy dengan sedikit kucuran jeruk lemon, sebagaimana yang tersaji di atas meja kami.

Minuman yang kami pesan juga istimewa. Vanilla Rhum, milkshake dengan aroma rum yang kuat. Duh, bisa ketagihan nanti si denok kalau tak dibatasi nyeruputnya.

Suasana yang syahdu dengan cuaca yang sejuk juga cocok dengan teh yang kami pesan. Seteko teh berwarna hijau pekat dengan aroma mint yang menyegarkan.

Harga memang sedikit diatas rata-rata tempat makan yang biasa kami kunjungi di pusat kota Jogja. Namun bagi kami, pengalaman baru jauh lebih berharga.


TUJUAN Nama restorannya memang Tujuan. Resto ini baru buka beberapa bulan lamanya. Sempat heran karena tiap kali lewat t...
03/04/2019

TUJUAN
Nama restorannya memang Tujuan.

Resto ini baru buka beberapa bulan lamanya. Sempat heran karena tiap kali lewat tidak melihat dimana pintu masuknya. Ternyata desainnya memang sengaja membelakangi jalan utama.

Beralamat di Jalan Tirtodipuran 17C Yogyakarta, persis di seberang resto Mediterania, sangat cocok bagi para pecinta makanan tradisional-modern.

Konsep cafe ini memberikan pengunjung pilihan, ingin menikmati hidangan di dalam ruangan yang ber Ac atau di luar ruangan sambil ngobrol dan merokok.

Interior yang terdapat di luar ruangan kafe cukup unik dan minimalis, di mana pengunjung dapat merasakan nuansa piknik di luar ruangan. Sedangkan interior yang terdapat di dalam ruangan bernuansa hangat dengan ornamen yang unik dan modern.

Makanan yang tersaji dihias dengan menarik. Selain makanan western, ada juga makanan lokal seperti nasi goreng dan nasi kucing.

Kali ini kami mencoba menu Mac & Cheese Omelett, Nasi Goreng Hitam dan Black Pepper Chicken Rice Bowl.

Makaroni diolah dengan saus keju yang bercitarasa agak asam, kemudian dibungkus dalam selembar telur dadar. Disajikan cantik dengan garnish yang menarik.

Nasi goreng hitam dimasak dengan menggunakan tinta cumi dan disajikan bersama kerupuk serta acar dan sambal matah. Enak, apalagi kalau porsi sayurannya bisa ditambah.

Dan terakhir, sesuai dengan namanya, daging ayam yang gurih dan crunchy disajikan dengan semangkok saus lada hitam. Sayurannya cukup melimpah, berupa brokoli dan kembang kol yang dimasak sangat sebentar sehingga masih terasa segar.

Pelayanan yang ramah dan cekatan perlu diacungi jempol karena staff yang bertugas hanya 4 orang, 2 frontliner & 2 koki, namun dapat melayani banyaknya tamu yang berkunjung saat itu. Semoga semakin laris di masa depan mengingat harganya sangat jauh dibawah restoran seberang.



My Kopi O! Salah satu restoran dengan menu Asia Peranakan yang cukup populer di Indonesia. Di Yogyakarta, kalian bisa me...
24/03/2019

My Kopi O!

Salah satu restoran dengan menu Asia Peranakan yang cukup populer di Indonesia. Di Yogyakarta, kalian bisa menemukannya di jl. Chandrakirana 21, Sagan.

Dari luar nampak seperti rumah biasa, dengan halaman yang tertata rapi. Interior dan layout ruangan cukup menarik dan nyaman, cocok untuk mengobrol sembari makan bersama teman dan keluarga. Seperti resto lain di jogja, My kopi O memiliki beberapa ruangan yang bisa menjadi pilihan, ada indoor dan outdoor, bahkan ruang VIP.

Pelayanan di kafe ini lumayan oke. Sejak datang hingga pulang para pelayan dengan ramah menyambut kami dan mengantarkan kami. Usai orderpun juga tidak membutuhkan waktu yang lama sampai makanan tersaji di meja.

Satu porsi nasi goreng kemangi dengan side dish dua tusuk sate ayam, telur mata sapi, acar dan kerupuk gendar tersaji cantik di dalam wajan yang berfungsi sebagai piring makan. Teh Jahe yang kami pesan punya rasa unik yang tidak dapat ditemukan di Resto lain.

Semua rasa makanan yang kami pesan pas banget di lidah. Namun, mengingat tempat ini termasuk kategori premium, semua harga dikenai resto tax & biaya service.

YAMMIE PATHUKBukan Mie Ayam BiasaYammie Pathuk  terletak di barat kawasan Malioboro, tepatnya di Jl. Kemetiran Kidul No....
24/03/2019

YAMMIE PATHUK
Bukan Mie Ayam Biasa

Yammie Pathuk terletak di barat kawasan Malioboro, tepatnya di Jl. Kemetiran Kidul No.63, Pringgokusuman, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta. Dapurnya terletak di depan pengunjung dengan konsep open kitchen.
Tidak hanya menawarkan yammie saja sebagai menunya, namun juga menyediakan bakso goreng, roti-rotian serta minuman sarang walet bahkan rujak cingur. Kadang juga ada bakpao.

Apa sih yammie itu?
Sebenarnya menurut saya, yammie sama saja seperti mi ayam. Jika kebanyakan mie ayam memiliki cita rasa manis, Yammie Pathuk memiliki cita rasa yang asin dan gurih. Mie nya kecil tetapi kenyal. Dilengkapi kuah panas yang terbuat dari kaldu ayam dan udang.

Satu mangkok yammie pathuk yang dihidangkan berisi mie yang berbentuk pipih kecil, potongan ayam, irisan daun bawang, bawang goreng dan juga pangsit basah isi ayam.

Bakso gorengnya enak sekali, gurih dan kenyal, seharga 4.000 per butir. Harga mie berkisar di angka Rp 13 ribu rupiah per mangkok.

BAKMI LEGENDARIS PAK PELENaah.. Ini nih salah satu spot kulinet legendaris di Jogja..! Tergoda oleh seringnya melihat ke...
21/03/2019

BAKMI LEGENDARIS PAK PELE

Naah.. Ini nih salah satu spot kulinet legendaris di Jogja..!

Tergoda oleh seringnya melihat kerumunan pembeli di warung tenda ini, akhirnya kami memutuskan untuk mencicipi Bakmi Pak Pele.

Berlokasi di pojok timur bagian selatan Alun-alun Utara Yogyakarta, atau tepatnya di depan SD Keputran, Warung Bakmi Pele ini mulai buka dari pukul 17.30 sampai malam hari. Di sana, delapan karyawan Pak Pele sudah siap melayani pengunjung. Dalam situasi tanpa antrean, kami hanya perlu menunggu sekitar sepuluh menit untuk menerima pesanan.

Ada sekitar empat buah anglo berbeda yang siap menampung masakan. Barangkali setiap anglo dikhususkan untuk memasak masing masing dari 4 menu utama yaitu, bakmi godog, bakmi goreng, nasi goreng dan magelangan.

Selain 4 menu utama, masih ada pilihan menu yang lain yaitu bakmi nyemek (kuah sedikit), capcay, sop dan rica-rica ayam. Saat memesan menu bakmi, pengunjung akan ditanya jenis mi yang dikehendaki dari dua pilihan yang tersedia yaitu mi kuning atau bihun putih. Pengunjung dapat memesan salah satu jenis atau campuran keduanya.

Ada yang istimewa dari bakmi Pak Pele. Salah satunya adalah ukuran mie kuning yang digunakan dalam menunya cenderung berukuran lebih besar dibandingkan bakmi biasanya. Selain itu potongan daging ayam juga melimpah, ditambah dengan cita rasa gurih kombinasi kaldu ayam pemakaian telur bebek semakin membuat lezat.

Dengan cita rasa yang seperti itu ditambah dengan lokasinya yang mepet dengan icon kota Jogja, jangan heran jika harganya memakai standar turis. Rp22.000 per porsi.

Kampung KetandanChinatown-nya YogyaJika anda pernah melihat gapura merah berhias naga meliuk di ruas jalan Malioboro, it...
09/03/2019

Kampung Ketandan
Chinatown-nya Yogya

Jika anda pernah melihat gapura merah berhias naga meliuk di ruas jalan Malioboro, itulah chinatown Yogya. Kampung Ketandan namanya.

Sebagai pusat bisnis, pada hari biasa, tak banyak tempat jajan yang istimewa disini. Tapi jangan ditanya jika Imlek sudah tiba. Disinilah pusat kuliner terselenggara hingga perayaan Cap Go Meh berakhir.

Kali ini kami mampir ke sebuah tempat makan yang tak jauh dari Malioboro. Dari daftar menu, nampaknya biasa saja. Menu serba B2 sebenarnya tetap ada, cuma tidak tertulis disitu. Jadi wahai para turis yang sangat menjaga asupan makanan, tolong bertanya dulu ya sebelum menyesal kemudian.

Dilihat dari harga, kesannya memang cukup tinggi untuk jajan versi Jogja. Tapi saat disajikan, hampir semua menu yang kami pesan rupanya untuk ukuran konsumsi 2 sampai 3 orang dewasa. Yaah, telanjur pesan beberapa menu yang sama, terpaksa deh harus habiskan meskipun porsi sebesar itu.

Jangan tanya foto makanannya. Karena lapar, saya lupa memotretnya.

CANTING RESTORooftop Galeria Mall Yogya Pengen ke tempat yang romantis sekaligus kids friendly?Canting Resto layak dicob...
09/03/2019

CANTING RESTO
Rooftop Galeria Mall Yogya

Pengen ke tempat yang romantis sekaligus kids friendly?
Canting Resto layak dicoba.

Terletak di rooftop Galeria Mall Yogya, resto ini punya lift tersembunyi. Begitu melangkah ke pintu masuk restoran, greeter akan menyambut dengan ramah sambil mengantarkan ke meja yang kita pilih.

Kesan pertama adalah penyambutan yang ramah. Kesan kedua adalah tempat yang tenang, tak heran banyak ekspat menghabiskan waktu disini. Kesan ketiga adalah nyaman. Dengan setting yang romantis, meski cuma pesan minum doang, ga bakalan diusir walau kongkow berjam jam. Walhasil penuhlah area outdoor dengan ABG yang ngumpul dengan sobatnya.

Menu cukup bervariasi dengan harga standar mall Jogja. Porsi makanan tergolong besar untuk ukuran perut kami yang mulai beranjak menua.

Bakso (B2) Ringin Pak SaidoSudah tahukah anda bahwa jalan Tinosidin ibarat surganya bakso di Jogja? Coba saja runut,  se...
09/03/2019

Bakso (B2) Ringin Pak Saido

Sudah tahukah anda bahwa jalan Tinosidin ibarat surganya bakso di Jogja? Coba saja runut, sejak dari ujung selatan (Jl Wates) hingga ujung utara (Jl Godean). Saking banyaknya bakul bakso sampai bingung milihnya. Mulai dari bakso kerikil, hingga bakso raksasa. Bakso dengan tekstur daging yang halus ada, mau yang urat juga banyak tersedia. Rata-rata terbuat dari daging sapi, dan sejauh ini baru nemu 1 yang memakai daging babi. Namanya Bakso Ringin Pak Saido.

Persisnya hanya sekitar 10 meter di selatan pohon beringin yang membelah Jalan Tinosidin menjadi tiga. Hari liburnya tak tentu dengan jam buka siang hari mulai pukul tiga.Tak ada penanda khusus di gerobak bakso pak Saido. Tapi kalau anda jeli, bentuk & warna bakso yang dijual sangatlah berbeda dengan bakso sapi. Putih seperti bakso ayam. Kecil seperti bakso kerikil. Lunak seperti bakso ikan.

Disajikan dengan mie kuning dan irisan tahu pong ala Jogja, dengan kucuran saus bawang putih dan rajangan loncang membuat aromanya sungguh menggoda. Tambahan potongan samcam yang melimpah membuat bakso ini semakin istimewa. Apalagi begitu tahu kalau harga seporsi hanya 7 ribu saja.
Tak heran kalau sampai waiting list ala resto pizza.

Bakmie Djawa B2Awalnya cuma kepengen sate ayam deket rumah, nelen ludah sambil ngebayangin aroma asapnya yang haruuum me...
09/03/2019

Bakmie Djawa B2

Awalnya cuma kepengen sate ayam deket rumah, nelen ludah sambil ngebayangin aroma asapnya yang haruuum meski mlepeki. Eeh, ujungnya berakhir makan bakmie. Tapi bukan sembarang bakmie, melainkan bakmie djawa B2.

Tempatnya mudah dicari, terletak di tepi Jl Sugeng Jeroni, sebelah timurnya kali. Persis di samping bengkel cucian mobil (yang kalau malam juga untuk jualan bakmie djawa ayam). Sedikit ndlesep karena drive way nya lumayan panjang.

Menu yang kami coba adalah bakmie B2 kuah yang dimasak ala djawa. Tampilan, isian dan rasa hampir tak ada bedanya dengan bakmie djawa yang banyak betebaran di pelosok Jogja. Kalau bakmie djawa biasanya memakai daging ayam kampung, maka bakmie ini menggunakan samcam B2. Tergantung persediaan, customer bisa kok request samcam atau daging murni. Mmmmh... So yummy.

CAT CAFEIni kali kedua kami berkunjung. Sekitar 3 tahun yang lalu, empus koleksi cafe masih imut-imut dan lincah.  Sekar...
23/10/2018

CAT CAFE

Ini kali kedua kami berkunjung. Sekitar 3 tahun yang lalu, empus koleksi cafe masih imut-imut dan lincah. Sekarang mereka menjelma sebesar boneka sampai si denok tidak kuat mengendongnya.

Disini pengunjung bebas berinteraksi dengan kucing yang ada asalkan mematuhi peraturan yang ada. Misalkan bersedia cuci tangan dengan antiseptik yg sdh disediakan cafe sebelum menyentuh kucing, tidak memberi makanan manusia, tidak menarik ekor dan telinga.

Meskipun area bernain tidak luas, namun cukup nyaman dengan adanya 3 ac split yang terpasang. Sambil bermain, pengunjung juga bisa memesan minuman atau snack yang ada. Tidak ada menu makan berat, hanya ada cemilan semacam cireng, kentang goreng, sosis, nugget.

Cafe ini memang bukan tempat nongkrong seperti cafe-cafe lainnya, melainkan fokus untuk melayani penyayang binatang yang rindu punya piaraan.

Meooow... !

Address

Ngayogyakarta Hadiningrat
Sleman
55251

Telephone

+62856000000001

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jogja Jajan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share