07/05/2022
Cerita Sepenggal Petualang Rasa
Semalam kami berkeliling seputar garut. Lihat kiri kanan, hingar bingar kota yg sebetulnya tanpa disadari, jika dicatat bahwa hampir tiap sudut tikungan ada penjual kopi, mie rebus instan dan makanan, Jumlahnya, lebih dari puluhan bahkan ratusan.
Pertanyaan kami adalah : kenapa bisnis ini sangat banyak ? Meski jarak warung satu dengan lainnya ada yg berdekatan bahkan sebaliknya, lalu kami lihat dari sisi properti yg digunakan relatif sama. Sederhana dan tidak mewah.
Pengunjung pun Ada juga yg berjubel, ada yg in out (menyamb**g), rata² sekarang hampir semua tempat menyediakan hotspot, lalu ada jg yg menyediakan parkir yg luas, bahkan ada yg menyedikan permainan buat pengunjung yg di setup untuk keluarga, lalu membuat spot unik untuk bisa berselfi ria dan berfoto, lantas dilengkapi jg dengan fasilitas lainnya yg bisa membuat pengunjung betah lama-lama diwarung.
Nah.... Bisnis ini sangat mudah di adopsi, bahkan sekarang malah diupgrade ke tingkat upnormal, karena bisnis ini simple nampak mudah di jalankan.
Ketika warung dan pasar terbentuk dengan sendirinya, kami lihat pola ini dasarnya dari warung biasa di daerah. Hanya saja dibawa kesudut sisi bahkan ke tengah kota, yg di kemas dan ditata rapih. Kami lihat dimana-mana sudah menjamur.
Lalu ada pertanyaan lg, kenapa bisnis warung kopi ini banyak yg ambil bagian ? menu didalam nya pun bermacam jenis. Berbagai suguhan menarik, Lantas, ide mereka habis dikarenakan banyak ? Tdk sama sekali bahkan berbagai konsep baru selalu dilahirkan dan di tuangkan.
Kami lihat Penambahan produk yg dipajang ber macam² tak luput lantas ditawarkan, yang unik, ada salah satu produk yang luput dari lirikan pandangan, meski sebagian warung dan sedikit kedai atau cafe yg sudah menyediakannya, Karena makin banyak hal yg mempengaruhinya. peluang kesempatan ini teralihkan, jika dilihat makin dalam kopi tidak lengkap tanpa teman ngopinya....,
Pertanyaan nya: "siapa sih teman ngopinya itu ?"... Apakah si cantik imut yg enak dipandang, halus dan bening serta wangi ?...
Ya.... dia adalah tembakau, lengkap sudah jika itu teraplikasi, karena 75% teman ngopi dari kebiasaan penduduk indonesia adalah tembakau, baik. Cigar, cigaret, cagaret kretek, lalu bako linting, bahkan bako padud yg kurun tahun belakangan ini jadi perhatian.
Maka bisnis ini akan seperti gula yg jadi rebutan semut, artinya bisnis ini bagaikan jasa yg diberi penghargaan (dibayar sesuai harganya),
Banyak misteri, rumit dari tembakau khususnya kaum minor yg belum terlihat, dan akan terbuka jika selalu dinikmati setiap saat…. Waktu yang akan menjawab misteri itu. Percayalah....
Karena Semua ini tentang rasa, identitas dari budaya.
Foto dari review kolobot tembakau kretek yg dib**gkus daun jagung
***colovers