Sama sekali bukan..!! Mereka cuman scene kolektif yang penghuninya adalah beberapa jenis dari wujud ‘seniman mangkrak’, mulai dari Anak ingusan,Bujang Lapuk,ABG tua,Pria Gatel,Emak2 Nekat hingga Nenek2 Gila semuanya ada didalamnya. SYC (Sidokare Youth Crew) sendiri sebenarnya sudah ada disaat band Rj Power mulai menampakkan diri di dunia ‘persilatan’, waktu itu namanya masih Rj Power Family, baru
pada akhir tahun 2009 nama SYC digunakan, dan disaat itu juga gigs ‘Sidoarjo Sing a Song #’ pertama kalinya digelar. Perlu diketahui SYC ini bukan cuman dari temen-temen yang ada di sekitar sidokare, seperti yang pernah dikatakan oleh salah satu dari mereka “Nama SYC diambil dari nama lawasnya Sidoarjo yaitu Sidokare , yang katanya berkonotasi negatif. Tetapi kami tidak peduli, karena sudah selayaknya yang baik dan buruk sama-sama ada didalamnya. Dan salah kaprah kalo ada yang bilang populasi youth crew ini khusus bagi mereka yang berhabitat di perum.sidokare indah/asri. Kalian kaum muda sidoarjo yang memiliki semangat kebersamaan silahakan menerima kami sebagai temanmu bahkan sodarmu..”
Cangkrukan mereka ini bertempat di daerah gading fajar, kira-kira 50 meter sebelah selatan SMAN 2 Sidoarjo yang baru,akan terlihat susunan kayu dengan dua rodanya yang nampak seperti kombong doro ketimbang rombong warung (hahaa, ampun leek.. guyoonn :p) lengkap dengan kain lusuh yang bertuliskan “Sidokare Youth Crew”. Mungkin bagi kalian yang sekedar ingin menikmati street coffee khas buatan Lek Bagong langsung mampir saja kesana, bertemu skinhead,punk,herbert yang ada disana barangkali, entah sekedar mencicipi arak atau turut berhiruk pikuk dengan kelompok diskusi basi yang doyan banget nerocos (asal ga’ nge-Gosipin orang aja b**g.. hehee) ,ada juga yang demen banget ‘ngomelin’ temennya sendiri dengan aksen khasnya “Uuoppoo koen ikuu..!! wong cuklek...” ga’ ngerti juga apaan tuh maksudnya, dan jangan terkejut ketika teriakan “ngaakkk..!!” senantiasa terdengar ketika kalian berbagi kesenangan disitu. Dan tentunya itu semua terkemas dengan baik oleh rasa yang disebut persahabatan,saduluran dan kekeluargaan yang erat. Okkee.. saya lanjutkan ke tongkrongan mereka yang lain. Untuk di malam harinya mereka berpindah tempat ke warungnya Cupped. Di sana merupakan tempat yang mereka pilih ketika waroeng di gading tidak sedang dihuni baik oleh bakul beserta antek-antek dan juga rekan yang lainnya. Selain karena banyak jajanannya, pemilik warung yang kocak dan Suangarr ini menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi letaknya yang dekat dengan penjual arak cangkring, wihh.. pasti semakin cihuy tuhh.. :D
Beberapa kegiatan yang juga dilakukan yaitu gigs organizing yang dananya diperoleh melalui pat-pat rutin setiap harinya. Dibantu juga scene kolektif lainnya seperti UKFC (United Kids Family Crew), BMM (Bertahan Melawan Musim) dan juga scene lokal sidoarjo yang tentu saling men-support satu sama lainnya. Hampir kesemua konsepnya all genre underground (Metal,Oi!,Punk,Hardcore,Ska,Raggae,Grunge,Screamo many more..), Gigs ‘Sing a Song’ yang diprakarsai Semock dan ‘Bersatu Bersaudara’ yang dikoordinir Raka,Edmon (UKFC) diadakan 1 tahun sekali secara bergantian. Ada juga ‘Sucks On Sunday’ yang secara rutin hadir 3 bulan sekali. (Rea)