30/12/2017
Smart phone
for Stupid man
Diakhir 2017 banyak catatan yang kita semat , banyak pengetahuan dan pengalaman yang didapat , semoga semua bekal kenangan ditahun ini memberikan banyak khasanah ilmu yang dapat diambil hikmahnya untuk bekal tahun tahun kedepan yang lebih cerdas ceria riang dan lebih meningkatkan kesadaran akan amanah yang Allah titip kan pada kita wahai OTC.
Catatan akhir tentang penggunaan smart phon selalu mewarnai setiap jengkal aktifitas kita.
Smart phone for stupid man,
Akhir 2017 departemen kesehatan California mengeluarkan maklumat untuk mengurangi penggunaan smart phone/gawai karena dapat berdampak buruk pada kesehatan pada penggunaan jangka panjang, terutama pada anak anak mereka melarang pengunaaan gawai pada anak. Karena dapat mengganggu kesehatan , menimbulkan penyakit kanker, insomnia, sistim reproduksi , dan ganguguan psikologis dan sosial.
Selanjutnya riset yang dilakukan oleh otoritas keselamatan radiasi dan nuklir Finlandia , menjelaskan bahwa penggunaan gawai menghasilkan radio frekuensi 'RF' , signal RF ini dapat menonaktifkan sistim imun dalam jaringan otak.
Sistim imun ini berfungi sebagai saringan atau pelindung sel sel otak dari zat zat berbahaya yang masuk kedalam otak, didnding sel pembuluh darah akan semakin menipis sehingga zat zat berbahaya akan mudah lolos dan masuk dalam jaringan otak secara permanen.
Terumatama pada anak anak, semakin sering menggunakan gawai sebagai mainan semakin berbahaya karena frekuensi RF semakin tinggi. (kompas.com).
Bayangkan wahai OTC, jika dalam satu keluarha ada 4 orang dimana satu orang anggota keluarga memiliki lebih satu smart phone dan digunakan duapuluh empat jam berapa besar radiasi RF di rumah kita.
Bayangkan para OTC karena sayang anak atau agar mereka tidak rewel kita berikan gawai bahkan tampa kendali batasan waktu penggunaannya.
Anak ultah, berprestasi dibelikan gawai yang harganya aduhai, apakah ini pernyataan bahwa kita cinta atau kita tidak sadar bawha justru kita merusak kesehatannya, dan tidak sedikit anak yang mengalami gangguan perilaku.
Semakin besar kemajuan teknologi, semakin besar p**a pengaruhya pada pola pikir dan perubahan pola hidup.
Dari pengalaman praktis, banyak kita temukan anak anak yang mengahalami hambatan dalam menggunakan kecerdasannya tampak lebih lemot, gangguan koordinasi motorik halus, gangguan paikologis, perilaku sosial, agresifitas, kurang menghormati yang lebih tus, dlsb. Sangat memprihatinkan , galau, sedih melihat generasi penerus .... Apakah ini yang diinginkan.
Memang sebagian orang berpendapat tidak ada masalah dalam penggunaan gawai.
Ya memang untuk jangka pendek tampak tak bermasalah, ya jelaslah masalah atau penyesalan itukan datangnya belakangan.
Ayo para OTC mari kita meminimalisir dampak buruk penggunaan gawai pada anak anak dalam jangka panjang. Batasi penggunaan dan awasi anak anak.
Sedikit tip dari para pakar kesehatan.
Jangan bawa gawai dalam kantong baju atau celana, taru saja dalam tas. Tapai awas copet.
Jangan dikeloni gawainya pada waktu tidur, jauhkan atau matikan gawai pada malam hari.
Pakai headset jika terima telp, tapi yoooo jangan lama lama.
Jangan pakai gawai jika signal lemah, karena radiasi RF semakin tuiiinggiii.
Semoga kisah cerita, s**a duka , pelajaran dan pengalaman yang kita dapat di tahun 2017 menjadi pelajaran berharga. Jangan diulangi kesalahan dan kebodohan kita.
Smart phone for smart man, selayaknya.
Selamat menyambut tahun 2018 wahai para OTC. Semoga selalu sehat, sejahtera, bertambah iman dan bertambah baik akhlak, semakin istiqomah , khusu' dalam beribadah
Semoga ada manfaatnya.
Sidoarjo, menjelang magrib 30 Desember 2017