11/12/2020
BERUMAH TANGGA ITU IBARAT NGOPI
Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Takarannya nggak melulu pas.
Kadang manisnya lebih terasa, suatu waktu pahitnya pun dominan.
Jangan kita hindari. Nikmati saja hingga suatu saat kita terbiasa.
Ketika rumah tangga kita sudah jadi candu bagi kita, maka percayalah bahwa nggak ada regukan yang lebih nikmat di luar sana.
Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Harga kopi di kafe tentu beda dengan harga kopi di warung, meski rasanya sama.
Karena yang dibeli sebenarnya bukan
semata-mata kopinya, melainkan suasananya.
Karena itu mahalkanlah suasana rumah tangga kita. Buatlah berkualitas setiap waktu kebersamaan kita.
Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Jika kita hanya mau manisnya saja, jangan ngopi, tapi minumlah sirup.
Sirup adalah rasa manis yang dinikmati oleh mereka yang memutuskan pilihan hidup single.
Tidak ada pilihan lain selain manis.
Memang manis, tapi tentu saja nggak
senikmat kopi.
Demikian p**a jika kita hanya menikmati sensasi pahitnya saja.
Jangan ngopi, tapi minumlah jamu.
Nah... itulah jomblo.
Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Para pengopi adalah orang-orang yang terlatih dalam menakar hidup.
Istri pemasak airnya, suami baristanya. Dibutuhkan kerja sama yang cermat mulai dari proses hingga hasil.
Orang-orang hanya boleh melihat asap yang mengepul dan aroma yang wangi, tanpa perlu tahu bagaimana berantakannya dapur kita.
Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Soal rasa yang utama. Nikmatnya ada
di permukaan, ampasnya cukup kita sembunyikan, jika perlu endapkan hingga
ke dasar terdalam gelas kita.
Jangan kita umbar pada siapapun bahkan
ke orang-orang terdekat kita
Jika rumah tangga kita ibarat kafe besar,
tentu saja konyol membagi rahasia racikan kita.
Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Kadangkala ada pihak ketiga yang mencampuri, otomatis menambah gurih,
tapi bisa p**a sebaliknya.
Taruhlah seperti krimer atau susu.
Jika krimer atau susunya kebanyakan,
maka berpotensi mengurangi kenikmatan.
Krimer itu bisa berwujud saudara atau ipar-ipar, sementara susu itu anggap saja mertua.
Campuran lain yang mematikan adalah sianida. Kalau yang ini sudah pasti mantan.
Maka buang jauh-jauh.
Pastikan gelasnya bersih sebelum menuang kopi yang baru.
Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Kita tentu nggak sudi jika ada yang mencoba mengaduk kopi di gelas istri kita.
Tapi sebaiknya kembalikan juga pada kita,
apa yakin nggak pernah menikmati adukan kopi yang lain?
Demikianlah cemburu....
Akarnya adalah ketidaknyamanan.
Jangan sepelekan selingkuh-selingkuh kecil, karena ia adalah awal pengkhianatan terhadap kasih sayang.
Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Jangan berharap kesempurnaan pada
segelas kopi yang murahan.
Jangan menuntut berlebihan, jika kita
sendiri main belakang.
Kita tanamkan pada istri definisi setia, sementara kita sibuk menjempol foto
profil wanita.
Jika bersama, kita bermanja-manja,
oh my wife.. Oh my wife..
Tapi jika ia nggak ada, kita berasyik masyuk dengan bigo live.
Lalu kesetiaan mana yang kita maksud?
Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Kebanyakan ngopi di kafe, niscaya akan membuat kita merasa hambar pada kopi
di rumah.
Kebanyakan urusan di luar, biasanya akan membuat kita nggak peka pada masalah internal.
Jika istri kita bermuka masam, cari tahu jangan hanya diam. Mungkin ia lelah, mungkin p**a kita ada salah.
Sekali-sekali, rengkuhlah ia dari belakang,
belai rambutnya, dan bisikkan lembut di telinganya:
βSayang.. Postingan tas yang waktu itu kau jempol di olshop, sekarang sudah pre order loh. Mau aku transferin?β
Happy family every day.
Kopi boleh pahit, rumah tangga kita jangan..
( Arham Rasyid )