22/09/2016
Trend makanan berwarna hitam dengan menggunakan pewarna dari arang pada mulanya muncul di Jepang beberapa tahun lalu. Baru setelah sejumlah gerai burger di Jepang menggunakan roti (bun) berwarna hitam, kepopulerannya mulai meluas ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Warna hitam tersebut dibuat dari bahan alami, seperti arang bambu, kayu atau jerami, dan mengandung natural activated charcoal.
“Natural activated charcoal memiliki pori-pori yang efektif mengikat racun-racun dan zat kimia, seperti sianida, asam lemak, formalin, metaldehyde, racun tanaman, obat-obatan, botox dan merkuri,” kata dr. Karin Wiradarma, ahli kesehatan dari klikdokter.com di Jakarta beberapa waktu lalu.
Oleh karena itu, makanan berwarna hitam sebetulnya dapat dikonsumsi bagi Anda yang ingin melakukan detoksifikasi racun-racun di dalam tubuh. Tak perlu khawatir soal keamanannya karena natural activated charcoal tidak diserap oleh tubuh, sehingga tidak meninggalkan residu di dalam organ tubuh, seperti yang terjadi pada pewarna sintetis.
Hal itu dapat dibuktikan ketika buang air besar, kotoran akan berwarna hitam karena natural activated charcoal tidak terserap oleh sistem pencernaan. Selain detoksifikasi , natural activated charcoal juga bermanfaat untuk menurunkan gas dalam saluran pencernaan (kembung) dan mengobati diare.
Efektivitas natural activated charcoal dalam detoksifikasi tergantung pada jenis dan kuantitas racun yang masuk ke tubuh. Jenis racun, seperti timbal, besi dan alkohol, diserap oleh natural activated charcoal lebih lama. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan detoksifikasi, maka makanan dengan natural activated charcoal dapat dikonsumsi tiga jam setelah makan. Selamat mencoba! (Fina Amalia)