27/07/2026
Yadnya Karo 2026: Ketika Tradisi Menjadi Ruang Pertemuan Manusia, Alam, dan Ingatan
Bagi masyarakat Tengger, Yadnya Karo bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan hari raya adat sebagai ungkapan syukur kepada Sang Hyang Widhi, penghormatan kepada leluhur, sekaligus momentum mempererat hubungan antarsesama. Tradisi yang telah diwariskan turun-temurun ini menghadirkan rangkaian ritual, doa, kesenian, hingga perjamuan yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Tengger.
Jika kamu ingin memahami denyut kehidupan masyarakat Tengger, sekaranglah saatnya!
Tahun ini, Desa Sapikerep kembali menyelenggarakan Yadnya Karo 2026 pada 1–8 Agustus 2026, dengan berbagai agenda budaya seperti:
• Gugur Gunung
• Tekane Ping Pitu
• Bersih Desa & Tayub
• Tumpeng Gede / Sesanti
• Nyadran / Mulie Ping Pitu
• Kesenian Bantengan
Bagi kami di Shelter kopi Bromo, Yadnya Karo bukan hanya sebuah agenda wisata budaya. Ia adalah ruang belajar tentang bagaimana sebuah masyarakat merawat ingatan, menjaga hubungan dengan alam, menghormati leluhur, dan meneruskan nilai-nilai kehidupan kepada generasi selanjutnya.
Karena itu, Kami mengajak para traveler, pegiat budaya, peneliti, fotografer, videografer, filmmaker, jurnalis, serta konten kreator untuk hadir dan menjadi bagian dari Yadnya Karo 2026 di Desa Sapikerep. Datanglah bukan sekadar mengambil gambar, tetapi juga untuk mendengar cerita, memahami makna, dan menghormati ruang hidup masyarakat Tengger yang telah menjaga tradisi ini lintas generasi. Mari menyaksikan Yadnya Karo bukan sebagai penonton, melainkan sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam merawat tradisi, menjaga ingatan kolektif, serta mengarsipkan nilai-nilai luhur masyarakat Tengger sebagai bagian integral dari kekayaan intelektual dan kebudayaan bangsa Indonesia.
Sampai jumpa di Desa Sapikerep, 1–8 Agustus 2026.Sampai jumpa di Desa Sapikerep, 1–8 Agustus 2026.
Sampai jumpa di Desa Sapikerep, 1–8 Agustus 2026.