Warkop beringin pontianak

Warkop beringin  pontianak Minum kopi sambil main gaplek dan remi box. FREE WIFI. Tidak ada perjudian di sini

Permanently closed.
01/12/2021

Saya lupa pesan hot spot, begitu pesan lokasi sudah diambil orang lain, membaca aturan siapa cepat pesan hot spot dia yang dapat. Udah cari lokasi alternatif lokasi lain juga sudah penuh sangat disayangkan memang, hanya ada sedikit ketidak Adilan saya punya WiFi harusnya hotspot dilokasi saya yang utama adalah hak saya ? Lain cerita kalo saya tidak mau atau tidak tertarik untuk ikut program. Ada yang sama dengan pemikiran saya ?. Walaupun wewenang ada di otoritas penguasa ruang angkasa , tentang frekuensi lalu lintas pemakaian frekuensi. Tapi ini hanya unek unek aja. Bye bye nambang gratis dengan pembagian keuntungan. Semoga ada jalan keluar dari I hub global.

31/05/2020

Copas.
Sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19, setiap orang wajib menggunakan masker ketika keluar rumah. Setelah wacana gencar disosialisasikan, beberapa daerah yang dinyatakan sebagai zona hijau telah memperbolehkan masyarakatnya untuk kembali melaksanakan shalat wajib di masjid dengan mematuhi anjuran memakai masker sebagai upaya preventif agar tidak mudah tertular virus.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Pada dasarnya, seseorang yang shalat dimakruhkan untuk menutup mulutnya dengan masker atau kain (cadar) ketika shalat, hal tersebut berdasarkan hadis yang kami cantumkan dalam gambar di atas. Lebih lanjut, Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Menutup mulut dan hidung (at-talatstsum) atau menutup mulut saja dengan tangan atau yang lain ketika shalat dihukumi makruh. Meletakkan tangan pada mulutnya juga dihukumi makruh.” (Al-Majmu’, 3:179).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Namun, ada kaidah;
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
الكَرَاهَةُ تَزُوْلُ بِالحَاجَةِ
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
“Suatu yang makruh menjadi hilang karena ada hajat.”
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Menutup mulut dan hidung (at-talatstsum) atau menutup mulut saja dengan tangan atau yang lain ketika shalat dimakruhkan. Dimakruhkan juga menutup mulut dengan tangan. Hal ini dikecualikan untuk yang bersin dalam shalat, maka diperbolehkan menutup mulut karena dalam kondisi ini yang sesuai sunnah adalah menggunakan tangan untuk menutup mulut sebagaimana pengajaran yang terdapat dalam hadis di Shahih Muslim (hadits Abu Sa’id Al-Khudri di atas).” (Al-Majmu’, 3: 179).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Berdasarkan uraian di atas, maka di tengah kekhawatiran akan tertular Covid-19, diperbolehkan bahkan bisa menjadi hal yang diperintahkan untuk menggunakan masker ketika melaksanakan shalat berjamaah di masjid.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Semoga bermanfaat 🙂

30/05/2020

Copas.
Terjawab sudah ujian kita saat ini...

Ya Allah, apakah gerangan yang sedang menimpa kami saat ini?
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan”
(QS. Al-Baqarah : 155)

Mengapakah kami harus diuji dengan wabah corona seperti ini?
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?”
(QS. Al-Ankabut : 2)

Untuk apa sesungguhnya ujian ini, ya Allah?
“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allah; barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya”
(QS. At-Taghabun :11)

Namun, mengapa harus terjadi pada kami?
“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”
(QS. Al-Ankabut : 3)

Darimana datangnya musibah ini ya Allah?
“Dari mana datangnya ini?” Katakanlah: “Itu dari dirimu sendiri”
(QS. Ali Imran: 165)

Tapi ya Allah, wabah ini sungguh buruk bagi kami….
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (p**a) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”
(QS. Al-Baqarah : 216)

Telah sesak nafas kami, berat hidup kami, gara-gara wabah ini….
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”
(QS. Al-Baqarah : 286)

Kami tidak bisa bekerja ya Allah, kami dikurung di rumah saja, kami tidak bisa berbuat apa-apa….
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (p**a) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”
(QS. Ali Imran : 139)

Terkadang, wabah ini memberikan tekanan yang demikian dahsyat kepada kami. Rasanya kami telah menyerah kalah. Sebagian dari kami bahkan telah berputus asa.
“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”
(QS. Yusuf : 87)
“Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat”
(QS. Al-Hijr: 56)

Kami menjadi gelisah, tidak tenang, karena beban berat yang kami hadapi akibat wabah ini….
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”
(QS. Ar-Ra’du: 28)

Di saat sempit seperti ini, masih adakah jalan keluar bagi kami? Masih adakah pintu rezeki untuk menyambung hidup kami ya Allah?
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya”
(QS. Ath-Thalaq: 2-3)

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya”
(QS. Ath-Thalaq: 4)

Tapi, perusahaan sudah memotong gaji kami. Bahkan sebagian dari kami, sudah tidak memiliki pekerjaan lagi. Siapa yang akan memberikan rezeki kepada kami?
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya”
(QS. Hud: 6)

Sudah lebih dari sebulan kami menjalani kebijakan Stay At Home. Rasanya sudah tidak kuat untuk terus menerus dikurung di dalam rumah. Lelah ya Allah. Sungguh kami tidak tahu, sampai kapan suasana ini….
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.”
(QS. Ali Imran : 200)

Mengapa Engkau menyuruh kami untuk bersabar?
“Allah mencintai orang-orang yang sabar”
(QS. Ali Imran : 146)

Adakah balasan atas kesabaran kami ya Allah?
“Sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”
(QS. An-Nahl : 96)

Alhamdulillah. Seberapa banyakkah pahala yang akan Engkau berikan kami?
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”
(QS. Az-Zumar : 10)

Subahanallah… Lalu bagaimana nasib kami kelak di akhirat ya Allah?
“Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (surga), (sambil mengucapkan) ‘SeLamat untuk kalian atas kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu”
(QS. Ar-Ra’du : 23-24)

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah...
Sekarang kami tenang ya Allah, kami ridha dengan ketentuan-Mu, kami bersabar dengan ujian-Mu.
“Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya”
(QS. Al-Bayyinah : 8)
“Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar”
(QS. At-Taubah : 72)

Subhanallah....

28/05/2020

# copas kump**an hadist.

" Keutamaan Ikhlas "

1. Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya. (HR. Abu Dawud)


2. Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak memandang postur tubuhmu dan tidak p**a pada kedudukan maupun harta kekayaanmu, tetapi Allah memandang pada hatimu. Barangsiapa memiliki hati yang shaleh maka Allah menyukainya. Bani Adam yang paling dicintai Allah ialah yang paling bertakwa. (HR. Ath-Thabrani dan Muslim)



3. Barangsiapa memurkakan (membuat marah) Allah untuk meraih keridhaan manusia maka Allah murka kepadanya dan menjadikan orang yang semula meridhoinya menjadi murka kepadanya. Namun barangsiapa meridhokan Allah (meskipun) dalam kemurkaan manusia maka Allah akan meridhoinya dan meridhokan kepadanya orang yang pernah memurkainya, sehingga Allah memperindahnya, memperindah ucapannya dan perbuatannya dalam pandanganNya. (HR. Ath-Thabrani)


4. Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah maka Allah akan menyempurnakan hubungannya dengan manusia. Barangsiapa memperbaiki apa yang dirahasiakannya maka Allah akan memperbaiki apa yang dilahirkannya (terang-terangan). (HR. Al Hakim)


5. Seorang sahabat berkata kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, seseorang melakukan amal (kebaikan) dengan dirahasiakan dan bila diketahui orang dia juga menyukainya (merasa senang)." Rasulullah Saw berkata, "Baginya dua pahala yaitu pahala dirahasiakannya dan pahala terang-terangan." (HR. Tirmidzi)


6. Agama ialah keikhlasan (kesetiaan atau loyalitas). Kami lalu bertanya, "Loyalitas kepada siapa, ya Rasulullah?" Rasulullah Saw menjawab, "Kepada Allah, kepada kitabNya (Al Qur'an), kepada rasulNya, kepada penguasa muslimin dan kepada rakyat awam." (HR. Muslim)

23/05/2020
20/05/2020

# copas.

Saat Rasulullahﷺ terluka
Gigi geraham beliau patah, bibir bawahnya sobek, dahi dan keningnya yang mulia juga bercucuran darah

Rasulullah malah tak henti menadahi tetesan darah itu dan mengusapkan ke dadanya agar jangan menetes ke tanah meski dalam keadaan genting sekalipun

Setelah perang mereda seorang Sahabat memberanikan diri bertanya perihal perilaku beliau tersebut;

Dengan lemah lembut Rasulullah pun menjawab :
Aku mendengar apa yang tidak kalian dengar
Malaikat penjaga gunung berkata: kalau ada setetes darahku menyentuh bumi, maka Allah akan menurunkan adzab dari langit kepada mereka yang memerangiku

Mendengar jawaban itu para Sahabat kembali bertanya, "Mengapa engkau tidak mendoakan para musuh Allah itu supaya celaka?" ⠀

Rasulullah kembali menjawab:
Sungguh aku tidak diutus untuk melaknat, tetapi berdakwah dan menyebarkan rahmat kepada semesta alam. ⠀

“Ya Raab berilah hidayah kepada mereka, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui."

By : copas

19/05/2020

# copas. Tahukah anda.

DOA RASULULLAH SAW KETIKA AKAN BERPISAH DENGAN BULAN ROMADHON

Ust. Umar Faqihudddin, S.Pd.I

للَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِيْ مَرْحُوْمًا وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا

“Yaa Allah! Janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau menetapkan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirahmati, bukan puasa yang sia-sia.”

“Seandainya masih ada padaku dosa yang belum Engkau ampuni atau dosa yang menyebabkan aku disiksa karenanya, sehingga terbitnya fajar malam ini atau sehingga berlalunya bulan ini, maka ampunilah semuanya wahai Dzat Yang Paling Pengasih dari semua yang mengasihi.”

“Yaa Allah! Terimalah puasaku dengan se-baik² penerimaan, perkenan, kema’afan, kemurahan, pengampunan & krridhaan-Mu. Sehingga Engkau memenangkan aku dengan segala kebaikan, segala anugerah yang Engkau curahkan di bulan ini.”

“Selamatkanlah aku dari bencana yang mengancam atau dosa yang berterusan. Demikian juga, dengan rahmat-Mu masukkanlah aku ke dalam golongan orang² yang mendapatkan (keutamaan) di Lailatul-Qadar. Malam yang telah Engkau tetapkan lebih baik dari seribu bulan.”

“Semoga perpisahanku dengan bulan Ramadhan ini bukanlah perpisahan untuk selamanya & bukan juga pertemuan terakhirku. Semoga aku dapat kembali bertemu dgn Ramadhan mendatang dalam keadaan penuh harapan & kesejahteraan.”

“Aamiin aamiin Yaa Mujiibas-Saailiin”

Aku akan selalu merindukanmu yaa Ramadhan

19/05/2020

# copas. TB

Lelaki di Tepi Kubur

“Assalamualaikum, Bu,” ucapnya pelan. Nada merendah karenanya.

“Maaf ... Adam baru sempat jenguk, Ibu,” lirihnya. Napasnya tersengal, tangis pun akhirnya pecah!

“Ibu apa kabar? Adam ada kabar gembira buat, Ibu.”

Setengah tawa bercampur tangis. Mata yang sayu mulai berembun. Semua karenanya.

Lelaki kecil bernama Adam, tersendu pilu memeluk kedua lututnya.

“Maaf ...,” lirihnya tertahan. Air matanya kian berlinang.

“Aaa ... Adam ... Adam.” Sesak! Dadanya kian bergemuruh.

“Adam puasanya lancar, Bu. Hiks ... hiks.”

Adam, anak yang malang.

“Semua teman Adam di kasih hadiah, Bu,” lirihnya, seiring dengan tangan mengusap wajahnya.

“Adam istimewa ya, Bu? Kata Nenek, Adam spesial di mata Allah.”

Ia curahkan semua kepada ibunya. Entah dengan sang ibu. Apakah ia mendengarnya?

“Adam sudah berubah, Bu. Tidak lagi ngerepotin Nenek. Nenek bilang baju Adam masih bagus semua. Makanya Adam nggak beli.”

Tersenyum getir. Padahal, hatinya bergetar.

“Kalo Ibu gimana? Apakah Allah memberikan baju baru? Kalau iya, Adam mau menyusul Ibu.”

Tak ada tisu untuk mengusap. Yang ada, hanya tangan kumal yang setia menghapus air matanya.

Adam berbalik. Menghadap nisan di sebelahnya.

“Assalamualaikum, Ayah.”

Ia bershikan rerumputan yang mulai tumbuh di nisan ayahnya.

“Maafkan Adam, Yah. Adam belum bisa menjalankan amanat yang Ayah berikan. Adam masih saja cengeng, terus mengeluh. Padahal, Ayah melarang itu semua.”

Hanya bisa menangis! Untuk berhenti pun ia tak mampu.

“Adam rindu, Yah. Rindu bermain sama Ayah. Kapan bisa diulang? Adam tidak pengen sepeda beroda ... yang Adam mau hanya pundak Ayah yang bisa membuat Adam tertawa.”

Rintik hujan mulai terasa. Awan hitam mulai terlihat.

“Adam p**ang dulu, ya. Minal Aidin Wal Faidzin. Adam sayang Ayah dan Ibu.”

Setelahnya, lelaki itu p**ang dengan sejuta kerinduan.

Tak ada kata yang mewakili rasa selain do'a. Semoga ayah ibu, bahagia di surganya.

"Jika kamu masih memiliki sayap yang utuh. Jaga, dan sayangi. Jangan sampai kamu membuat keduanya menangis, kecuali tangis bahagia karena mu"

17/05/2020

# copas. Naniek.s.d.

Kalau melihat carut marut pengelolaan BPJS saat ini kemudian beban2 yg harus ditanggung rakyat, dan juga soal ratusan triliun yg akan disuntikkan ke BUMN saya jadi ingat Pak Dahlan.

BPJS mulai akan dijalankan saat Pak Dahlan Iskan jadi Menteri BUMN 2013-2014, saya ingat betul Pak Dahlan yg disuruh cepat2 menjalankan BUMN BPJS meski saat itu kandidat direksinya sdh terbentuk, Pak Dahlan masih menunda -nunda.

Saya seperi membaca apa yg di benak Pak Dahlan, pengelolaannya pasti kacau, dan sepertinya ada pihak-pihak tertentu yg punya kepentingan atas "pemaksaan" rakyat harus ikut BPJS.

Di kelas bawah , atau masyarakat miskin, sebetulnya soal pelayan gratis utk berobat ini kan sudah dijalankan melalui anggaran daerah masing2, jadi adanya BPJS malah tumpang tindih utk masyarakat kelas 3.

Di masyarakat kelas 1 dan 2, mengapa harus dipaksa ikut BPJS? Toh tidak semu orang kalau sakit ke dokter ada yg pijat atau minum tolak angin juga sembuh kok. Bahkan utk sakit berat pun sdh banyak pengobatan alternatif.

Atau kalau orang -orang kantoran kan mereka juga sdh ikut asuransi yg dibayarkan oleh kantor masing2. Mereka juga kalau sakit kantor2nya pada nanggung.

Intinya sampai pemerintahan Pak SBY berakhir pak Dahlan belum mau menjalankan BPJS. Dia masih muntar-muntir ( ngeles) terus.

Siapa sebetulnya dibalik program BPJS ini? Gak bisa dibahas di sini!

Oh ya masih soal BUMN, saya melihat kepemimpinan di Kementerian BUMN Rini Suwandi, dan sekarang Erick Tohir itu kok 180 derajat dibanding Pak Dahlan dulu.

Coba teman2 googling, maka akan Anda temukan berita2 Pak Dahlan dihabisi DPR karena gak mau memberikan penyertaan modal pada BUMN. Lha kok sekarang malah kebalik -balik para menterinya yg malah semangat '45 akan menyuntik BUMN yg collapse.

Mengapa Pak Dahlan tidak setuju pemerintah menyuntik dana ke BUMN? Karena Pak Dahlan tau akan jadi ajang bancaan oknum DPR dan juga pejabat anak buahnya di Kementerian BUMN, termasuk oknum direksi BUMN.

Bahkan Pak Dahlan pernah mengungkap anggota Dewan yg terang-terangan minta duit atau deal sama Dirut BUMN apabila suntikan modalnya dari pemerintah disetujui. Jadi istilah kata "gue ( oknum anggota DPR) akan golkan spy perusahan yg lu pimpin dapat suntikan modal, tapi buat gue sekian".....

Kan utk menggunakan duit negara utk menyuntik BUMN harus ada persetujuan dari DPR, atau sebaliknya DPR yg mengusulkan ke Menteri BUMN. Nah peran oknum DPR main mata dengan direksi BUMN dan oknum orang Kementerian itu ada di sini.

Nah ketika Pak Dahlan mengungkap praktek itu, maka tak pelak ia pun "DIHABISI " sama DPR. Cari deh beritanya buanyak banget jaman itu. Dia juga dirongrong anak buahnya di Kementerian BUMN yg s**a main mata dengan Dirut BUMN dan oknum anggota DPR utk bancaan duit suntikan modal pemerintah ke perusahan -perusaah BUMN yg sakit.

Lalu utk menyehatkan BUMN apa yg dilakukan Pak Dahlan? Setiap hari dia gak pernah lebih 15 menit ada di kantornya. Pagi datang ke kantornya sekitar pukul 7 ( karyawannya belun datang dia sdh datang), lalu sarapan yg dibawa dari rumahnya, terus langsung pergi ke luar kantor.

Kemana Pak Dahlan pergi ?Tiap hari sdh dijadwal ke perusahaan BUMN mana saja dia akan datang . Dia akan rapat habis-habisan. Membedah semua program2 BUMN dan diselusuri mengapa perusahaan merugi, dan dicari solusinya. Jadi bukan begitu rugi disuntik modal ! BUMN dipaksa harus efisien, kreatif dan semua harus kerja keras. Jadi gak sedikit2 disuntik modal.

Pak Dahlan menempatkan diri sebagai super CEO utk BUMN , jadi bukan sebagi Menteri yg cuman terima laporan dan perintah! Dia seringkali datang ke kantor2 BUMN tanpa ada janji dulu sama direksinya alias sidak.

Saya sebetulnya menjagokan dia jadi Presiden, sayang dia "pelit" gak mau kasih mahar ke partai jadi gak ada partai yg mendukungnya.😄😄.

Dan saat akhirnya dia mengalami ketragisan dituduh korupsi bahkan sampai ditahan, itu semua sebetulnya karena Pak Dahlan menjadi "korban" para innercycle-nya . Ironis memang, Pak Dahlan berjibaku habis , orang2 dekatnya malam menambang duit dari perusahaan2 BUMN. Pak Dahlan dikorbanin orang2 yg dipercayainya. Namun akhirnya Kejaksaan tdk menemukan sepeser pun Pak Dahlan ngembat duit BUMN sehingga ia dinyatakan bebas murni.

Sedangkan persoalan yg sempat membuatnya sempat meringkuk di tahanan, itu bukan karena berkait dng BUMN, tapi dendam lama orang -orang yg dibabat Pak Dahlan saat dia menjabat sebagai CEO BUMD Jatim.

Apapun saya kok masih berharap mudah -mudahan tahun 2024 dia sehat, dan ada partai yg meminangnya jadi Presiden! Asal lingkungannya bersih dan tidak pergaul dengan Profesor itu , Insyalalh kalau dipegang Pak Dahlan, Indonesia akan luar biasa!

Coba kapan ya Indonesia orang biasa ( bukan orang partai) bisa jadi Presiden dari jalur independent? Kalau ngarep ada UU gak mungkin, karena yg buat UU orang partai😭.

Demikian sekilah info, jadi sory saya bilang kelas CEO Dahlan jauh di atas Rini dan Erick Thohir. Pasti gak ada yg tau Rini Suwandi dan Erick itu sebetulnya satu klan? Dua -duanya berbau Astra. Nantilah dibahas tersendiri gak penting utk saat ini.

Address

Jalan Hos. Cokrominoto, Jl. Beringin
Pontianak
78112

Telephone

0818172164

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Warkop beringin pontianak posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Warkop beringin pontianak:

Share

Category