Serambi Bedoyo

Serambi Bedoyo Kafe dengan konsep angkringan bonus view cantik alami. Murah enak syahdu

26/12/2025

Ojo ngremehne BedoyoVirus, nek wes kadung kenekan, masiyo kudanan ora moro rene pora malah gregesi

18/12/2025

Parkiran penuh, motor berjejer rapat.
Di gazebo, obrolan mengalir pelan tanpa rencana.
Kadang yang dicari bukan sekadar kopi,
tapi rasa diterima setelah hari yang panjang.

🎵 Tempat Penuh Cerita
Serambi Bedoyo — tempat singgah yang selalu ingin didatangi lagi. ☕🌿

📍 Ponorogo | Nongkrong sore sampai malam









07/12/2025

Dua wajah alam berdiri saling berhadapan: gemuruh air DAM Sungkur di satu sisi, dan hening jiwa Serambi Bedoyo di sisi lain.
Terlihat berlawanan, namun sejatinya saling melengkapi.
Seperti harmoni yang lahir dari pertentangan,
bagai yin dan yang yang tidak saling mengalahkan,
melainkan saling menjaga keseimbangan.

Uang bisa membeli banyak hal, tapi ada satu hal yang nilainya sering kali lebih tinggi: reputasi.Ia adalah mata uang sos...
15/08/2025

Uang bisa membeli banyak hal, tapi ada satu hal yang nilainya sering kali lebih tinggi: reputasi.
Ia adalah mata uang sosial—tak terlihat, namun menentukan siapa yang dipercaya, siapa yang dipilih, dan siapa yang dilupakan.
Menurut riset Harvard Business School, reputasi bekerja layaknya modal tak kasatmata. Ia mengalir di balik keputusan orang, memengaruhi cara mereka memperlakukan Anda bahkan ketika Anda tidak hadir di ruangan itu. Sekali rusak, nilainya sulit pulih. Tapi ketika kokoh, ia bisa menjadi perisai yang hampir tak tertembus.
---
1. Konsistensi Mengalahkan Ledakan Sesaat
Prestasi spektakuler bisa mengundang sorak-sorai, tapi yang membuat orang mempertaruhkan nama baik mereka untuk Anda adalah konsistensi.
Robert Greene menyebutnya “pola yang bisa diprediksi”—sifat yang membuat orang yakin akan perilaku Anda di masa depan. Orang yang selalu tepat waktu dalam rapat membangun citra lebih kuat daripada mereka yang sekali menang lomba lalu menghilang.
Kuncinya: tetapkan standar perilaku yang berjalan otomatis. Jadikan keandalan sebagai kebiasaan, bukan kejutan.
---
2. Simbol: Logo Tak Resmi dari Diri Anda
Setiap orang bisa punya “logo” pribadi—simbol yang langsung mengaitkan orang pada karakter Anda. Daniel Diermeier menyebutnya jangkar reputasi: bisa berupa cara berpakaian, kebiasaan, atau bahasa tubuh yang khas.
Steve Jobs punya turtleneck hitam. Seorang guru bisa punya kebiasaan membuka kelas dengan cerita singkat yang menginspirasi. Anda bisa punya tanda khas yang sama.
Pastikan simbol itu sejalan dengan nilai Anda, karena simbol palsu lebih cepat meruntuhkan reputasi daripada membangunnya.
---
3. Diam yang Bernilai Lebih Mahal daripada Kata-Kata
Reputasi tidak hanya dibentuk oleh apa yang kita ucapkan, tetapi juga oleh momen kita memilih untuk diam.
Dalam rapat panas, orang yang menahan diri lalu berbicara di momen tepat sering dipandang lebih bijak daripada mereka yang memenuhi ruang dengan kata-kata. Diam yang strategis menunjukkan kendali dan percaya diri—dua hal yang membuat orang ragu menyerang Anda.
---
4. Biarkan Orang Lain Menjadi Advokat Anda
Reputasi terkuat adalah yang dibela oleh orang lain. Ketika rekan kerja memuji Anda tanpa diminta.

"Menjadi perempuan bukan soal tubuh yang berbeda, tapi soal tafsir yang tak pernah diberi ruang.Bukan dunia yang terlalu...
05/07/2025

"Menjadi perempuan bukan soal tubuh yang berbeda, tapi soal tafsir yang tak pernah diberi ruang.
Bukan dunia yang terlalu rumit, tapi tafsirnya yang terlalu maskulin.”

Di tengah riuh yang sering meminggirkan suara perempuan, Anggun Nila Khairunnisa hadir bukan sekadar sebagai pengajar, tapi sebagai penyambung suara yang lama dibungkam oleh norma. Lahir dan besar di tradisi pesantren, ia melangkah dengan ilmu dan empati—mengurai feminisme bukan sebagai ancaman, tapi sebagai jendela untuk memahami ulang tubuh, pengalaman, dan perjuangan perempuan.

Ia adalah lulusan terbaik II Jurusan PAI IAIN Ponorogo, kini pendidik di MA Uyun Al-Hikam, dan tengah menempuh studi pascasarjana di UNISSULA Semarang. Pengalaman organisasinya pun kokoh—dari PMII, DEMA, hingga IPPNU tingkat kabupaten. Dalam dirinya, berpadu antara intelektualitas pesantren dan keberanian perempuan muda yang tak ingin diam.

🌿 Dalam sesi ini, kita akan menyelami:

Jejak tokoh dan aliran dalam feminisme

Identitas dan dinamika gerakan feminis

Isu kontemporer yang menyentuh ruang hidup perempuan hari ini

Serta bagaimana media dan globalisasi membentuk wacana tentang tubuh dan peran perempuan

📖 Ini bukan tentang melawan laki-laki.
Ini tentang menyembuhkan luka perempuan yang terlalu lama dianggap “biasa”.

📌 Untukmu yang selama ini bertanya:
"Apakah menjadi perempuan harus selalu ditafsirkan oleh orang lain?"
Maka inilah ruangnya.



🎓 Narasumber: Anggun Nila Khairunnisa
📚 Tema: Feminisme – Menjadi Perempuan, Menjadi Makna
📍 Format: Interaktif + Forum Group Discussion
📅 (Isi tanggal dan waktu)
🔗 Daftar: bit.ly/MADRASAHFILSAFAT
💸 Investasi: 100k – termasuk makan 7x, penginapan, dan suasana kontemplatif



> ✍️ Karena menjadi perempuan adalah filsafat yang belum selesai ditulis.

Karena tubuhmu bukan kutipan,
dan pikiranmu tak harus tunduk pada tafsir yang usang.


Ketika Tradisi Menyapa Zaman, dan Akal Bertemu Wahyu di Tikungan PeradabanDi suatu senyap yang dalam, filsafat tak lagi ...
04/07/2025

Ketika Tradisi Menyapa Zaman, dan Akal Bertemu Wahyu di Tikungan Peradaban

Di suatu senyap yang dalam, filsafat tak lagi sekadar ilmu—ia menjelma doa paling sunyi, ketika manusia bertanya: "Masih bisakah kita percaya?"

Zaman bergerak, keyakinan diuji. Di antara riuhnya gawai dan algoritma, Islam ditanya ulang:
apakah masih bisa menjawab tantangan zaman—tanpa kehilangan jati diri?

Di sinilah Prof. Dr. Aksin Wijaya hadir. Bukan sekadar Guru Besar dari Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo., tapi pemikir yang meretas jalan sunyi: menyandingkan filsafat Islam dan realitas kontemporer, tanpa menenggelamkan kedalaman spiritualitas.

Lewat sesi Filsafat Islam Kontemporer, beliau mengajak kita membongkar ulang tumpukan tafsir, teologi, dan tradisi—bukan untuk dilupakan, tapi untuk dilihat dengan cahaya baru:

Di mana letak filsafat dalam hiruk-pikuk globalisasi?

Bagaimana modernitas merubah cara kita memahami Tuhan?

Masih perlukah kita berbicara tentang kebenaran, ketika semua orang lebih percaya trending?

Ini bukan kelas biasa. Ini ruang di mana akal dan adab saling bertukar tempat duduk.
Tempat di mana diskusi tak melulu tentang siapa benar, tapi bagaimana tetap manusia.

📿 Inilah Madrasah Filsafat Bedoyo,
bukan sekadar ruang belajar, tapi tanah semai bagi benih-benih berpikir jernih.

---

📍 Filsafat Islam Kontemporer – Sesi ke-3 Madrasah Filsafat
🧠 Narasumber: Prof. Dr. Aksin Wijaya, M.Ag
📖 Materi:
• Tokoh & Pemikir Kontemporer
• Reinterpretasi Teologi Klasik
• Tradisi vs Modernitas
• Metodologi Pemikiran Islam
• Isu-Isu Zaman dan Tantangan Peradaban

💬 Metode: Diskusi Interaktif + Forum Grub Discussion
🎓 Diselenggarakan oleh: Serambi Bedoyo

📌 Daftar sekarang: bit.ly/MADRASAHFILSAFAT
💸 Investasi: 100k
📆 Kursi terbatas, tapi makna tak terbendung.

---

🪔
🌀
🧠
📿
🔍
🌍
📝

---

> Sebab dalam dunia yang makin cepat, yang paling berbahaya justru yang tak pernah dipertanyakan.

“Ketika Bahasa Tak Lagi Netral, Maka Diam Adalah Kepatuhan.”Di dunia yang dipenuhi suara,kadang yang paling membahayakan...
04/07/2025

“Ketika Bahasa Tak Lagi Netral, Maka Diam Adalah Kepatuhan.”

Di dunia yang dipenuhi suara,
kadang yang paling membahayakan justru yang paling sunyi.
Bukan karena tak terdengar—
tapi karena tak pernah dipertanyakan.

Dr. Murdianto, M.Si., dosen tetap Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta,
dan penggerak Jaringan GUSDURian,
datang bukan membawa kebenaran mutlak,
melainkan mengajak kita menjenguk ulang dasar-dasar berpikir kita yang nyaris rapuh.
Tentang bahasa, tentang kuasa,
tentang bagaimana sebuah narasi bisa menjadi tirani
yang bersembunyi dalam kalimat yang tampaknya “biasa saja”.

Bersama beliau,
Analisis Wacana Media bukan sekadar alat kajian ilmiah.
Ia menjadi cermin kesadaran,
untuk melihat siapa yang dibungkam,
siapa yang dimenangkan oleh framing,
dan siapa yang kita biarkan terhapus diam-diam dari ruang wacana publik.

Beliau mengajak kita
untuk mencurigai yang tampak wajar,
menyigi istilah yang terdengar netral,
dan menemukan kembali keberanian untuk berpikir jernih di tengah kabut informasi.

Karena hari ini,
bukan hanya senjata atau kekuasaan yang bisa menyakiti,
tetapi narasi—yang tanpa kita sadari—telah menyusun dunia kita dengan begitu halus.
Dan kita diam.
Lalu percaya.

📌 MADRASAH FILSAFAT
Kolaborasi Serambi Bedoyo x Pusat Kajian Filsafat & Teologi (PKFT)
Berskala nasional, digawangi oleh para pemikir yang tak hanya mumpuni di bidangnya,
tapi juga setia merawat nurani.

---

🎙️ Narasumber Kedua:
Dr. Murdianto, M.Si.
Dosen Tetap UNU Yogyakarta
Penggerak Jaringan GUSDURian
📖 Topik: Analisis Wacana Media
“Membaca Kuasa dalam Kalimat, Menemukan Kebenaran yang Terluka”

📆 Pendaftaran s.d. 24 Juli
💸 Biaya: Rp 100.000
🔗 bit.ly/MADRASAHFILSAFAT
📞 Muzaki: 0852 3607 7819
📞 Krisna: 0819 1384 5095

---

📜 Karena memahami bahasa publik kini adalah bagian dari menjaga kemerdekaan berpikir.
📖 Mari hadir.
Bukan sekadar untuk belajar,
tetapi untuk membuka mata—
bahwa bahasa tak hanya mengabarkan,
tetapi menyusun dunia.

Bersama Dr. Murdianto, mari bertanya kembali.
Sebab berpikir, kadang adalah bentuk paling dalam dari perlawanan.

Filsafat yang Menyatu dengan Tanah, Tubuh, dan Tradisi Bersama Gus Mustafid – JogjakartaAda ilmu yang tinggi, tapi tak m...
03/07/2025

Filsafat yang Menyatu dengan Tanah, Tubuh, dan Tradisi Bersama Gus Mustafid – Jogjakarta

Ada ilmu yang tinggi, tapi tak menjejak bumi.
Ada akal yang tajam, tapi kehilangan rasa.
Tapi Gus Mustafid bukan jenis itu.

Ia tumbuh dari tanah yang penuh doa — Mlangi, kampung pesantren yang mewarisi jejak spiritual Mataram.
Ia tumbuh bersama tradisi, bersama zikir, bersama gelap-terang kehidupan kaum sarungan.
Dan kini, ia datang sebagai Narasumber I — bukan untuk menggurui, tapi untuk menemani.

Gus Mustafid bukan sekadar seorang pengasuh pondok.
Ia adalah jembatan antara yang lama dan yang baru.
Antara kesalehan lokal dan gagasan global.
Ia menulis, berbicara, dan merangkul,
bukan hanya dengan dalil,
tapi dengan rasa, pengalaman, dan napas panjang dari sejarah kampungnya.

Di Madrasah Filsafat, engkau tak akan menemukan seminar kaku.
Yang engkau temui adalah perbincangan yang hidup —
tentang iman dan akal, tentang tubuh dan dunia digital,
tentang menjadi manusia yang berpikir tanpa kehilangan rasa hormat pada warisan nenek moyang.

📍 Bergabunglah,
karena Gus Mustafid bukan hanya narasumber,
tapi juga seorang saksi hidup bahwa filsafat bisa tumbuh dari pesantren,
bahwa tafsir bisa berdamai dengan tradisi,
dan bahwa berpikir adalah bentuk ibadah yang tak kalah sakral.
---
Madrasah Filsafat – Serambi Bedoyo x PKFT
📆 Pendaftaran s.d. 24 Juli
🔗 bit.ly/MADRASAHFILSAFAT
📞 0852 3607 7819 (Muzaki)
📞 0819 1384 5095 (Krisna)
---
🌿 Yang datang tak hanya membawa akal,
tapi juga luka, tanya, dan hasrat untuk p**ang sebagai manusia.
Mari duduk bersama. Pelan. Dalam. Dan jujur.
Karena hidup ini terlalu berharga untuk dijalani tanpa makna.

🌿 Selamat Datang, Juli. Selamat Datang, Madrasah Filsafat 2025Bulan Juli bukan hanya penanda waktu.Ia adalah isyarat — b...
02/07/2025

🌿 Selamat Datang, Juli. Selamat Datang, Madrasah Filsafat 2025

Bulan Juli bukan hanya penanda waktu.
Ia adalah isyarat — bahwa musim permenungan telah tiba.

Di tengah bisingnya rutinitas dan pasar gagasan yang sering tergesa,
kami hadirkan sebuah ruang kontemplatif yang berbeda:
Madrasah Filsafat —
hasil kerjasama antara Serambi Bedoyo dan PKFT (Pusat Kajian Filsafat dan Theology)
yang selama 24 tahun teguh berdiri
mengawal pemikiran, memperdalam pertanyaan,
dan menghidupi warisan filsafat di tanah air.

Ini bukan sekadar kegiatan lokal.
Ini adalah sebuah peristiwa kultural dan intelektual berskala nasional —
di mana para pemikir yang mumpuni dan berpengalaman,
akan duduk bersama para peziarah muda,
menyulam percakapan yang bukan hanya cerdas,
tapi juga menyentuh inti kemanusiaan kita.

Madrasah ini bukan ruang kuliah, bukan p**a seminar.
Ia adalah tempat di mana akal didudukkan sejajar dengan rasa,
dan pikiran diberi ruang untuk tumbuh tanpa tergesa,
di bawah naungan suasana yang nyeni, filosofis, dan kontemplatif khas Serambi Bedoyo.

📍 Acara ini akan digelar dalam suasana alam dan spiritualitas Jawa yang menyatu,
dengan menu yang bersahaja, penginapan yang menyentuh rasa,
dan pertemuan yang dirancang untuk melahirkan perenungan, bukan sekadar catatan.

📆 Pendaftaran: 27 Juni – 24 Juli
💸 Biaya: 100.000
📌 Tempat terbatas, karena ruang batin tak butuh keramaian.
🔗 bit.ly/MADRASAHFILSAFAT
📞 Narahubung:
Muzaki – 0852 3607 7819
Krisna – 0819 1384 5095

Selamat datang, Juli.
Bersiaplah, karena yang akan datang bukan peserta,
tapi calon-calon peziarah akal
yang rindu p**ang kepada makna —
bukan hanya dari satu kota,
tapi dari penjuru tanah air.

Kami tunggu kau di serambi yang menuntun.
Tempat di mana pikiran tak diburu, tapi dipelihara.
Tempat di mana pertanyaan menjadi teman seperjalanan.

Salam dari Serambi Bedoyo x PKFT.
Salam dari Madrasah yang tak hanya mengajar, tapi membangkitkan.

Address

Lingkungan Utara DAM Sungkur Desa Blembem Kecamatan Jambon
Ponorogo
63456

Opening Hours

Monday 09:00 - 22:00
Tuesday 09:00 - 22:00
Wednesday 09:00 - 22:00
Thursday 09:00 - 22:00
Friday 13:00 - 22:00
Saturday 09:00 - 22:00
Sunday 09:00 - 22:00

Telephone

+81227749734

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Serambi Bedoyo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category