04/07/2025
“Ketika Bahasa Tak Lagi Netral, Maka Diam Adalah Kepatuhan.”
Di dunia yang dipenuhi suara,
kadang yang paling membahayakan justru yang paling sunyi.
Bukan karena tak terdengar—
tapi karena tak pernah dipertanyakan.
Dr. Murdianto, M.Si., dosen tetap Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta,
dan penggerak Jaringan GUSDURian,
datang bukan membawa kebenaran mutlak,
melainkan mengajak kita menjenguk ulang dasar-dasar berpikir kita yang nyaris rapuh.
Tentang bahasa, tentang kuasa,
tentang bagaimana sebuah narasi bisa menjadi tirani
yang bersembunyi dalam kalimat yang tampaknya “biasa saja”.
Bersama beliau,
Analisis Wacana Media bukan sekadar alat kajian ilmiah.
Ia menjadi cermin kesadaran,
untuk melihat siapa yang dibungkam,
siapa yang dimenangkan oleh framing,
dan siapa yang kita biarkan terhapus diam-diam dari ruang wacana publik.
Beliau mengajak kita
untuk mencurigai yang tampak wajar,
menyigi istilah yang terdengar netral,
dan menemukan kembali keberanian untuk berpikir jernih di tengah kabut informasi.
Karena hari ini,
bukan hanya senjata atau kekuasaan yang bisa menyakiti,
tetapi narasi—yang tanpa kita sadari—telah menyusun dunia kita dengan begitu halus.
Dan kita diam.
Lalu percaya.
📌 MADRASAH FILSAFAT
Kolaborasi Serambi Bedoyo x Pusat Kajian Filsafat & Teologi (PKFT)
Berskala nasional, digawangi oleh para pemikir yang tak hanya mumpuni di bidangnya,
tapi juga setia merawat nurani.
---
🎙️ Narasumber Kedua:
Dr. Murdianto, M.Si.
Dosen Tetap UNU Yogyakarta
Penggerak Jaringan GUSDURian
📖 Topik: Analisis Wacana Media
“Membaca Kuasa dalam Kalimat, Menemukan Kebenaran yang Terluka”
📆 Pendaftaran s.d. 24 Juli
💸 Biaya: Rp 100.000
🔗 bit.ly/MADRASAHFILSAFAT
📞 Muzaki: 0852 3607 7819
📞 Krisna: 0819 1384 5095
---
📜 Karena memahami bahasa publik kini adalah bagian dari menjaga kemerdekaan berpikir.
📖 Mari hadir.
Bukan sekadar untuk belajar,
tetapi untuk membuka mata—
bahwa bahasa tak hanya mengabarkan,
tetapi menyusun dunia.
Bersama Dr. Murdianto, mari bertanya kembali.
Sebab berpikir, kadang adalah bentuk paling dalam dari perlawanan.