Warung Rimbang-Baling

Warung Rimbang-Baling Adalah sebuah tempat dimana kita saling menyemangati perjuangan kita sambil minum kopi rimbangbaling, kopi pusaka dari hutan rimbangbaling

11/05/2026

“Atas nama rakyat, seni lahir bukan untuk meninggikan diri, melainkan untuk menghibur luka, menyatukan tawa, dan menghidupkan jiwa negeri.”

08/05/2026

Perjuangan di Rimbang Baling bukan tentang menjadi besar,
tapi tentang tetap bertahan tanpa kehilangan arah.
Tentang menjaga rasa, bukan hanya di kopi,
tapi juga dalam hidup—agar tidak hambar oleh ambisi.

Maka jika kau datang, duduklah sejenak.
Dengarkan daun yang berbicara tanpa suara,
lihat akar yang menjuntai tanpa keluh,
dan rasakan kopi yang mengajarkan satu hal sederhana:

Bahwa hidup tidak perlu selalu ramai untuk berarti.
Kadang, justru dalam sunyi—
kita menemukan rasa yang paling jujur.

08/05/2026

Menjadi pejalan kopi adalah menerima bahwa setiap rasa memiliki perjalanan panjang.
Ada tanah yang dipijak dengan sabar,
ada hujan yang ditunggu dengan tawakal,
ada panas api yang harus dilalui tanpa marah.

Seluruh proses telah dilewati.
Dari biji yang jatuh di bumi,
dipetik oleh tangan yang penuh harap,
dipanggang oleh waktu dan kesabaran,
hingga akhirnya menjadi secangkir kopi yang menghangatkan jiwa.

Begitulah hidup manusia.
Tidak ada yang sampai pada makna tanpa melewati sunyi.
Tidak ada yang menemukan dirinya tanpa melewati kehilangan.
Dan tidak ada yang benar-benar mengenal Tuhan tanpa terlebih dahulu mengenal lelah.

Di jalan kopi ini, zikir tidak selalu berupa suara.
Kadang ia hadir dalam kerja yang ikhlas.
Dalam bangun pagi yang berat.
Dalam tetap tersenyum meski dagangan sepi.
Dalam hati yang terus berkata,
“Cukupkan aku dengan apa yang Kau beri.”

Rimbang Baling mengajarkan bahwa hutan pun berzikir dengan caranya sendiri.
Sungai mengalir sambil memuji.
Angin membawa nama-Nya ke mana-mana.
Dan manusia… hanyalah musafir kecil yang sedang belajar pulang.

Maka secangkir kopi bukan sekadar minuman.
Ia adalah pengingat:
bahwa hidup ini pun sedang diseduh.
Dipanaskan oleh ujian,
diaduk oleh waktu,
dan perlahan dimatangkan oleh Tuhan.

Bagi para pejalan kopi,
mungkin kita tak pernah benar-benar mencari ramai.
Kita hanya mencari hati yang tenang,
rasa yang jujur,
dan jalan pulang yang diridhai Tuhan. #

07/05/2026

Seperti siang dan malam yang tak pernah saling berebut waktu, begitulah hidup berjalan pada jalannya masing-masing.
Siang hari, aroma miso Pak Lek mengepul bersama antrean, peluh, dan kesabaran orang-orang yang datang membawa lapar dan harapan.
Malamnya, lampu redup Warung Kopi Rimbang Baling menyala pelan, menemani sunyi, cerita perjuangan, dan secangkir kopi yang diseduh dengan hati.

Tuhan mengatur rezeki seperti matahari dan bulan—tak selalu hadir bersamaan, tapi keduanya cukup untuk menerangi kehidupan.
Ada yang dititipkan ramai di siang hari, ada yang dipercayakan tenang di malam hari.
Semua punya jalannya sendiri.

Miso mengajarkan sabar menunggu giliran, kopi mengajarkan ikhlas menikmati jeda.
Di balik rasa, ada perjuangan yang tidak sedikit; bangun pagi, menahan lelah, menjaga niat, dan tetap percaya bahwa rezeki tidak akan tertukar.

Sebab kadang yang membuat usaha bertahan bukan hanya ramai pembeli, tapi hati yang terus belajar menerima, bersyukur, dan berjalan perlahan bersama zikir kepada Tuhan.

03/05/2026

Di Warung Rimbang Baling, kopi lahir dari kesunyian yang tidak kosong. Ia tumbuh di antara hutan yang tua, yang akarnya memeluk bumi seperti doa yang tak pernah putus. Di sana, angin tidak hanya berhembus—ia berzikir, menyebut nama-Nya dalam bahasa daun dan ranting.

Sungai mengalir tanpa tergesa, membawa cerita dari hulu ke hilir.
Seperti perjalanan manusia, kadang jernih, kadang keruh,
tapi tetap menuju satu arah—pulang.

Dan kopi ini… adalah saksi.
Saksi dari tangan-tangan yang bekerja dalam diam,
dari peluh yang tidak selalu dilihat,
dari perjuangan yang tidak selalu diceritakan.

Rasa yang kau teguk bukan sekadar pahit dan asam.
Ia adalah jejak waktu, jejak sabar, jejak ikhlas.
Seperti hidup—kadang getir, kadang hangat,
tapi selalu punya makna bagi yang mau merasakannya.

Di warung kecil ini, sunyi bukan berarti sepi.
Ia adalah ruang untuk mengenal diri,
tempat di mana hiruk dunia diletakkan sebentar,
dan hati diajak duduk lebih dekat dengan yang Maha Dekat.

Perjuangan di Rimbang Baling bukan tentang menjadi besar,
tapi tentang tetap bertahan tanpa kehilangan arah.
Tentang menjaga rasa, bukan hanya di kopi,
tapi juga dalam hidup—agar tidak hambar oleh ambisi.

Maka jika kau datang, duduklah sejenak.
Dengarkan hutan yang berbicara tanpa suara,
lihat sungai yang mengalir tanpa keluh,
dan rasakan kopi yang mengajarkan satu hal sederhana:

Bahwa hidup tidak perlu selalu ramai untuk berarti.
Kadang, justru dalam sunyi—
kita menemukan rasa yang paling jujur.

03/05/2026

Sekali kali coba minum kopi man, minimal kopi susulah jangan: teh es, milo san strawbery aja hehehe. Tersebab “Kopi RB INI bukan sekadar minuman.
Ia adalah jalan pulang dari hutan,
tempat sunyi yang mengajarkan sabar,
dan rezeki yang datang dari perjuangan.”

01/05/2026

29/04/2026

“Hitam, jujur, tenang. Seperti hutan setelah hujan.”

27/04/2026

Di Warung Kopi Rimbang Baling, secangkir kopi bukan sekadar minuman—ia adalah teman duduk bagi jiwa yang sedang menata langkah. Tempat ini seperti rumah sendiri: sederhana, hangat, dan menerima siapa saja tanpa banyak tanya.

Di sini, orang-orang datang membawa lelah, mimpi, dan cerita yang belum selesai. Ada yang menyusun ulang perjuangannya, ada yang memilih berjalan di jalan sunyi, ada yang diam-diam berzikir di antara kepulan aroma kopi dan waktu yang berjalan pelan.

Warung ini bukan hanya tempat singgah, tetapi ruang untuk berdamai dengan diri sendiri. Tempat di mana kegagalan tak perlu disembunyikan, harapan tak perlu dipermalukan, dan esok selalu diberi kesempatan baru.

Karena kadang, yang dibutuhkan manusia bukan jawaban besar—hanya kursi sederhana, brownsugar, americano , dan suasana yang membuat hati percaya: besok masih layak diperjuangkan.

Warung Kopi Rimbang Baling
Tempat pulang bagi jiwa-jiwa yang sedang berjuang.

22/01/2026

Senyumnya larut dalam secangkir kopi.
Manis pahit hidup ditelan perlahan,
sambil zikir berjalan di dada.

Di Rimbang Baling,
kopi mengajarkan sabar,
hidup mengajarkan ikhlas,
dan Tuhan hadir
di setiap teguk yang disyukuri. ☕🌿

09/12/2025

15 TAHUN lalu,
warung ini lahir dari semangat membuat hidup lebih dari sekedarnya dan doa yang lirih.
Bukan dari rencana besar,
hanya dari keyakinan kecil:
rezeki punya jalan sendiri.

Banyak yang datang lalu pergi.
wajah-wajah berubah
namun beberapa tetap setia—
duduk di bangku yang sama,
menyeruput waktu,
menyebut warung ini sebagai pulang.

Dulu sebagai tempat nongkrong ku
kini orang-orangbdatang mencari cerita, mencari jaringan, mencari makna pada cangkir kopi.

Warung ini belajar bertahan
tanpa harus keras kepala.
Menyesuaikan tanpa kehilangan jiwa. Konsisten, meski kadang sepi lebih lantang dari ramai.

Pada akhirnya,
yang membuat warung ini hidup
bukan meja, bukan dinding, bukan menu. Melainkan iman yang tenang: bahwa rezeki takkan tertukar dan mutlak hak Tuhan.

Aku hanya membuka pintu,
menjaga adab, merawat rasa,
dan tetap jujur pada jalan yang dipilih.

Warung ini tak menjanjikan kemewahan,
hanya keberlanjutan— sebuah tempat di mana sabar diseduh pelan, dan syukur tak pernah habis.

Jika kamu masih datang hari ini,
duduklah sebentar. Bukan sekadar membeli, tapi menjadi bagian
dari doa yang belum usai.

Address

Jalan Dwikora No. 2, Gobah
Pekanbaru
28132

Opening Hours

Monday 16:00 - 22:00
Tuesday 16:00 - 00:00
Wednesday 16:00 - 00:00
Thursday 16:00 - 00:00
Friday 16:00 - 22:00
Saturday 10:00 - 00:00
Sunday 16:00 - 00:00

Telephone

+628117576007

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Warung Rimbang-Baling posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Warung Rimbang-Baling:

Share