24/05/2016
Percuma Tutup Jam 6 Sore
Dengan diamininya usulan warga oleh Walikota, HA Alf Arslan Djunaid agar Obyek Wisata Pantai Pasir Kencana ditutup sampai pukul 18.00 WIB, ternyata menguntungkan obyek Wisata Bahari, yang berada di sebelah OW Pasir Kencana. Sebab obyek wisata yang dikelola PPNP tersebut masih buka hingga malam hari.
Kabid Pariwisata Dishubparbud Kota Pekalongan, Sigit Mursito, Senin (23/5) mengatakan, dengan ditutupnya OW Pasir Kencana pukul 18.00 akan percuma. Sebab, wisata serupa yang berada tepat di sebelah Pasir Kencana, yakni wisata bahari yang dikelola PPNP tetap buka hingga malam hari.
“Bukan permasalahan PAD yang berkurang, karena itu kan uang yang disetorkan kepada pemerintah. Tapi substansi masalah yang pertama kali dimunculkan yaitu agar tidak terjadi tindakan asusila. Tapi kalau obyek wisata sebelah juga tidak ditutup, itu percuma. Pelaku tindakan asusila akan pindah atau lari kesana, mereka tetap ada kesempatan,” ujar dia.
Untuk itu, jika memang tujuan awal atau substansi masalah yang mendasari dibatasinya jam operasional OW Pasir Kencana adalah karena ketakutan akan terjadi tindakan asusila, maka sudah seharusnya semua wisata ditutup pada jam yang sama. “Sehingga tujuan awal yang ingin dicapai benar-benar terwujud,” tandasnya.
Pendapatan Berkurang
Sigit menyebut pendapatan Obyek Wisata Pantai Pasir Kencana, diperkirakan mengalami penyusutan mencapai 30 hingga 35 persen sejak diberlakukannya penutupan wisata pukul 18.00.
Angka tersebut, merupakan angka hitungan kasar dari pihak Dishubparbud. Namun angka pasti jumlah penyusutan pendapatan, masih terus dihitung, dan baru didapati hasil real sebulan usai pemberlakuan kebijakan tersebut.
“Selama ini sudah kami hitung setiap hari. Tapi kalau untuk mengetahui angka real penurunannya harus menunggu minimal satu bulan. Jadi satu bulan setelah ditutup, dan satu bulan sebelum ditutup itu berapa, hasilnya yang akan diusulkan untuk pengurangan pendapatan. Tapi kalau hitungan kasarnya kami perkirakan 30 hingga 35 persen,” terangnya.
Selama 10 hari sejak diberlakukannya kebijakan tersebut, dikatakan Sigit, pihaknya terus melakukan perhitungan setiap hari.
Selama perhitungan itu, Sigit mencatat dalam satu hari sempat terjadi pengurangan hingga 55 persen dari pendapatan normal. Namun pengurangan yang signifikan tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi rob yang menerjang kawasan obyek wisata.
“Jadi perhitungan itu belum bisa untuk kesimpulan, karena hanya satu hari dan situasinya tidak terus terjadi. Tetap harus menunggu satu bulan sehingga pernah melewati semua kondisi. Bagaimana waktu kliwonan, bagaimana saat tidak rob, bagaimana saat rob. Sehingga kalau diistilahkan melencengnya perhitungan itu sedikit,” tambah Sigit.
Kemudian, Dishubparbud juga melakukan perhitungan pendapatan per slot waktu yakni jam 6 hingga jam 9 pagi, jam 9 hingga jam 12 siang, jam 12 hingga jam 3 sore dan jam 3 hingga jam 6 sore. Dari perhitungan tersebut, nantinya akan diketahui pada slot waktu mana pendapatan tertinggi yang masuk, sehingga perhitungan pengurangan pendapatan akan lebih tepat.
Setelah didapatkan perhitungan yang tepat, pihaknya akan mengajukan angka tersebut kepada Walikota dan DPRD. Sehingga, target PAD dari OW Pasir Kencana akan diusulkan untuk tidak sesuai dengan angka yang ditargetkan pada awal tahun.
Dibatasinya jam operasional Pantai Pasir Kencana, menurutnya memang berpengaruh cukup signifikan. Khususnya untuk Sabtu malam atau Kamis malam. “Yang signifikan memang malam Jumat dan malam Minggu. Ya mungkin memang jadi favorit masyarakat khususnya anak muda untuk jalan-jalan. Dua malam itu cukup signifikan pengaruhnya,” kata dia lagi.
Radar Pekalongan