Pantai Pasir Kencana

Pantai Pasir Kencana Wisatawan yang gemar bertualang di kawasan pesisir tidak akan sulit menemukan lokasi wisata Pantai Pasir Kencana.

Dari pusat Kota Pekalongan hanya sekitar empat kilometer. Bila menggunakan transportasi umum seperti kereta api atau bus, wisatawan bisa turun di depan Stasiun KA Kota Pekalongan. Hanya butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai di lokasi itu. Bila menggunakan kendaraan pribadi, jarak tempuhnya lebih singkat. Di kawasan ini ada objek Wisata seluas 3,5 ha yang dikelola Kantor Pariwisata dan Kebudaya

an Kota Pekalongan ini dibuka untuk umum dari pukul 06.00-21.00, dengan menawarkan fasilitas berupa mainan anak-anak dan taman bermain, panggung terbuka, kandang satwa, taman untuk bersantai, warung makan, toilet, dan lahan parkir yang luas. Objek wisata lain yang ada di sekitar Pantai Pasir Kencana adalah krematorium, pura, tambak ikan, serta Aquarium Ikan Laut yang ada di Pelabuhan Perikanan. Bila ingin menikmati keindahan alam, tenggelamnya Matahari di sore hari menawarkan sensasi unik. Wisatawan tidak perlu merogoh kocek hingga dalam untuk memasuki kawasan wisata ini karena tiket masuknya sesuai dengan kantong semua lapisan masyarakat. Obyek Wisata Pantai Pasir Kencana merupakan Obyek Wisata Utama yang dimiliki Pemerintah Kota Pekalongan. Terletak berbatasan dengan Tempat Pelelangan Ikan atau Pelabuhan Perikanan Nusantara di Pantai Utara Jawa, dengan jarak tempuh 4,5 Km dari kota / stasiun kereta api, luas lahan pantai ini adalah 3,5 Ha. Obyek Wisata yang dikelola oleh Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekalongan, ini dibuka untuk umum dari jam 06.00 wib – 21.00 wib. Fasilitas yang tersedia adalah mainan anak-anak dan taman bermain, panggung terbuka, kandang satwa, bangku dan taman untuk bersantai, warung makan, toilet dan lahan parkir. Obyek Wisata lain yang ada disekitar Pantai Pasir Kencana adalah adanya Krematorium, Pura dan tambak-tambak ikan serta Aquarium Ikan Laut yang ada di Pelabuhan Perikanan. Disini pengunjung dapat bersantai sambil menyaksikan matahari terbit / terbenam, aktivitas nelayan dan perahunya, bermain di taman, memancing, olah raga pantai atau sekedar menghirup udara pantai yang segar. Pengunjung biasanya paling banyak datang pada hari Minggu / Libur dan hari Jum’at pagi. Setiap pengunjung wajib membayar tiket masuk dengan harga sebesar Rp. 1.100,00 (hari biasa) ; Rp. 1.600,00 (hari Munggu/Libur) dan Rp. 2.100

03/06/2017

Pemkot Pekalongan Gandeng Swasta Kembangkan Wisata Bahari

Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, akan menggandeng pihak swasta untuk mengembangkan potensi wisata bahari Pantai Pasir Kencana.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Olahraga Kota Pekalongan Tjuk Kushindarto di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa wisata bahari Pantai Pasir Kencana masih tetap menjadi salah satu tempat tujuan masyarakat untuk berwisata.

Kendati demikian, kondisi objek wisata Pantai Pasir Kencana relatif cukup memprihatinkan sehingga pihaknya akan menggandeng pihak ketiga atau swasta dapat ikut mendorong pengembangan wisata bahari.

Menurut dia, selama ini pemkot merasa kewalahan dalam mengelola hingga merawat wahana pendukung di objek wisata ini karena terbatasnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dengan menggandeng pihak ketiga, dia berharap beban anggaran yang akan dikeluarkan untuk biaya perawatan objek wisata akan lebih ringan.

Ia mengatakan bahwa pemkot akan memberikan kemudahan pada pihak ketiga yang bersedia untuk mengembangkan potensi wisata bahari Pantai Pasir Kencana.

Pemkot, kata dia, pada tahun ini telah menyediakan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk dana perbaikan di sekitar kompleks objek wisata Pantai Pasir Kencana sebagai upaya menarik wisatawan berkunjung ke tempat tujuan wisata itu.

"Kami memang telah memprioritaskan peninggian jalan dan membangun minipolder untuk penampungan air sebagai upaya meminimalkan dampak rob yang berada di sekitar objek wisata itu," katanya.

Antarajateng.com

Perayaan Peh Cun, Warga Antusias Lihat Telur BerdiriRatusan warga mulai anak-anak hingga dewasa berdatangan ke Obyek Wis...
31/05/2017

Perayaan Peh Cun, Warga Antusias Lihat Telur Berdiri

Ratusan warga mulai anak-anak hingga dewasa berdatangan ke Obyek Wisata Pantai Pasir Kencana pada puncak perayaan Peh Cun di obyek wisata tersebut, Selasa (30/5). Lomba mendirikan telur menjadi salah satu magnet yang menyedot antusiasme pengunjung pada puncak perayaan Peh Cun hari itu.

Lomba mendirikan telur dilaksanakan usai digelarnya persembahyangan Twan Yang yang diikuti warga keturuan Tionghoa dari Kota Pekalongan dan sejumlah daerah seperti Tegal, Semarang dan Tuban.

Setelah melakukan sembahyang Twan Yang, sebagian dari mereka mengikuti lomba mendirikan telur ayam di atas meja. Lomba mendirikan telur juga diikuti sejumlah pengunjung Pantai Pasar Kencana yang datang untuk sekedar menghabiskan waktu menunggu waktu berbuka puasa.

Beberapa orang terlihat mengelilingi sebuah meja untuk mendirikan telur yang telah disiapkan. Tak mau ketinggalan dengan peserta lomba, sejumlah pedagang kerak telor yang hari itu berjualan di Pantai Pasir Kencana, juga ikut mencoba mendirikan telur di atas paving.

Sebagian peserta lomba berhasil mendirikan telur dengan tegak. Begitu juga pedagang kerak telor, juga berhasil mendirikan beberapa telur dengan tegak.

Wakil Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Bratayana Ongko Wijaya menjelaskan, menegakkan telur di atas meja bisa dilakukan kapan saja. Namun lebih sulit dibandingkan dengan hari Peh Cun, utamanya pada pukul 11.00 sampai pukul 13.00.

“Pada saat wuse atau ngosi, yaitu pukul 11.00 hingga pukul 13.00, matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus hingga bumi memiliki kekuatan magnet yang terbesar, “ terangnya.

Lebih lanjut Bratayana menjelaskan, Peh Cun atau Twan Yang merupakan tuntunan kitab suci umat konghucu untuk melakukan ibadah besar kepada Tuhan yang Maha Esa pada saat fenomena alam mengalamai disharmoni. Di mana kondisi letak tata surya khususnya antara matahari, bulan dan bumi dalam keadaan khusus, yaitu saling tarik menarik magnet alami yang berakibat pada bumi mengalami kondisi ekstrim.

Pada kondisi ektrim tersebut, lanjut dia, umat Konghucu diminta untuk eling (ingat) dan taqwa. “Eling bahwa manusia itu bukan apa-apa di bagian alam ini. Sedangkan taqwa adalah adanya kejadian alam tidak dimaknai dengan hukuman,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Mochammad Saelany Machfudz berharap Peh Cun bisa menjadi promosi wisata yang dapat menumbuhkan perekonomian di Kota Pekalongan. ”Pemkot menyupport acara ini, dan berharap ini menjadi tradisi yang bisa menarik wisatawan dari luar kota untuk datang ke Kota Pekalongan,” harapnya.

SUARA MERDEKA CYBERNEWS

25/05/2017

Akibat Diterjang Rob, Pembangunan Pasir Kencana Diusulkan Rp 1,8 Miliar

Akibat dilanda rob menyebabkan tempat wisata Pasir Kencana, Kota Pekalongan kondisinya memprihatinkan. Namun, dengan anggaran Rp 1,8 miliar yang dianggarkan pada tahun ini, lokasi wisata itu sudah mulai diperbaiki, sehingga diharapkan menjadi tempat yang nyaman bagi pengunjung.

”Dinas Pariwisata, Budaya, dan Pemuda Olahraga (Dinparbudpora) akan mengundang investor untuk melengkapi beberapa permainan di Pasir Kencana. Mudah-mudahan, dengan usaha itu akan meningkatkan pendapatan untuk Pemkot,” kata Kepala Dinparpudpora Tjuk Kushindarto kepada Suara Merdeka, kemarin.

Hal itu disampaikan di sela-sela mendampingi kunjungan Komisi C DPRD Kota Pekalongan ke Pasir Kencana yang dipimpin Ketua Komisi C Sujaka Martana. Di lokasi wisata pantai itu, rombongan wakil rakyat tersebut menyaksikan beberapa proyek yang sudah dikerjakan seperti peninggian jalan, rencana pembangunan polder, dan lain sebagainya.

Setelah sarana dan prasarana diperbaiki, ke depan dia akan memindahkan pedagang yang ada di dalam lokasi wisata untuk ditempatkan yang nyaman di tepi. Di tengah-tengah lokasi akan digunakan untuk tempattempat hiburan. Ketua Komisi C Sujaka Martana menjelaskan, target pendapatan yang harus disetor Pasir Kencana dalam tahun ini ditetapkan Rp 785 juta.

Ajak Investor

Sampai empat bulan ini, pendapatannya sudah mencapai Rp 166 juta. ”Katanya pada Syawalan nanti bisa terjadi kenaikan yang cukup tajam, sehingga target dalam setahun diyakini dapat tercapai,” katanya setelah menerima penjelasan dari staf Dinparbudpora.

Dia mengharapkan Dinparbudpora berinovasi di lokasi wisata itu sehingga wisatawan terus meningkat dari tahun ke tahun. Misalnya mengajak investor untuk kerja sama dalam melengkapi permainan di lokasi tersebut. ”Kalau pengunjung tertarik dengan permainan, maka secara otomatis pemasukan ke Pasir Kencana juga naik,” paparnya.

Dia menjelaskan, pemasukan dari Pasir Kencana dinilai cukup bagus dibanding dengan lokasi wisata lain yang dikelola Dinparbudpora. Sampai April lalu, Pasir Kencana sudah memperoleh pendapatan Rp 166 juta dari target Rp 785 juta dalam setahun, sedangkan Slamaran dari target Rp 25 juta baru masuk Rp 7,5 juta.

Kemudian Museum Batik tergetnya juga dinaikkan dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta. Hal ini wajar, karena Museum Batik kini sudah menjadi daya tarik wisatawan luar kota.

SUARA MERDEKA CYBERNEWS

Warga Adu Kreasi Buat Layang-layang Bermotif Batik BuketanLayang-layang bermotif batik buketan dalam berbagai bentuk dit...
01/04/2017

Warga Adu Kreasi Buat Layang-layang Bermotif Batik Buketan

Layang-layang bermotif batik buketan dalam berbagai bentuk ditampilkan warga Kota Pekalongan dalam Lomba Membuat Layang-layang Hias dalam Rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pekalongan di Pantai Pasir Kencana, Jumat (31/3).

Di saat pengunjung Pantai Pasir Kencana menikmati suguhan musik dangdut pada acara Kliwonan Show, sejumlah warga lainnya tengah sibuk melukis aneka motif batik buketan pada kertas layangan.

Dalam lomba ini, para peserta tidak hanya diuji kreativitasnya dalam membuat berbagai bentuk layang-layang, tetapi juga diwajibkan menampilkan motif batik buketan pada layang-layang yang mereka buat.

Ketua Panitia Lomba Membuat Layang-layang Hias dalam Rangka HUT Kota Pekalongan, Taufik Hardja menjelaskan, lomba diselenggarakan untuk menggali kreativitas anak-anak Kota Pekalongan dalam menjelajah budaya yang bisa dijadikan jendela ekonomi.

“Pekalongan sudah mempunyai ikon paten, yakni batik. Tapi sekarang seluruh daerah di Nusantara juga membuat batik. Sehingga perlu ada ikon-ikon baru dari hasil penjelajahan budaya yang bisa dijadikan jendela ekonomi bagi warga Kota Pekalongan,” terangnya.

Dengan lomba tersebut, diharapkan layang-layang nantinya bisa berkembang menjadi komoditas ekonomi yang akan menghidupi warga Kota Pekalongan. Lomba diikuti 29 peserta dari berbagai kelurahan di Kota Pekalongan.

Taufik menjelaskan, dalam lomba tersebut aspek penilaian tidak hanya bertumpu pada desain bentuk layang-layang hias yang bisa menghiasi cakrawala. Tetapi juga keharusan memunculkan motif batik buketan pada desain layang-layang.

Berbagai bentuk layang-layang yang ditampilkan peserta di antaranya layang-layang berbentuk perahu, berbentuk baju batik dan ikan. Salah seorang peserta, Kurnia Habibi mengatakan, ia membuat layang-layang berbentuk ikan karena merupakan ikan salah satu ikon Kota Pekalongan.

SUARA MERDEKA CYBERNEWS

01/03/2017

Pasir Kencana akan Dilengkapi Kolam Renang

Upaya pengembangan Obyek Wisata Pantai Pasir Kencana terus digenjot. Tahun ini, sejumlah fasilitas akan ditambahkan di obyek wisata pantai tersebut. Diantaranya tempat permainan anak sampai kolam renang, dan juga penataan kembali fasilitas kebun binatang mini yang sebelumnya berada di obyek wisata tersebut.

Kasi Pengembangan Obyek Wisata pada Dinparbudpora, Maman Suratman mengatakan, tahun ini pihaknya sudah menganggarkan beberapa perbaikan dan penambahan fasilitas. Yang tujuannya, untuk mendorong pertumbuhan obyek wisata agar dapat menarik lebih banyak pengunjung. “Yang pertama tentu kami benahi yang kurang, salah satunya peninggian jalan di komplek obyek wisata. Kami akan tinggikan jalan di sekitar agar tidak tergenangi banjir dan rob, juga kami rencanakan penataan PK5 yang ada di dalamnya. Sudah dianggarkan sebesar Rp 1,8 miliar tahun ini,” jelasnya yang ditemui di sela-sela kegiatan kliwonan Show perdana, Jumat (24/2).

Selain pembenahan, Dinparbudpora juga sudah merencanakan pembangunan tempat permainan anak yang akan ditempatkan di belakang mushola. Kemudian pembuatan kolam renang untuk anak di sebelah barat komplek wisata. “Sebelumnya kami usulkan pembangunan kolam renang anak. Tapi kami diminta tidak hanya untuk anak, kami diminta membuat kolam renang yang sekaligus untuk dewasa,” katanya.

Selanjutnya, Dinparbudpora juga akan mengembalikan fungsi kebun binatang mini. Sebelumnya, kebun binatang tersebut sudah pernah beroperasi, namun terkendala izin hewan yang ada di dalamnya. “Nanti kami akan datangkan hewan yang resmi, tentu saja yang berizin untuk kembali ditempatkan di kandang,” tambah Maman.

Untuk Kliwonan Show perdana, Maman menyatakan jumlah pengunjung memang belum maksimal. Ia memperkirakan, hanya ada sekitar 1.000 pengunjung. Untuk itu, kedepan event seperti kliwonan show akan terus didorong. “Kalau ramai pengunjung bisa mencapai 2.500. Ini akan kami dorong terus kedepan,” tandasnya.

Radar Pekalongan

  24 Feb 2017 Jam 08:00 WIB - Selesai
21/02/2017

24 Feb 2017 Jam 08:00 WIB - Selesai

24/05/2016

Percuma Tutup Jam 6 Sore

Dengan diamininya usulan warga oleh Walikota, HA Alf Arslan Djunaid agar Obyek Wisata Pantai Pasir Kencana ditutup sampai pukul 18.00 WIB, ternyata menguntungkan obyek Wisata Bahari, yang berada di sebelah OW Pasir Kencana. Sebab obyek wisata yang dikelola PPNP tersebut masih buka hingga malam hari.

Kabid Pariwisata Dishubparbud Kota Pekalongan, Sigit Mursito, Senin (23/5) mengatakan, dengan ditutupnya OW Pasir Kencana pukul 18.00 akan percuma. Sebab, wisata serupa yang berada tepat di sebelah Pasir Kencana, yakni wisata bahari yang dikelola PPNP tetap buka hingga malam hari.

“Bukan permasalahan PAD yang berkurang, karena itu kan uang yang disetorkan kepada pemerintah. Tapi substansi masalah yang pertama kali dimunculkan yaitu agar tidak terjadi tindakan asusila. Tapi kalau obyek wisata sebelah juga tidak ditutup, itu percuma. Pelaku tindakan asusila akan pindah atau lari kesana, mereka tetap ada kesempatan,” ujar dia.

Untuk itu, jika memang tujuan awal atau substansi masalah yang mendasari dibatasinya jam operasional OW Pasir Kencana adalah karena ketakutan akan terjadi tindakan asusila, maka sudah seharusnya semua wisata ditutup pada jam yang sama. “Sehingga tujuan awal yang ingin dicapai benar-benar terwujud,” tandasnya.

Pendapatan Berkurang

Sigit menyebut pendapatan Obyek Wisata Pantai Pasir Kencana, diperkirakan mengalami penyusutan mencapai 30 hingga 35 persen sejak diberlakukannya penutupan wisata pukul 18.00.

Angka tersebut, merupakan angka hitungan kasar dari pihak Dishubparbud. Namun angka pasti jumlah penyusutan pendapatan, masih terus dihitung, dan baru didapati hasil real sebulan usai pemberlakuan kebijakan tersebut.

“Selama ini sudah kami hitung setiap hari. Tapi kalau untuk mengetahui angka real penurunannya harus menunggu minimal satu bulan. Jadi satu bulan setelah ditutup, dan satu bulan sebelum ditutup itu berapa, hasilnya yang akan diusulkan untuk pengurangan pendapatan. Tapi kalau hitungan kasarnya kami perkirakan 30 hingga 35 persen,” terangnya.
Selama 10 hari sejak diberlakukannya kebijakan tersebut, dikatakan Sigit, pihaknya terus melakukan perhitungan setiap hari.

Selama perhitungan itu, Sigit mencatat dalam satu hari sempat terjadi pengurangan hingga 55 persen dari pendapatan normal. Namun pengurangan yang signifikan tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi rob yang menerjang kawasan obyek wisata.

“Jadi perhitungan itu belum bisa untuk kesimpulan, karena hanya satu hari dan situasinya tidak terus terjadi. Tetap harus menunggu satu bulan sehingga pernah melewati semua kondisi. Bagaimana waktu kliwonan, bagaimana saat tidak rob, bagaimana saat rob. Sehingga kalau diistilahkan melencengnya perhitungan itu sedikit,” tambah Sigit.

Kemudian, Dishubparbud juga melakukan perhitungan pendapatan per slot waktu yakni jam 6 hingga jam 9 pagi, jam 9 hingga jam 12 siang, jam 12 hingga jam 3 sore dan jam 3 hingga jam 6 sore. Dari perhitungan tersebut, nantinya akan diketahui pada slot waktu mana pendapatan tertinggi yang masuk, sehingga perhitungan pengurangan pendapatan akan lebih tepat.

Setelah didapatkan perhitungan yang tepat, pihaknya akan mengajukan angka tersebut kepada Walikota dan DPRD. Sehingga, target PAD dari OW Pasir Kencana akan diusulkan untuk tidak sesuai dengan angka yang ditargetkan pada awal tahun.

Dibatasinya jam operasional Pantai Pasir Kencana, menurutnya memang berpengaruh cukup signifikan. Khususnya untuk Sabtu malam atau Kamis malam. “Yang signifikan memang malam Jumat dan malam Minggu. Ya mungkin memang jadi favorit masyarakat khususnya anak muda untuk jalan-jalan. Dua malam itu cukup signifikan pengaruhnya,” kata dia lagi.

Radar Pekalongan

01/06/2013

Rob Penyebab Berkurangnya Pengunjung Kliwon Show

Penurunan jumlah pengunjung Kliwon Show di pantai Pasir Kencana, yang hanya berkisar 750 - 1.000 pengunjung disebabkan karenan faktor alam yang kurang bersahabat.

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Perhubungan Pariwisata dan Budaya (Dishubparbud) Kota Pekalongan, Hengki Hadi Susilo, mengungkapkan banjir rob menjadi penyebab menurunnya jumlah pengunjung.

"Dari dua akses menuju pantai Pasir Kencana, dua-duanya terendam banjir rob," jelas Hengki kepada Tribun Jateng, Jumat (31/5/2013).

Hal itu yang menyebabkan pengunjung mengurungkan niat untuk datang ke Kliwon Show. Bahkan banjir rob menggenangi hingga pintu masuk pantai pasir Kencana.

26/04/2013

Objek Wisata Pasir Kencana Kota Pekalongan Dipadati Pengunjung

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Objek wisata Pasir Kencana kota Pekalongan dipadati pengunjung pada Jumat (26/04/2013).

Event Kliwon show yang setiap bulan diadakan menarik banyak pengunjung baik dari Kota maupun luar kota Pekalongan.

Beragam hiburan seperti perahu wisata, arena bermain, serta panggung hiburan menjadi daya tarik pengunjung.

Fari (22), warga Pekalongan mengaku sengaja datang untuk menikmati keramaian event Kliwon Show.

02/01/2013

Ribuan warga kunjungi Pantai Pasir Kencana kemarin 1 Januari 2013, Over target.

Pantai Kotor, Pelajar SMP N 2 Gelar Bersih PantaiBERSIH - Ratusan pelajar dari SMPN 2 Pekalongan melakukan kegiatan bers...
18/10/2012

Pantai Kotor, Pelajar SMP N 2 Gelar Bersih Pantai

BERSIH - Ratusan pelajar dari SMPN 2 Pekalongan melakukan kegiatan bersih pantai dengan didampingi oleh Dinas Pertanian, Peternakan dan Kelautan (DPPK) Kota Pekalongan.

RATUSAN pelajar dari SMP Negeri 2 Pekalongan bersama para personel dari Dinas Pertanian, Peternakan dan Kelautan (DPPK) mengambil sampah yang ada di pesisir pantai, dalam kegiatan yang dikemas bersih pantai, Jumat (13/10) pagi. Kepala SMPN 2, Drs Sugiyo mengatakan, kegiatan bersih pantai ini sebagai bagian dari upaya membangun pendidikan karakter pada diri peserta didiknya yaitu dengan memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan hidup khususnya yang ada disekitarnya. Para pelajar yang terdiri dari kelas VII, VIII dan IX SMPN 2 Pekalongan menuju ke Pantai Pasirsari dengan berjalan kaki bersama-sama. Mereka berangkat dari sekolah sejak pukul 06.00 pagi, dan selama dua jam membersihkan sampah yang berserakan di tempat tersebut.

Masing-masing siswa sebelumnya telah diberitahu untuk membawa perlengkapan kebersihan seperti sapu ijuk, serokan dan plastik kresek yang besar untuk menampung sampah. "Bersih-bersih ini kami lakukan dari objek wisata Pasir Kencana hingga di dekat Krematorium atau berjarak sekitar 2 Kilometer. Semua sampah yang tercecer di pantai kita bersihkan mulai dari yang organik maupun anorganik. Sampah terbanyak berupa botol bekas minuman dan gabus-gabus yang digunakan nelayan di laut," beber Sugiyo. Sedangkan DPPK melakukan pendampingan dengan menyediakan angkutan untuk membuang sampah di TPS Degayu. Hasil kegiatan bersih pantai itu diperkirakan mencapai sekitar 3 kantong sampah yang berhasil dibuang ke TPS Degayu. "Kegiatan ini juga sebagai bagian dari mensukseskan penyuluhan budaya kelautan dengan membersihkan wilayah pantai. Nantinya secara periodik kegiatan akan ditingkatkan seperti melakukan penanaman Mangrove," pungkas Sugiyo.

20/07/2011

Address

Jalan Pantai Sari
Pekalongan
51141

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pantai Pasir Kencana posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share