10/06/2026
BGN MENGEDUKASI #1
💖💖 MENGAPA MBG TIDAK BOLEH DIBAWA PULANG?
Karimah Muhammad. Staf Ahli Kepala BGN. Clinical Pharmacist
Salah satu "kampanye" MBG yang keliru di awal operasionalnya adalah: "membanggakan" anak-anak yang membawa pulang sebagian lauk MBG untuk diberikan kepada orang tuanya. Citra yang dibangun waktu itu: Betapa sayangnya anak-anak itu, tentu mereka yang berasal dari middle-low society, kepada orang tuanya di rumah, sehingga rela menyisihkan lauk MBGnya untuk ibu atau bapaknya.
Ketika saya berkali-kali melakukan investigasi, saya adalah orang yang paling keras menentang "kampanye" atau perbuatan seperti ini. Karena ada bahaya besar yang mengintai. Tasikmalaya, Buton, Bogor dan Jakarta, untuk menyebut beberapa, yang mengalami efek negatif ini.
Mari belajar alasan kami "mengharamkan" anak-anak, atau ibu-ibu di posyandu membawa pulang (sebagian) MBGnya.
🍅 MAKANAN DAN BAKTERI
Salah satu penyebab keracunan makanan adalah adanya cemaran BAKTERI JAHAT (patogen, penyebab penyakit) dalam jumlah (koloni) yang melebihi batas kemampuan tubuh untuk mengalahkannya. Itu artinya:
🌲Tidak semua bakteri itu jahat. Ada yang baik juga lho, yang justru membantu menjaga usus kita tetap sehat dan mampu mencernakan makanan dengan baik. Contoh: Lactobacillus, Bifidobacterium.
🌲Jumlah bakteri biasanya akan dihitung jika gejala keracunan yang muncul cukup parah. Disebut sebagai analisa KUANTITATIF. Pada kasus yang ringan umumnya hanya dilakukan analisa KUALITATIF, untuk mengetahui bakterinya ada atau tidak.
🌲Jumlah bakteri akan bertambah dengan cepat jika mereka menemukan suasana dan makanan yang cocok. Contoh:
🍁Pada suhu 5 sampai 60°C adalah suhu yang PALING DISUKAI bakteri. Disebut sebagai DANGER ZONE. Bakteri akan berkembang biak dengan sangat cepat. Dalam keadaan normal umumnya bakteri akan berkembang biak menjadi 2 kali lipat hanya dalam waktu 20 hingga 30 menit. Itu sebabnya menyimpan makanan di bawah suhu 5°C, misal: di kulkas, chiller atau freezer akan menghambat perkembangbiakan bakteri. Demikian juga memanaskan makanan hingga suhu 70 sampai 100°C. Keduanya menghindarkan bakteri berkembang biak dengan sangat cepat, atau membunuh sebagian bakteri.
🍁Bakteri S.aureus sangat menyukai rongga hidung dan saluran pernafasan secara umum yang kering, dan dilewati oleh udara yang kotor. Itu sebabnya ada produk yang berfungsi melembabkan mukosa saluran pernafasan agar tidak mudah menjadi kering. Contoh: tetes dan semprot hidung Breathy.
🍁Bakteri Salmonella sangat menyukai makanan dengan kandungan PROTEIN yang tinggi. Contoh: ayam, daging, telur. B.cereus sangat menyukai makanan dengan kandungan KARBOHIDRAT yang tinggi. Contoh: nasi, mie, pasta.
Jadi kembali ke judul di atas: Mengapa MBG tidak boleh dibawa pulang?
Karena jika dibawa pulang HAMPIR PASTI:
🌲MBG itu akan dimakan melebihi masa BEST BEFORE-nya, yaitu maksimum 6 jam setelah MBG tersebut selesai dimasak dan mencapai suhu 60°C. Jika dimakan siang menjelang sore hari misalnya, apalagi TANPA dipanaskan terlebih dahulu untuk membunuh sebagian besar bakteri jahatnya, maka jumlah bakteri di dalam makanan bisa mencapai angka jutaan, yang tentu sangat berisiko menyebabkan keracunan makanan.
🌲Ketika dibawa pulang MBG itu berada di suhu kamar, kisaran 25°C atau bahkan lebih, yang berarti dalam batas DANGER ZONE, yang menyebabkan perkembangbiakan bakteri jahat akan berlangaung sangat cepat, hingga mencapai jumlah yang tidak bisa ditoleransi oleh saluran pencernaan sebagian besar penerima manfaat MBG. Akibatnya muncul keluhan: mual, muntah, nyeri perut, diare, pusing atau bahkan sesak nafas.
Tentu saya tidak berbicara: bagaimana kalau yang dibawa pulang adalah buahnya?
Paham kan?
Jadi niat baik berbagi (lauk) MBG bisa menyebabkan terjadinya keracunan makanan. Niat baik harus disertai ilmu, jika ingin berakibat baik. Niat baik memberikan MBG yang tidak dimakan kepada pemulung, tukang sampah atau fakir miskin lainnya juga tidak berakhir baik. Karena yang diberikan bukan berasal dari kantong/dompet pribadi, melainkan uang negara.