01/07/2019
Catatan pengalaman.
APAKAH ADA HUBUNGAN ANTARA RANKING DAN PRESTASI?
Oleh : Abdul Basit Arsyad
Selama mengabdi sebagai pendidik saya tidak terlalu mementingkan ranking (peringkat) siswa pada setiap akhir smester atau akhir jenjang pendidikan, karena saya berasumsi tidak selamanya ada
hubungan antara ranking dan prestasi. Prenkingan dibutuhkan jika bertujuan utk menentukan ranking (peringkat) siswa yg mendaftar pada awal masuk sekolah, baik SMP atau
SMA di lingkungan Yayasan Al-Azhar Mandiri karena memeringkat (menentukan ranking) adalah satu-satunya alat ukur yg praktis, efektif dan adil.
Kenapa dengan memeringkat?
Memeringkat harus dilakukan dengan tujuan untuk menentukan siswa yg diterima, karena jumlah yg mendaftar jauh lebih besar dari yg diterima yaitu dengan cara melakukan tes atau menguji kemampuan siswa melalui tes pelajaran Matematika, Bahasa Inggris dll.
Ada pertanyaan, bukankah di Al-Azhar Mandiri ketika mencari siswa berprestasi selalu dengan cara melakukan perengkingan (pemeringkatan) ? Benar, pemeringkatan hanya pintu masuk untuk menjaring beberapa siswa
berprestasi, karena berdasarkan pengalaman tidak selamanya siswa ranking 1 atau 2 sudah dijamin paling berprestasi. Untuk mendapatkan siswa berprestasi dibutuhkan waktu pembinaan dan latihan sampai mendapatkan yg terbaik.
Pengalaman hidup selama 27 tahun sejak menjadi kepala sekolah tahun 1992 ( Awal SMP Al-Azhar Mandiri Palu didirikan) dan sampai saat ini tahun 2019 saya melihat beberapa mantan siswa yang dulu tidak pernah mendapatkan ranking atau yang tidak mempunyai prestasi akademik yg menonjol, banyak yg berhasil melanjutkan kuliah atau mendapatkan pekerjaan yang tidak semua orang mudah mendapatkannya. Contoh sebagian dari Alumni SMA Al-Azhar Mandiri yg bukan berprestasi saat di SMA, banyak yg berhasil masuk di berbagai PT paling favorit di Indonesia baik ITB, UI, UGM, IPB, IPDN, AKPOL, UNHAS, UMI, UNIBRAW, UNDIP, UNPAD, UNUD, UNSRAT,UNJ, UTrisakti, UPH, UMJ, Presiden Univ, UNTAD, UNISA dll. atau lolos seleksi ke PT di luar negeri di Malaysia, Singapura, Korea, Filiphina dll. Ada yg menjadi, dokter, dosen pengusaha restoran, pedagang, jaksa, pejabat dlsb.
APA MEMPENGARUHI SEHINGGA MEREKA BERPRESTASI
Setelah mewancarai beberapa Alumni, mereka mengakui selama tiga tahun di SMP Al-Azhar Mandiri atau ada yg sampai enam tahun di SMA Al-Azhar Mandiri, hampir menjawab dgn jawaban yg sama : Yaitu Penerapan Tata Tertib sekolah yg konsisten.
Tata Tertib yg Konsisten artinya mulai dari sosialisasi sampai penerapan aturan yg jelas dan penegakan sanksi yg benar-benar dilakukan secara adil dan tidak pandang bulu.
Sanksi dilingkungan Al-Azhar Mandiri bukan hukuman, tapi pembinaan. Dan bentuk pembinaan harus mendidik, bermanfaat, efektif dan membuat jera. Misalnya karena melanggar tatib siswa harus menyapu halaman selama sejam dibawah kontrol guru yg ketat.
Tata tertib yg konsisten membentuk dan mendidik mereka menjadi siswa yg berkarakter dan lebih disiplin. Misalnya, siswa yg melakukan pelanggaran disiplin pasti dikenakan sanksi. Beberapa siswa yang terpaksa dikembalikan ke orang tua (dikeluarkan) akibat melakukan pelanggaran Tata tertib berulangkali atau pelanggaran yg berat, sesuai dgn yg telah disepakati bersama org tua siswa. Untuk menghindari sanksi, mau tidak mau seluruh siswa harus menaati seluruh tata tertib sekolah. Kata mereka: Tata tertib ikut membentuk kami menjadi pribadi yg disiplin. Sebagian lagi berpendapat bahwa tata tertib sekolah yg konsisten membentuk dan mendidik kami sehingga terbiasa dgn hidup yg teratur dan terbiasa bekerja keras.
MENJADI JUARA BUKAN TUJUAN UTAMA
Di SMP dan SMA Al-Azhar Mandiri Palu seluruh siswa, tanpa kecuali
diberikan kesempatan untuk memilih salahsatu dari berbagai macam pilihan lomba baik akademik, non akademik dan program pengembangan diri. Bagi siswa memilih salahsatunya akan dilatih secara teratur dan penuh disiplin sampai mengikuti pertandingan atau perlombaan. Menjadi juara bukan tujuan utama. Karena yg terpenting adalah melatih siswa agar selalu percaya diri, bekerja keras bersaing atau berkompetisi
Pendidikan agama, baik di kelas atau melalui ceramah saat peringatan hari besar keagamaan, serta berbagai macam praktek keagamaan seperti ibadah salat berjamaah, salat tarawih, buka puasa bersama dan kegiatan Remaja masjid. Dengan berbagai kegiatan keagamaan ini akan membentuk karakter kepedulian sosial kecerdasan spritual kerendahan hati, keihlasan bekerja, dan kejujuran.
Budaya sekolah yg membiasakan agar siswa saling menghargai, menghormati guru dengan terbiasa mengucapkan salam, mencium tangan guru guru, ziarah Idul Fitri ke rumah guru ikut berpengaruh membentuk karakter siswa menjadi lebih mudah bergaul, dan terbiasa berkomunikasi dgn yg lain. Hal ini ternyata sangat dibutuhkan dalam pergaulan mereka sehari-hari.
Budaya kerja di sekolah dengan memberikan jadwal bertugas seperti tugas kebersihan dan tugas lainnya ternyata melatih mereka bekerjasama, bertanggung jawab dan terbiasa mengatur waktu.
Kegiatan tahunan Expo dan Pameran hasil karya siswa memupuk jiwa interpronour siswa,
melatih kreativitas, kerjasama, kerja keras siswa dan kemampuan
Berkomunikasi.
Kegiatan seni pada jam pelajaran kesenian, kegiatan seni mingguan
(Friday Performance), lomba seni sampai kegiatan malam Pensi (Pentas Seni) pada malam perpisahan siswa kls 3, turut membentuk pribadi mereka.
Kegiatan Seni membentuk
kecerdasan emosional, kreativitas,
kehalusan budi, dan percaya diri.
INI YANG MEMBUAT MEREKA BERPRESTASI DAN SUKSES DIMASA DEPAN.
Kesimpulan saya bahwa sebagian besar org yg sukses karena mereka memiliki karakter yg
baik sebaik pendorong untuk menjadi sukses seperti disiplin, jujur, kerja keras, kerjasama, tanggungjawab, mudah bergaul, menghargai orang lain, peduli, percaya diri, kecerdasan mengatur waktu inilah yang sebenarnya yg mempengaruhi prestasi mereka, karena beberapa hal tersebut diatas yang akan membentuk karakter mereka sehingga terbawa dalam kehidupan mereka sehari-hati sampai kuliah dan mendapatkan pekerjaan.
Terima kasih