18/10/2021
Kedai Nomina tidak melulu prahara mencecap kopi. Itulah yang terjadi pada dua pekan terakhir sejak kami hadir kembali.
Selama 14 hari, kami kedatangan beragam rupa. Ada pedagang cip domino, dokter, ibu-ibu haji, pengembala kambing hingga terdakwa kasus hukum.
Semuanya duduk sama rendah melepaskan tawa. Mereka awalnya tidak kenal kini menjadi sokap π
Kadang-kadang ada tamu kami yang lupa pulang. Mereka mungkin merasa nyaman βΊοΈ. Tetangga kami juga orang-orang yang ramah.
Soal rasa, Nomina menyajikan banyak hal, mulai dari yang paling pahit hingga begitu manis (Anda bisa asam lambung). Nomina menawarkan sesuai selera lidah.
Dengan konsep ruang terbuka dan tertutup, kedai Nomina Kopi hadir bukan sekadar selasar di waktu senggang. Pun bukan arena menyalurkan gaya hidup.
Kami juga tidakk berdagang konten. Kami hanya ingin menjadi "needs" dan hadir selama-lamanya tanpa menguras cuan Anda. Mampir dan nikmati We Cudai nomor 34.
Satu hal lagi, jangan pernah bertanya siapa pemilik Nomina hehehe.
*emoji dua tangan menyatu*