Herang Mata Tiis Ceuli

Herang Mata Tiis Ceuli Eatery & Healing. Abiance Rumah Desa dengan experience hamparan Sawah + Flare Stack. Konsep menu from Farm to Table.

18/09/2026

Progrese aneka material experince untuk tempat ngariung Sahabat Lestari... 💞🙂😅

16/09/2026

Kami akan segera hadir sebagai tempat Ngariung Sahabat Lestari tuk melepas penat.. . 🙂💞

13/09/2026

**Dari sawah, menuju pengepul. 🌾**

Hari ini kami merekam sedikit aktivitas di sekitar sawah HMTC.

Mulai dari Komben memotong padi, mengangkut hasil panen, hingga dibawa ke lokasi pengepul di Hub HMTC.

Bagi sebagian orang mungkin ini aktivitas yang biasa.

Tapi justru keseharian seperti inilah yang ingin kami hadirkan sebagai bagian dari **experience Desa Indonesia**.

Karena sebelum menjadi beras di meja makan, ada sawah, ada petani, ada panen, dan ada perjalanan panjang di belakangnya.

Pelan-pelan kami belajar untuk tidak hanya membangun tempat, tetapi juga **merekam cerita yang memang sudah hidup di dalamnya.**

**Pulang ke Desa. 🌾**

04/09/2026

**Bambu — material sederhana, rasa yang luar biasa. 🌾🎋**

Di HMTC, bambu bukan sekadar material bangunan.

Ia menjadi bagian dari cara kami menghadirkan kembali **rasa Desa Indonesia** dalam sebuah experience.

Mulai dari pagar dan gerbang utama yang memanfaatkan bambu, struktur penutup area yang kurang pas dipandang dari bangunan tetangga—sekaligus kami siapkan sebagai calon spot foto lainnya.

Lalu ada bale bambu untuk lesehan, dekorasi aneka produk tradisional berbahan bambu bersama lesung kayu, hingga ikatan padi dan jagung yang menjadi bagian dari cerita ruangnya.

Tidak harus mahal.
Tidak harus mewah.
Tidak harus serba baru.
Tidak harus terlihat seperti tempat lain.

Kami percaya, **material yang lahir dari tanah dan budaya sendiri justru bisa memberikan karakter yang tetap layak untuk di-explore.**

Pelan-pelan kami ingin HMTC tumbuh menjadi tempat di mana alam, pertanian, budaya, dan keseharian Desa Indonesia bisa hadir sebagai satu pengalaman.

**Pulang ke Desa. 🌾**

02/09/2026

*Dari ex Kandang jadi Ruang Ngariung.*🌱

Salah satu ruang di HMTC yang sebelumnya merupakan area kandang, pelan-pelan mulai menemukan fungsi barunya.

Kini sudah tersedia 8 bale lesehan untuk Sahabat Lestari yang ingin duduk, ngobrol, makan, atau sekadar menikmati suasana desa.

Dari setiap frame, kami coba biarkan alam menjadi bagian dari ruangnya.

Di satu sisi terlihat balong.

Di sisi lainnya, hamparan sawah.

Sebuah “lukisan hidup” yang tidak perlu kami cetak, karena pemandangannya akan terus berubah mengikuti waktu, cuaca, air, tanaman, hingga siklus panen.

Akses lantai selasarnya kami manfaatkan genteng Morando bekas rumah kami.

Sekali lagi, material lama kami coba beri fungsi baru.

Tidak semuanya harus dibeli baru untuk menciptakan suasana baru, kadang material yang diletakkan "tidak pada tempatnya" bisa jadi keunikan tersendiri.

Pelan-pelan...

Kami sedang belajar menggabungkan cerita masa lalu, material yang sudah tersedia, alam yang terus berubah, dan kebutuhan experience Sahabat Lestari di masa depan.

Karena mungkin justru di ruang sederhana seperti inilah...

kita bisa kembali duduk, makan, berbincang, dan menikmati waktu tanpa harus terburu-buru. 🌾

31/08/2026

Dari sawah, menuju stok pertama HMTC. 🌾

Hari ini, sebagian lahan sawah kami mulai memasuki masa panen.

Gabahnya akan dirontokkan langsung di sawah menggunakan mesin mini sebelum sebagian besar hasilnya melanjutkan perjalanan untuk dijual kepada bandar.

Tapi kali ini ada sedikit yang kami simpan.

Sekitar 300 kg atau kurang lebih 6 karung gabah akan kami jadikan stok awal untuk mini rice mill HMTC.

Mungkin jumlahnya belum seberapa.

Tapi bagi kami, ini adalah langkah kecil yang cukup berarti.

Karena sebelumnya kami baru membangun tempat dan menyiapkan peralatannya.

Sekarang, perlahan mulai ada hasil sawah yang bisa menjadi bagian dari siklus tersebut.

Sawah → gabah → penggilingan → beras → dapur → meja.

Inilah salah satu perjalanan yang ingin kami coba bangun secara bertahap melalui konsep Farm to Table di HMTC.

Tidak harus langsung besar.

Tidak harus langsung sempurna.

Yang penting, siklusnya mulai berjalan dan setiap tahap memberikan pembelajaran untuk improvement berikutnya.

Pelan-pelan...

Dari sawah, kami mulai menanam cerita kecil tentang bagaimana sebuah ekosistem bisa tumbuh dari apa yang sudah tersedia di sekitar kita. 🌱

28/08/2026

Balong yang mulai hidup kembali. 🌱💧

Setelah beberapa waktu sempat tidak terisi air, balong HMTC kini mulai kami isi kembali.

Bukan hanya untuk mengembalikan fungsi airnya, tetapi sekaligus kami coba kembangkan menjadi bagian dari experience baru bagi Sahabat Lestari.

Di atas dan di sekelilingnya, beberapa perubahan mulai kami siapkan.

Dua tipe air mancur untuk membuat permukaan air terasa lebih hidup.

Dua dermaga mini dengan ukuran dan karakter yang berbeda, agar Sahabat Lestari nantinya punya beberapa pilihan sudut untuk menikmati suasana balong.

Dua gazebo berukuran sekitar 2 × 3 meter yang kami bangun di atas air, dengan struktur yang juga kami siapkan agar bisa berkembang mengikuti kebutuhan experience ke depannya.

Di sekeliling balong, batu kali dan tanaman hias mulai ditata untuk menghadirkan suasana yang lebih alami.

Kami tidak ingin balong ini hanya menjadi elemen landscape.

Kami ingin melihatnya tumbuh menjadi ruang untuk duduk, berbincang, menikmati air, mengambil gambar, dan sekadar berhenti sejenak dari rutinitas.

Pelan-pelan...

Kami mencoba menggabungkan material yang tersedia, fungsi, waktu, kesabaran dan cashflow untuk menciptakan experience yang terus bisa berkembang.

Karena bagi kami, sebuah ruang tidak harus langsung sempurna.

Yang penting, setiap improvement kecil membuka kemungkinan experience berikutnya.

Dan mungkin, suatu hari nanti ketika Sahabat Lestari datang kembali...

akan ada sesuatu yang berbeda lagi untuk ditemukan. 🌱

26/08/2026

*Satu gerbang, beberapa cerita.*

Hari ini kita mulai melihat bentuk baru dari akses depan HMTC.

Lebar gerbang yang sebelumnya sekitar 3 m kami kembangkan menjadi sekitar 5 m, dengan gapura utama menggunakan struktur besi hollow setinggi sekitar 3,5 m.

Bagian atasnya akan ditutup dengan genteng keramik Morando yang kami manfaatkan kembali dari rumah kami.

Untuk pintu gerbang geser kiri dan kanan, kami menggunakan struktur hollow 40 × 60 mm dengan finishing bambu Gombong, dibuat dengan ketinggian yang variatif sekitar 2.5–3 m.
Aneka tanaman hias kemudian kami siapkan sebagai aksen hidupnya.

Ada sesuatu yang kami sukai dari kombinasi ini.
Material khas desa, cerita masa lalu, material masa kini, dan fungsi untuk masa depan tidak harus saling menggantikan.

Kami justru mencoba mengombinasikannya, agar masing-masing tetap memiliki fungsi sekaligus tidak kehilangan maknanya di HMTC.

Bambu membawa karakter dan kehangatan desa.
Genteng bekas membawa cerita dari masa lalu.
Besi membawa fungsi struktur dan daya tahan.
Tanaman membawa kehidupan yang terus tumbuh dan berubah.

Semuanya kami coba tempatkan berdampingan, bukan untuk membuat semuanya seragam, tetapi untuk menemukan fungsi terbaiknya.

Pelan-pelan...
Kami belajar bahwa membangun masa depan tidak selalu berarti meninggalkan apa yang sudah kita punya.

Kadang, masa lalu cukup diberi fungsi baru, dipadukan dengan teknologi hari ini, lalu diberi ruang untuk tumbuh bersama kebutuhan masa depan Lestari.🌱

25/08/2026

Saat sawah memasuki waktunya. 🌾

Hari ini kami kembali melihat salah satu siklus kehidupan yang selalu berubah di sekitar HMTC.

Hamparan sawah yang kemarin masih hijau, perlahan berubah warna, kemudian memasuki masa panen.

Dalam hitungan waktu, pemandangan yang sama tidak pernah benar-benar sama.

Ada petani yang bekerja, ada hasil yang dibawa pulang, dan ada siklus kehidupan yang bersiap dimulai kembali.

Bagi kami, inilah salah satu kekayaan sebuah Hidden Gem di tengah desa.

Bukan hanya tempat yang kami bangun, tetapi juga experience yang tumbuh dan berubah bersama alam di sekitarnya.

Pelan-pelan...

Kami belajar bahwa terkadang experience terbaik tidak perlu kami ciptakan sendiri.

Cukup hadir, merawat, dan memberi ruang bagi kehidupan untuk terus berjalan. 🌱

21/08/2026

Kadang, sebuah ruang tidak perlu dibangun dari nol.

Cukup melihat kembali apa yang sudah tersedia, lalu mencari cara terbaik untuk menghidupkannya.

Di sekeliling balong HMTC, tim landscape Keluarga Lestari yang terdiri dari 5 orang mulai mengolah area dengan memanfaatkan hampir seluruh kebutuhan media tanam dari lumpur yang sudah tersedia di sepanjang sisi balong.

Dipacul, disekop, lalu dipindahkan ke area-area tanam di sekelilingnya.

Untuk membentuk suasana sisi balong, dua dump truck batu kali juga mulai ditata dan disusun menjadi bagian dari landscape.

Tanaman yang sudah cukup besar kami pilih sebagai cara untuk “membeli waktu” di beberapa titik utama, sementara tanaman lainnya kami biarkan menjalani proses “kesabaran” untuk menghidupkan area yang tersisa.

Batu kali berukuran besar kemudian menjadi aksen alami di antara tanaman-tanaman tersebut.

Dan bambu betung mulai menemukan perannya.

Salah satunya kami coba bentuk menjadi dermaga mini berukuran sekitar 1 x 1 meter, yang terhubung dengan spot duduk berukuran sekitar 2 x 3 meter di atas area balong.

Pelan-pelan...

Kami sedang belajar menggabungkan **material yang sudah tersedia, waktu, kesabaran dan cashflow** untuk menciptakan experience yang tetap masuk akal secara bisnis.

Karena bagi kami, landscape bukan hanya tentang membuat tempat terlihat indah.

Tapi tentang bagaimana sebuah ruang bisa tumbuh menjadi tempat yang ingin didatangi, ditempati, dan dinikmati.

Address

Herang Mata Tiis Ceuli
Palawad
41314

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Herang Mata Tiis Ceuli posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category