11/07/2023
Apa Itu Kepiting Bakau?
Nama kepiting bakau di wilayah Indo Pasifik pun sangat beragam. Di Jawa, masyarakat mengenalnya dengan nama umum kepiting, sedangkan di wilayah Sumatera, Singapura dan Malaysia dikenal sebagai 'Ketam Batu', 'Kepiting Cina', atau 'Kepiting Hijau'. Kepiting ini juga lebih dikenal dengan nama 'Kepiting Lumpur' (Kasry, 1996). Dalam bahasa Inggris kepiting ini dikenal sebagai mangrove crab atau mud crab.
Secara morfologi, ia dapat dikenali lewat seluruh tubuhnya yang tertutup oleh cangkang. Terdapat enam buah duri diantara sepasang mata, dan sembilan duri disamping kiri dan kanan mata.
Kepiting jantan mempunyai abdomen (bagian perut) yang berbentuk agak lancip menyerupai segi tiga sama kaki, sedangkan pada kepiting betina dewasa agak membundar dan melebar. Spesies ini mempunyai ukuran paling besar, dan memiliki pertumbuhan paling cepat dibandingkan spesies kepiting lainnya.
Selain itu, Kepiting ini memiliki warna relatif yang hampir sama dengan warna lumpur, yaitu coklat kehitam-hitaman pada karapasnya dan putih kekuning kuningan pada abdomennya.
la juga memiliki sepasang capit, pada kepiting jantan dewasa Cheliped (kaki yang bercapit) dapat mencapai ukuran dua kali panjang Karapas (cangkang keras). Mempunyai tiga pasang kaki jalan, sepasang kaki renang dengan bentuk pipih.
Dari segi siklus hidupnya, Kepiting Bakau menjalani kehidupannya dari perairan pantai ke laut, kemudian induk berusaha kembali ke perairan pantai, muara sungai, atau hutan bakau untuk berlindung, mencari makanan, atau membesarkan diri.
Pada kondisi lingkungan yang ideal, kepiting ini bisa bertahan hidup hingga mencapai umur tiga sampai empat tahun dan mencapai ukuran lebar karapas maksimum lebih dari 200 mm.
Sumber :
https://www.greeners.co/flora-fauna/kepiting-bakau-penunggu-hutan-mangrove/