18/08/2026
Jauh sebelum kota ini dicintai dengan slogan, bengkuang sudah hidup dan menghidupi Padang sejak dulu. Ia tidak sekadar ikon, ia pernah menjadi denyut nadi kehidupan kota terbesar di pantai barat Sumatera ini. Bengkuang terbaik tumbuh di kota ini, beberapa artikel ilmiah menyebut bahwa tanah dan iklim Kota Padang adalah pendukung utama. Ia memang tidak berasal dari Padang, namun agaknya diciptakan untuk Padang.
Maka tak heran, jika tugu bengkuang terpacak di batas kota, sejak dari dataran tinggi hingga pinggir pantai, sejak dari Sitinjau Lauik hingga Lubuk Buaya. Selain melihat air gila, Bengkuang adalah tanda orang berkunjung ke Kota Padang. Ia adalah salah satu nostalgia terbaik yang pernah dimiliki oleh kota ini.
Namun hari ini yang tersisa hanya cerita. Tak banyak yang mengingat bahwa bengkuang adalah kita, karena hari ini bengkuang tak lebih sekadar hiasan di pinggir jalan raya. Berdebu dan tidak menggugah selera. Bengkuang kalah pamor oleh segala-gala yang viral, ia terpinggirkan hingga batas kota.
Sejujurnya, sejak tahun lalu kami berupaya menggunakan bengkuang dalam minuman kami. Tidak mudah, dan kami gagal. Rasa bengkoang tidak terlalu spesifik kalau tidak mau dibilang hambar, manisnya pun terlalu tipis, sedikit saja dicampur dengan kopi, ia raib tak berbekas dilidah. Kami coba lagi dalam bentuk lain, kami potong lalu keringkan, ia pun tak ubahnya kerupuk yang malu-malu dihadapan sanjai, jangek, dan pitalah.
Tahun ini kami tak menyerah, tetap dengan tujuan yang sama, menghadirkan bengkuang dalam gelas kami, sebuah upaya untuk membayar hidup dan kehidupan. Kali ini masalah terpecahkan, bengkuang memang tidak bisa mendominasi, tapi ia bisa menjadi solusi untuk menengahi dua rasa yang akan berkelahi saat kami tambahkan daun basil dan timun. Kami namai dengan “Jicama Breeze”, sengaja sedikit Inggris agar terbayang tegukan melepas dahaga ketika menikmatinya.
Kali ini bengkuang kembali lahir dari sebuah percobaan panjang, sebelum hadir dalam gelas yang kamu pegang ini. Dan hanya khusus kami hadirkan bulan ini bagi kamu yang check-in melalui Made in PDG