04/04/2015
Bagi para pembudidaya jamur, kata BAGLOG sudah bukanlah hal yang asing lagi untuk tidak diketahui artinya. Bahkan sudah amat sangat popular dikalangan masyarakat awam yang hanya sekedar menjadi konsumen. BAGLOG sangat erat kaitannya dengan JAMUR, baik jamur tiram maupun jamur kuping. Di Indonesia sendiri kata BAGLOG biasa disebut untuk media tanam jamur sebagai pengganti habitat asli dari jamur itu sendiri. Karena biasanya jamur tiram dan jamur kuping tumbuh pada permukaan kayu yang sudah lapuk atau pohon yang sudah ditebang pada suhu lembab dan terlindung dari cahaya matahari langsung.
Oleh karena keberadaan jamur masih sangat sulit untuk bisa dikonsumsi setiap hari namun permintaan pasar akan jamur sangat bertolak belakang, maka sebuah alternative diciptakan untuk mencukupi kebutuhan. Maka dari itu, Untuk mempermudah pembudidayaan jamur di rumah terciptalah BAGLOG sebagai representasi habitat asli dari jamur tiram dan jamur kuping. Media tanam ini jauh lebih mudah dan terjangkau bagi para pembudidaya jamur karena tidak memerlukan banyak dana dan tempat untuk pembudidayaanya.
Berikut akan dijabarkan beberapa langkah membuat media tanam jamur F4 (BAGLOG) sebagai tahap akhir penanaman jamur.
Karena habitat asli dari jamur tiram dan jamur kuping sejatinya adalah kayu, maka untuk membuat media tanam sama seperti aslinya bahan utama yang digunakan jugalah tentu harus kayu. :D Pilihlah kayu berkualitas baik yang dijadikan serbuk kayu, hal ini memudahkan pembuadidaya dalam memperoleh bahan utama dan menata tata ruang jamur di rumah jamur (kumbung) nantinya.
Sebelumnya, anda harus menyiapkan komposisi BAGLOG sebagai berikut:
Komposisi Serbuk Kayu Bekatul Kapur Gips Tepung jagung Tepung tapioka Pupuk TSP
I 10.000 1000 100 100 - - 50
II 1000 50 - 10 - - -
III 5000 500 10 - 400 - -
IV 100.000 15.000 5000 1000 - - -
V 100.000 5000 2.500 500 - - 500
VI 100.000 10.000 5000 1000 - 5000 500
Formula pencampuran bahan boleh disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan bahan di daerah masing-masing. Pastikan anda menemukan komposisi yang pas untuk hasil yang bagus bagi jamur anda.
Langkah-langkah pembuatan BAGLOG:
A. Pencampuran
Jika semua komposisi sudah tersedia dan lengkap, maka pencampuran semua bahan siap untuk dilakukan. Namun sebelumnya yang perlu diperhatikan ialah keseragaman bentuk partikel-partikel serbuk kayu, serbuk kayu sebaiknya diayak menggunakan ayakan pasir agar didapat bentuk yang sama. Pada saat pencampuran berlangsung, tambahkan kadar air pada media dengan menyiraminya, sebagai catatan hindarilah terjadinya gumpalan-gumpalan yang akan menyebabkan bahan memiliki kadar air yang tinggi. Pencampuran harus rata dan lembut.
B. Pengomposan
Pengomposan ialah menumpuk media tanam setinggi 50 cm, lalu ditutup menggunakan lembaran plastik selama 2 hari hingga suhu mencapai 50 C dengan kadar air 50-65 % dan pH 6-7. Langkah ini bertujuan untuk menguraikan senyawa-senyawa yang ada pada media tanam sehingga mudah diserap oleh jamur. Jika media tanam mudah dihancurkan dan tidak meneteskan air dalam jumlah banyak maka media tersebut sudah memenuhi syarat.
C. Pembungkusan
Setelah kedua langkah diatas diselesaikan dengan baik, maka tahap selanjutnya adalah memasukkan media tanam kedalam plastic tebal (polipropilen) dengan ukuran 20 x 30 cm dengan kapasitas 1000 gr.
Setelah semua media terbungkus kedalam plastik, pemadatan dengan cara manual ataupun mesin PRESS BAGLOG harus dilakukan dengan teliti agar tidak terjadi pengerasan media yang akan menyebabkan jamur sulit untuk tumbuh. Menggunakan mesin PRESS BAGLOG memberikan keuntungan dalam efisiensi waktu dan jumlah, serta katepatan tekstur media.
Tinggi baglog sekitar 20 cm dengan kedlaman lubang tanam ditengah sekitar 10 cm yang berdiameter 2,5 cm. ujung plastic yang tebuka dipasang cincin baglog / paralon yang dipotong menyerupai cincin baglog lalu ditutup dengan kapas atau kain perca.
STERILISASI DENGAN STEAMER/AUTOCLAVE
Untuk menghasilkan media tanam yang baik memerlukan proses yang panjang, sebelum media dapat ditanam, proses menyeterilkan baglog menggunakan steamer/autoclave lebih dianjurkan untuk mendapatkan hasil yang efektif, efisien dan maksimal. Mesin ini terbilang cukup mahal, karena dapat menampung baglog sesuai kebutuhan anda. Biasanya mesin ini banyak dimiliki oleh pengusaha bermodal besar. Namun jangan berkecil hati, bagi pemula mesin steamer dapat digantikan dengan drum berukuran besar dengan tinggi 150 cm diameter 60 cm.
Steamer autoclave harus terbuat dari baja supaya tidak terjadi ledakan karena tekanan tinggi selama proses pemansasan uap air yang mencapai temperature 85 C. boiler harus dilengkapi dengan thermometer sebagai pengukur tekanan uap.
Ruang sterilisasi ini harus dibuat dengan bentuk persegi bahan beton. Didalam ruangan di buat rak-rak sebagai tempat penyususnan baglog dan di lakukan 10-14 jam.
INOKULASI
Setelah mengalami pengovenan, baglog didinginkan di suhu ruangan hingga 12 jam hingga suhu mencapi 35 C – 40 C, jika suhu masih melebihi standar maka bibit jamur tidak akan tumbuh. Proses penanaman bibit jamur kedalam baglog dalam keadaan normal pada ruangan yang steril disebut INOKULASI. Proses ini harus dilakukan dengan cepat untuk mencegah masuknya mikroba kedalam baglog. Lakukanlah dengan partner anda, satu orang menanam bibit dan yang lain menutup kembali baglog yang sudah di beri bibit.
Persiapkanlah bahan2 berikut sebelum melakukan inokulasi:
1. Ruang tertutup
2. Lampu (api) spiritus kecil
3. Bibit jamur tiram
4. Pinset
5. Alcohol 70 %
Setelah persiapan anda selesai, berikut langkah melakukan proses inokulasi:
1. Semprotkan alcohol 70 % untuk mensterilkan ruangan, tangan dan kaki anda. Pinset juga harus disetrilkan dengan dicelupkan kedalam alcohol.
2. Menyiapkan bibit yang sudah dijadikan bagian yang kecil2.
3. Proses ini dilakukan didekat nyala api spirtus untuk menjaga kesterilan.
4. Tutup baglog dibuka, bibit dari botol diambil menggunakan pinset lalu dimasukkan kedalam baglog. Untuk hasil yang baik, satu botol bibit jamur F2 minimal dibagi kedalam 25 baglog.
5. Tutup baglog segera ditutup oleh parner anda.
INKUBASI
Bibit yang telah ditanam didalam baglog harus melalui proses terakhir untuk menumbuhkan micellia merata pada baglog, proses ini disebut INKUBASI. Ruang inkubasi harus gelap dan tertutup pada suhu 22 C- 28 C dengan terus mengontrol suhu yang ada menggunakan alat pengatur suhu.
Baglog jamur tiram/kuping diletakkan di atas lantai secara langsung dalam keadaan berdiri dan ditumpuk hingga 3 tumpukan. Lama waktu yang dibutuhkan selama inkubasi antara 30-50 hari hingga baglog dipenuhi dengan micellia putih. Jika mycelia putih sudah tumbuh merata pada baglog, maka baglog siap untuk ditata kedalam rak.
Lakukanlah penyortiran baglog sebelum meletakkan nya kedalam rak untuk mendapatkan hasil jamur yang bagus.