Basnul Cafe

Basnul Cafe Briyani
Bukhari
Kopi

17/07/2026

Belenggu tidak selalu berupa rantai besi. Kadang ia hadir sebagai cara berpikir yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Seperti lumut yang perlahan menutupi batu, penyimpangan tidak selalu datang dengan suara keras. Ia tumbuh sedikit demi sedikit, hingga sesuatu yang asing terasa biasa, dan yang menyimpang tampak seolah benar.

Nenek moyang kita yang saleh berulang kali mengingatkan bahwa akar kesyirikan sering kali bermula dari pengagungan yang melampaui batas dan hati yang bergantung kepada sebab-sebab yang tidak Allah jadikan sebagai sebab. Karena itu, pemurnian tauhid bukan sekadar membahas masa lalu, tetapi menjaga arah masa depan.

Serigala memangsa satu mangsa. Rayap menggerogoti satu batang kayu. Namun penyimpangan aqidah dapat menggerogoti sebuah generasi bila dibiarkan tanpa ilmu.

Perubahan tidak selalu dimulai dari istana. Sering kali ia bermula dari satu rumah, ketika satu keluarga memilih kembali belajar tauhid, mengamalkannya, lalu mewariskannya kepada anak-anaknya.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Semoga Allah menjaga hati kita di atas tauhid hingga akhir hayat. Aamiin.

12/07/2026

Lipstick Effect, Dumb Spending, dan Sebuah Pertanyaan untuk Hati.

Ketika masa depan terasa berkabut, banyak orang mulai mencari kebahagiaan yang bisa dibeli hari ini.

Segelas kopi.
Tiket konser.
Liburan singkat.
Barang-barang yang memberi ilusi bahwa semuanya baik-baik saja.

Sebagian menyebutnya self-reward. Sebagian menyebutnya healing. Sebagian lagi menyebutnya dumb spending—pengeluaran yang sering kali lahir bukan karena kebutuhan, melainkan karena hati sedang mencari pelarian.

Bukan berarti menikmati rezeki itu salah.
Namun, ada satu pertanyaan yang lebih penting:
Ke mana sebenarnya hati kita sedang mencari teduh?

Hari ini ngopi.
Besok tempat viral
Pekan depan liburan hidden gem

Tak ada yang tampak besar. Tetapi kebiasaan kecil yang terus berulang mampu menjauhkan kita dari tujuan besar.

Bagaimana jika sebagian uang nongkrong menjadi tabungan umrah?
Bagaimana jika biaya konser berubah menjadi setoran haji?
Bagaimana jika healing sesekali diganti dengan majelis ilmu?

Seorang Muslim tidak diajarkan pesimis terhadap masa depan. Harapannya bertumpu kepada Allah, bukan kepada keadaan.

Karena pada akhirnya, yang kita bawa p**ang bukanlah daftar barang yang pernah kita beli, melainkan amal yang pernah kita kumpulkan.

28/06/2026

Mereka tidak selalu datang membawa ancaman.
Kadang mereka datang membawa sesuatu yang justru ingin kita peluk.

Solidaritas.
Harapan.
Rasa aman.
Persatuan.

Semuanya terdengar begitu indah.

Namun Al-Qur’an mengabadikan sebuah percakapan yang menggetarkan.

“Sesungguhnya dahulu kalian mendatangi kami dari sebelah kanan.”
(QS. Ash-Shaffat: 28)

Para ulama menjelaskan bahwa mereka datang dari arah yang paling dipercaya. Mereka menghias kebatilan hingga tampak seperti kebenaran, memalingkan manusia dari jalan yang lurus, bukan selalu dengan paksaan, tetapi sering kali dengan sesuatu yang terlihat baik.

Seperti rusa yang melihat hamparan rumput hijau, tanpa menyadari jebakan pemburu tersembunyi di baliknya.

Begitulah kebatilan.

Jarang datang dengan wajah yang menakutkan.
Ia lebih sering datang dengan wajah yang menenangkan.
Di Hari Kiamat, para pengikut menyalahkan orang-orang yang dahulu mereka ikuti.
Namun jawaban yang mereka dengar menjadi penyesalan yang tak lagi berguna.
“Kami hanya mengajak.”
“Kalianlah yang memilih untuk mengikuti.”

Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengingatkan bahwa ajakan memang bisa menyesatkan, tetapi langkah tetap diputuskan oleh kaki kita sendiri.

Maka jangan terburu-buru menilai sesuatu hanya karena tampak kokoh kedudukannya.
Jangan mudah membenarkan sesuatu hanya karena banyak pengikutnya.
Dan jangan mengira setiap seruan persatuan pasti mengantarkan kepada kebenaran.

Sebab kelak yang Allah hisab bukanlah kelompok yang kita ikuti.
Bukan tokoh yang kita kagumi.
Bukan p**a mayoritas yang kita banggakan.
Melainkan hati yang memilih, dan langkah yang kita putuskan sendiri.

Karena di setiap persimpangan kehidupan, Allah selalu menyisakan satu nikmat yang tidak pernah dicabut dari manusia.
Yaitu Pilihan.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang tidak hanya mencintai kebersamaan, tetapi juga berani memilih kebenaran, meski harus berjalan sendirian.

22/06/2026

Medan memiliki banyak hal yang membuatnya layak dibanggakan.

Pusat perdagangan.
Pusat pendidikan.
Pusat kesehatan.
Pusat logistik kawasan barat Indonesia.

Namun para pemikir peradaban seperti Ibn Khaldun, Malik Bennabi, dan Arnold Toynbee mengingatkan kita pada satu hal:

Kemajuan sebuah kota tidak ditentukan oleh apa yang dimilikinya, tetapi oleh manusia yang mengelolanya.

Sebesar apa pun taman bunga tidak akan menghasilkan madu tanpa lebah yang tekun mengumpulkannya.

Begitu p**a sebuah kota.

Sungai yang besar pun dapat berubah menjadi rawa ketika kehilangan alirannya. Sebaliknya, mata air kecil mampu menghidupi banyak kehidupan karena terus bergerak dan memberi manfaat.

Madinah pernah menjadi kota yang lelah oleh pertikaian antarsuku. Namun dengan kepemimpinan, aqidah, persaudaraan, keadilan, dan manusia-manusia yang terus memperbaiki diri, kota itu tumbuh menjadi salah satu pusat peradaban paling berpengaruh dalam sejarah.

Mungkin pertanyaan terpenting bagi Medan hari ini bukanlah seberapa besar potensinya.

Tetapi:

Sudahkah kita menjadi manusia yang layak untuk mengelola potensi itu?

Karena masa depan sebuah kota tidak hanya dibangun oleh gedung-gedung yang menjulang.

Ia dibangun oleh karakter, ilmu, persaudaraan, dan tanggung jawab orang-orang yang hidup di dalamnya.

04/06/2026

BERSEPEDA DAN MELIHAT: RAMBUNG BARU

Kali ini kami bersepeda menuju Mutiara Hijau Resort, Desa Rambung Baru, Kecamatan Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dari Simpang Selayang, Medan, jalan terus menanjak menuju kaki pegunungan. Jalur ini telah menjadi urat nadi perdagangan sejak zaman kolonial.

Di jalan yang sama, petani membawa hasil panen.
Pedagang mencari nafkah.
Perantau mengejar harapan.
Dan wisatawan mencari ketenangan.
Seperti sungai yang terus mengalir tanpa meminta pujian, jalan ini bekerja dalam diam.

Namun Rambung Baru bukan hanya tentang keindahan alam.
Beberapa tahun terakhir, desa ini juga menjadi perhatian akibat konflik lahan yang melibatkan masyarakat dan pengembang berskala besar.

Pelajaran pentingnya:
Pembangunan bukan hanya soal bangunan.
Tetapi juga tentang keadilan dan kebermanfaatan.

Di balik tantangan itu, kami melihat peluang dakwah dan amal jariyah

Berlibur sambil Tadabbur
• Gowes Tadabbur Alam
• Camping Keluarga Muslim
• Outbound Islami
• Kajian Alam

Art of Iman
• Masjid Ramah Musafir
• Posko Musafir
• Rest Area Islami
• Warung Halal

Karena terkadang dakwah tidak selalu dimulai dari mimbar.
Kadang ia dimulai dari senyum.
Dari pelayanan.
Dari tempat istirahat yang nyaman.
Dari perjalanan yang membuat manusia lebih dekat kepada Penciptanya.

📍 Mutiara Hijau Resort
Desa Rambung Baru, Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara
📞 Narahubung:
Yasir — 0813-6161-0611

Pengen bersepeda dan melihat apa?

Kalau dua-duanya enak, kenapa harus pilih satu?Di mix aja… Bukhory + Briyani KambingBiar gak apa kali 😄Lebih puas dengan...
07/03/2026

Kalau dua-duanya enak, kenapa harus pilih satu?

Di mix aja… Bukhory + Briyani Kambing
Biar gak apa kali 😄

Lebih puas dengan porsi berdua.

Cocok buat bukber, makan bareng teman, atau keluarga.

Order & Reservasi:
Klik tombol "Kontak" di bio yaa 😉
📲 0812-3111-0059

📍 Basnul Cafe
🛵 GoFood & GrabFood

Bukber di rumah, suasananya selalu lebih hangat.Ngumpul bareng keluarga sambil menunggu adzan maghrib berkumandang.Untuk...
07/03/2026

Bukber di rumah, suasananya selalu lebih hangat.
Ngumpul bareng keluarga sambil menunggu adzan maghrib berkumandang.

Untuk urusan makanan, biar Basnul Cafe yang siapkan.

Paket buat bukber di rumah siap dikirim!

Order & Reservasi:
Klik tombol "Kontak" di bio yaa 😉
📲 0812-3111-0059

📍 Basnul Cafe
🛵 GoFood & GrabFood

Ramadhan terasa lengkap kalau buka puasanya bareng keluarga 🤍Yang jauh didekatkan, yang sibuk disempatkan.Ajak mereka bu...
02/03/2026

Ramadhan terasa lengkap kalau buka puasanya bareng keluarga 🤍
Yang jauh didekatkan, yang sibuk disempatkan.

Ajak mereka bukber di Basnul Cafe.
Kabari jumlahnya – pesan menunya,
biar kami yang urus persiapannya.

Order & Reservasi:
📲 0812-3111-0059

📍 Basnul Cafe
🛵 GoFood & GrabFood

POV: Datang ber-4, p**ang kenyang semua 😌Ayah, Bunda, Kakak, Adik.Atau Papa, Mama, Abang, Adik.Bisa juga 4 bestie yang l...
01/03/2026

POV: Datang ber-4, p**ang kenyang semua 😌

Ayah, Bunda, Kakak, Adik.
Atau Papa, Mama, Abang, Adik.
Bisa juga 4 bestie yang lagi bukber.
Atau 4 temen kerja yang baru gajian 🤭

Menu porsi 4 ini siap jadi solusi biar nggak rebutan.
Yok amankan tempat sekarang, sebelum kehabisan!

Order & Reservasi:
📲 0812-3111-0059

📍 Basnul Cafe
🛵 GoFood & GrabFood

Address

Jalan Ring Road No. 100 Pasar 2 Tanjungsari, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang
Medan
20132

Opening Hours

Monday 08:00 - 23:00
Tuesday 08:00 - 23:00
Wednesday 08:00 - 23:00
Thursday 08:00 - 23:00
Friday 08:00 - 00:00
Saturday 08:00 - 00:00
Sunday 08:00 - 00:00

Telephone

+6281362443295

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Basnul Cafe posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Basnul Cafe:

Shortcuts

Share

Category