17/07/2026
Belenggu tidak selalu berupa rantai besi. Kadang ia hadir sebagai cara berpikir yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Seperti lumut yang perlahan menutupi batu, penyimpangan tidak selalu datang dengan suara keras. Ia tumbuh sedikit demi sedikit, hingga sesuatu yang asing terasa biasa, dan yang menyimpang tampak seolah benar.
Nenek moyang kita yang saleh berulang kali mengingatkan bahwa akar kesyirikan sering kali bermula dari pengagungan yang melampaui batas dan hati yang bergantung kepada sebab-sebab yang tidak Allah jadikan sebagai sebab. Karena itu, pemurnian tauhid bukan sekadar membahas masa lalu, tetapi menjaga arah masa depan.
Serigala memangsa satu mangsa. Rayap menggerogoti satu batang kayu. Namun penyimpangan aqidah dapat menggerogoti sebuah generasi bila dibiarkan tanpa ilmu.
Perubahan tidak selalu dimulai dari istana. Sering kali ia bermula dari satu rumah, ketika satu keluarga memilih kembali belajar tauhid, mengamalkannya, lalu mewariskannya kepada anak-anaknya.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
Semoga Allah menjaga hati kita di atas tauhid hingga akhir hayat. Aamiin.