16/02/2017
“Lho?”..
“Kok lho, sebab saking cinta dan sayangnya, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI. HARTA SAYA AKAN SAYA BAWA MATI DIKUBUR DENGAN HARTA BISNIS SAYA.
Saya itu TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya.
Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu
*TITIP* pada Masjid,
*TITIP* pada anak yatim,
*TITIP* pada fakir miskin,
*TITIP* pada pejuang fii sabilillah.
*TITIP* pada yayasan/ baitul maal.
*TITIP* pada guru-guru Agama & karyawan yang rajin Ibadah
*TITIP* pada saudara dan karyawan yang dirawat karena sakit.
Alhamdulillah masih ada yang berkenan mau dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah ada yang sudi diamanati, saya bahagia sekali.
Pokoknya DI AKHIRAT NANTI MAU SAYA AMBIL LAGI TITIPAN TITIPAN SAYA,
Saya sudah bekerja keras puluhan tahun maka ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat di alam kubur dan di akhirat nanti".
Maka siapa bilang harta tidak dibawa mati....?
Harta itu dibawa mati....!!!
Caranya ? ... JANGAN BAWA SENDIRI...
Minta tolong dibawakan oleh Fakir miskin, anak yatim, orang-orang yang berjuang di jalanNYA, yayasan/baitul maal, dan lain-lain.
Karena anak dan keluarga saya cuma kasih kain putih saja".
Semoga bermanfaat
(KisahIslami)