25/06/2015
I. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Dengan perkembangan zaman dan teknologi maka orang sekarang mulai berhati-hati dalam memilih dan membeli makanan, karna pada masa kini banyak makanan yang dibuat dengan menggunakan bahan kimia yang berbahaya. Sebagian masyarakat kelas bawah, memilih makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah. Dua hal inilah yang menjadi prioritas utama mereka dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan yang terdapat dalam makanan tersebut. Untuk itulah kami bermaksud untuk membuat makanan yang memiliki rasa yang enak dengan harga yang cukup murah dan aman untuk dikonsumsi karna tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya, serta memiliki kandungan gizi yang cukup.
Dari uraian diatas maka sangat potensial bila kami mengembangkan untuk mengelola tahu mentah menjadi camilan yang bisa dinikmati oleh siapapun baik yang tua maupun yang muda,karna sebagian dari masyarakat mungkin sudah bosan dengan tahu mentah yang Cuma di goreng saja. Berawal dari tugas kuliah untuk berwirausaha ,muncullah ide untuk membuat camilan seperti ini yang masih langka di masyarakat kami. Biasanya tahu mentah hanya di goreng untuk dijadikan lauk pauk, kadang juga di buat jajanan batagor,tahu isi ,tahu petis dan lain lain. Dengan ini kami membuka peluang usaha dengan membuatnya menjadi sebuah camilan dengan rasanya yang enak, gurih dan nikmat. Tahu kelengkeng balado adalah sebuah camilan masa kini dari sebuah bahan baku tahu mentah yang di inovasi menjadi camilan berbentuk menyerupai kelengkeng yang ditaburi bubuk balado khas padang. Setelah bertahun-tahun inovasi demi inovasi dilakukan, kini ada rasa baru yaitu dengan perasa jagung manis yang banyak disukai oleh anak-anak kecil. Cukup dengan Rp.1000,00 anda sudah bisa mendapatkan satu bungkus camilan ini. Cocoknya dimakan disaat hujan tetapi disaat bangun tidurpun juga terasa enak.Tahu kelengkeng balado ini memiliki beraneka ragam rasa, sehingga konsumen dapat memilih rasa yang sesuai dengan kesukaan mereka.Tahu kelengkeng ini dapat dinikmati dalam kondisi apapun, baik malam hari maupun pagi hari. Dengan alasan dan landasan tersebut kami berniat untuk merintis usaha Tahu Kelengkeng, dan usaha kami tersebut kami beri nama atas kesepakatan bersama, yaitu: TAHU KELENGKENG BALADO “ADELIA” Dengan harapan pelanggan akan tertarik untuk datang dan membeli TAHU kami dengan perasaan cinta kasih akan kenikmatan rasa TAHU KELENGKENG BALADO.
2. Tujuan
Tujuan kami memilih usaha makanan Tahu kelengkeng Balado ini adalah:
1. Memperoleh laba sebanyak-banyaknya dengan kapital sedikit.
2. Memperkenalkan Produk olahan tahu menjadi sebuah camilan yang tidak lumrah seperti baiasanya.
3. Mencapai sasaran pemasaran atau penjualan maksimal.
BAB II
PEMBAHASAN
A. ASPEK HUKUM
Kami berupaya mendapatkan legalitas dari pemerintah yaitu dengan cara memasukkan usaha kami ini ke Usaha mikro kecil sebagai usaha rumahan dan mengajukan kepada desa agar bisa mendapatkan legalitas.Usaha kami ini masih terlalu kecil utnuk mendapatkan legalitas dari pejabat SIUP.
Profil Organisasi
Nama Usaha: TAHU KELENGKENG BALADO “ADELIA”
Jenis Usaha: Kuliner
Alamat: Desa Bence RT/RW 02/01 Kedungjajang Lumajang
Pemilik: LIA EKA KUSUMA WARDANI
Visi, misi dan tujuan
a. Visi
Menciptakan sebuah usaha yang unggul dengan kualitas yang terbaik.
b. Misi
•Memberikan kualitas yang terbaik.
• Memberikan pelayanan yang terbaik
c. Tujuan Usaha
• Memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.
• Menambah pengalaman dan ilmu pengetahuan kewirausahaan dalam melakukan kegiatan usaha.
• Mewujudkan kemampuan dan kemantapan dalam berwirausahaan untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
• Membudayakan semangat, sikap, prilaku dan kemampuan kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan masyarakat yang mampu di andalkan dan terdepan dalam berwirausaha
Produk
Produk yang kami tawarkan dalam usaha ini kepada konsumen memiliki berbagai macam rasa yang dimiliki, seperti : Bumbu rasa Balado,Balado pedas manis, sambal balado,jagung manis,jagung bakar dan sapi panggang.Dengan memiliki berbagai macam rasa tersebut maka masyarakat dapat memilih rasa yang mereka inginkan sesuai dengan keinginan mereka masing-masing. Produk yang kami berikan tidak menggunakan campuran bahan kimia yang berbahaya seperti pormalin, wantek, dll, sehingga baik untuk dikonsumsi oleh konsumen dan tidak merusak kesehatan.
Kami berupaya mendapatkan legalitas dari pemerintah yaitu dengan cara memasukkan usaha kami ini ke Usaha mikro kecil sebagai usaha rumahan dan mengajukan kepada desa agar bisa mendapatkan legalitas.
B. ASPEK SOSIAL , EKONOMI DAN BUDAYA.
a. Manfaat Sosial
Dengan melihat peluang ini, diharapkan usaha ini dapat berkembang ke berbagai daerah bahkan ke luar negeri. Usaha Tahu kelengkeng ini cukup menjanjikan bagi kita, karna masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang belum menikmati enaknya tahu kelengkeng ini, sehingga kita dapat memasarkannya ke daerah tersebut. Keuntungan yang dapat diperoleh oleh pemilik usaha yaitu dapat menjadikan sebagai pengalaman dalam berbisnis. Serta dapat menjadi pembelajaran dalam menjalankan bisnis-bisnis yang lain yang lebih besar. Pembelajaran yang diperoleh seperti bagaimana cara melayani konsumen, serta bagaimana supaya karyawan menjadi senang dengan kebijakan yang kita tetapkan, dan lain sebagainya.
Dengan adanya usaha tehu kelengkeng ini, di keluarga mendapat pekerjaan baru dan penghasilan baru walaupun sedikit. Hanya keluarga saja yang sementara ini menjadi tenaga kerja karena usaha ini masih terlalu kecil dan akan diusahakan menjadi usaha yang lebih besar.
b. Manfaat Ekonomi
Usaha tahu kelengkeng ini cukup menjanjikan, karna keuntungan yang didapat cukup besar. Kami menawarkan dan memberikan kemudahan bagi pelanggan dengan memberikan harga yang murah tapi dengan produk yang tidak murahan dengan kata lain kualitas produk selalu dijaga dan dijamin kesehatannya. Dengan usaha ini diharapkan dapat memberikan keuntungan.
Analisis SWOT
Adapun analisis SWOT terhadap bisnis ini adalah sebagai berikut:
Strengths (S) Weaknesses (W)
Rasa yang khas
Beda dari yang lain
Penampilan kemasan yang menarik dan praktis
Alami tanpa bahan kimia
Memiliki banyak sajian rasa
Promosi melalui media sosial Banyak orang yang meng-gunakan bahan baku tahu
Lama dalam hal pembuatannya /prosesnya sehingga kalau seandainya dagang keliling harus digoreng dulu dari rumah
Batas awet hanya satu hari saja.
Opportunities (O) Threats (T)
Tidak ada saingan dengan jualan yang sejenis
Karna roti bakar ini bisa dinikmati oleh semua usia dari yang muda sampai yang tua, maka pasar sasarannya mencakup semua kalangan masyarakat.
Banyak saingan dari dagangan lain seperti contoh cilot dan sosis
C. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN
Analisis Pasar dan Pemasaran
Analisis Pasar dan Pemasaran usaha roti bakar kelompok kami yaitu:
1. Target Pasar
Usaha ini berlokasi di tempat-tempat yang strategis seperti di PAUD & SD di desa kami, dan juga di tempat saya menimba ilmu yaitu kantin IAI SYARIFUDDIN WONOREJO KEDUNGJAJANG LUMAJANG. Tempat-tempat lokasi tersebut yang banyak di tempati oleh masyarakat, sehingga usaha kami ini mudah untuk dikenal oleh masyarakat. Yang menjadi target pasar kami yaitu anak anak yang sekolah maupun orang tua yang sedang mengantarkan anak-anaknya, sedangkan di kampus target pasar kami adalah kawan-kawan mahasiswa walaupun tak sedikit teman-teman yang mengejek usaha saya.
2. Pesaing
Sedikit pesaing dari usaha yang sejenis tapi sangat banyak jenis makanan lain yang menjadi pesaing , akan tetapi di sinilah kreatifitas kita bagaimana cara kita menarik konsumen agar dapat membeli produk kita tanpa membuat pesaing kita merasa tidak senang dengan tindakan kita. Namun kekeluargaan harus tetap selalu terjaga antara pesaing dan menciptakan persaingan yang sehat tanpa menjatuhkan pesaing. Dengan cara mentaati peraturan dan undang-undang pasar yang telah di tetapkan
3. Sasaran Pembeli
Dalam menjalankan usaha ini sasaran pembeli kami yaitu mencakup semua kalangan masyarakat, baik kalangan bawah, kalangan menengah dan kalangan atas. Dari semua kalangan tersebut sebagian besar mampu untuk membeli produk yang kami tawarkan, karna harga yang kami berikanpun cukup terjangkau untuk semua kalangan. Harga yang kami berikan yaitu mulai dari Rp1000.
D. ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI
Adapun Aspek teknis dan teknis dan teknologi yang dapat kami lakukan adalah:
1. Dari mulut ke mulut
Promosi ini merupakan promosi yang paling sederhana, serta tidak memerlukan banyak biaya untuk melakukan promosi ini. Cukup dengan bercerita dengan teman-teman kita atau keluarga untuk mempromosikan usaha kita, sehingga secara tidak langsung semua konsumen/masyarakat akan mengetahui usaha kita. Dan apabila usaha kita sudah diketahui dan disukai, maka konsumen tersebut akan memberitahukan kepada orang lain untuk membeli roti bakar di tempat kita.
2. Dengan media Internet
Selain promosi dari mulut ke mulut, maka promosi juga dapat dilakukan dengan menggunakan media internet, seperti dapat melalui facebook, bbm,dll. Karna sebagian besar masyarakat telah menggunakan media internet, sehingga masyarakat dapat mengetahui usaha kita.
3. Pengembangan Produk
Pengembangan produk dari usaha ini dapat menambahkan rasa yang mungkin tidak ada di pesaing lain. Sehingga jangkauan pasar mililiki semakin luas, dan tingkat loyalitas konsumen pun setiap harinya kian meningkat.
4. Pengembangan pasar
Kami masih berusaha untukmengembangkan pasar kami dengan cara berjualan di kota lumajang namun masih ada kendala dengan waktu dan modal.
E. ASPEK MANAJEMEN
1. Metode pengumpulan data
Metode pengumpulan yang dilakukan ialah dengan mencatat segala jenis aktifitas dan kendala-kendala apa saja yang dapat menghambat kelancaran usaha roti bakar ini. Kritik dan saran dari pelanggan akan sangat mendukung kemajuan usaha ini
2. Survei bahan baku
Bahan baku sangat penting dalam usaha Tahu kelengkeng, karena tanpa tersedianya bahan baku, sudah pasti usaha ini tidak akan berjalan lancar, salah satu faktor yang mendukung usaha Tahu kelengkeng ini ialah bahan baku, maka dari itu kami membeli di home industri tahu mentah kepercayaan kami dan terkenal di masyarakat .
3. Pengemasan
Kami mengemas produk kami menggunakan kap mika dan untuk bumbu kami tidak langsung mencampurnya akan tetapi dengan di bungkus mika klip seperti bungkus obat yang di beli di apotik agar lebih kelihatan lebih menarik , dan unik serta menjaga keheginisan produk kami.
4. Sosialisasi kepada masyarakat
Percobaan demi percobaan kami lakukan demi mendapatkan cita rasa yang sesui dengan lidah konsumen dan berbeda dari lainnya, untuk tahap awal kami memberi secara cuma-cuma kepada tetangga sekitar dan pelanggan 5 orang pertama. Setelah mendapat respon yang bagus baru kami berani mengembangkan usaha roti bakar ini
5. Penjualan atau pemasaran produk
Penjualan dilakukan sebelum kuliah dan juga pada waktu kuliah dengan cara menitipkannya di kantin kampus dan dijual sendiri ketika jam istirahat.