23/10/2021
๐๐ช๐ฎ๐ช๐ต ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ฅ๐ถ๐ฌ๐ด๐ช
Kami akan coba sedikit bicara tentang teknis.
Salah satu produk minum kami yg lumayan susah untuk diproduksi banyak adalah Cold Drip.
Bagaimana tidak, metode pembuatan Cold Drip mengharuskan biji kopi untuk ditetes air/detik.
Berbeda dengan metode 'Cold Brew' yg hanya perlu merendam biji kopi dalam kurun waktu 24 jam.
Pada Cold Drip,
Air menetes dari kontainer air ke kontainer biji kopi, kemudian dari biji kopi mengalir ke tube hasil akhir.
Proses perjalanan 1 tetes melewati biji2 kopi inilah yg memakan waktu.
Hitungan kasar kami (menurut pengamatan), jika 1 tetes = 0,5ml, maka dibutuhkan 8 jam untuk selesai produksi.
500ml adalah hasil kotor, sedangkan hasil bersih yg didapat kurang lebih 350 ml yg berarti 3,5 botol Cold Drip.
Lalu kemana perginya 150ml air?
Tentu air tersebut terserap oleh biji2 kopi yg dilalui air di kontainer biji kopi.
Bayangkan saja, dalam 1 hari kami hanya mampu membuat 6-7 botol ๐
Hal ini berdampak pada produk turunan Cold Drip seperti Cold Yellow, Cold White dan Rock Bottom karena Cold Drip adalah bahan utamanya.
Memang sedikit jumlahnya tapi worth it.
Jika pengunjung ingin mencoba kopi hitam yg lebih soft (tidak terlalu intens), Cold Drip bisa jadi pilihan.
Ohiya banyak pengunjung yg belum tahu dan sadar kalau botol kaca Cold Drip (dan Rock Bottom) boleh dibawa pulang.