15/06/2020
Resep mie memang sangat penting, tapi metode pembuatan mie yang benar akan menentukan resep tadi akan menghasilkan hasil mie yang maksimal atau tidak. Untuk menghasilkan tekstur mie yang baik, adonan mie yang awalnya seperti buliran, digiling dengan roll cylinder (gak tau namanya apa) berdiameter tebal hingga menjadi adonan (compounding).
Seperti di Slide 1, adonan yang baru di giling terlihat mempunyai permukaan yang kasar. Tahap ini diulang sebanyak 2x lagi hingga adonan keluar menjadi halus seperti di Slide 3.
Setelah adonan digiling, kebanyakan orang langsung memotong mie. Nah ini salah. Untuk tekstur yang maksimal, adonan yang sudah digiling harus di istirahatkan (resting) selama minimal 30 menit sebelum dipotong. Ini membuat kandungan air menyebar lebih merata keseluruh adonan dan gluten (otot adonan) yang kaku karena digiling menjadi lebih rileks. Adonan yang kaku, ketika ditipiskan akan cenderung menciut menjadi lebih tebal dari ukuran yang diinginkan setelah dipotong nanti.
Kesalahan umum berikutnya adalah mie yang sudah dipotong langsung dimasak (katanya segaarrr).. Mie akan memberikan tekstur yang palinggg maksimal setelah disimpan di dalam kulkas 1° - 5°C selama 24 jam dari setelah pembuatan. Lah kok gitu ? Jadiii mie yang melewati proses penggilingan itu memprangkap udara di dalam adonan yang merusak tekstur jika langsung dimasak, walaupun tidak signifikan banget. Setelah diistirahatkan di dalam kulkas, kantong udara kecil ini akan hilang dan membuat pori-pori mie menjadi lebih padat, sehingga tekstur mie jadi lebih kenyal/garing (tergantung resep).
Ada pertanyaan seputar mie ? comment aja di bawah.
@ Jambi City