25/08/2018
WOW!! Terimakasih terimakasih uda mampir ke yaa temen2 ,seneng bangettt bisa diliput kaliann, yeayy!
Yg penasaran cerita dibalik ,monggo dibaca langsung di web atau Harian Kompas Jumat, 24 Agustus 2018. Lengkap, ringan, keceh mba ๐๐ Baca yaa temen2 biar ga salah kaprah lagiii
with
ใปใปใป
Setiap masakan dari berbagai penjuru dunia memiliki kekhasan serta mengemban nilai budaya dan historis tersendiri. Mulai yang disajikan di pinggir jalan hingga di restoran mewah sekalipun. Kentalnya budaya dan nilai personal acap kali membuat orang merindukan masakan tersebut. Tak terkecuali masakan rumah buatan popo.
Popo, yang merupakan panggilan akrab etnis Tionghoa pada nenek, memiliki peran besar dalam kehidupan Florencia Calista Tavares (). Flo, demikian ia disapa, adalah pemilik kedai makanan Claypot Popo (). Sejak kecil, Flo dibesarkan sang popo. Maklum, orangtua Flo banyak menghabiskan waktu mengurus bisnis di luar kota.
Tentu saja, makanan yang diracik popo menjadi hidangan sehari-hari yang biasa dinikmatinya hingga kini. Terinspirasi ketulusan popo menyuguhkan beragam hidangan China rumahan untuk cucunya, Flo pun membuka kedai makan Claypot Popo sejak 2014.
Baca selengkapnya tulisan โSemangkok Kelezatan dan Terima Kasihโ di , sesi edisi 24 Agustus 2018.
Video: Iklan Kompas/ .