05/10/2021
Warung kopi yang bernarasi
Adalah hal yang jarang ditemui beberapa tahun kebelakang, bisa dihitung jari siapa saja yang s**a bertelur tulisan di halaman instagramnya. Sekarang? Jangan ditanya, asal tekan telunjuk di media sosial inipun pasti ketemu satu yang melakukan.
Untuk kami, ini hal yang menarik. Mengingat bahwa narasi dalam bentuk tulisan adalah kebiasaan yang makin tergerus oleh teknologi. Media sosial membuat rentang perhatian pemakainya semakin hari semakin pendek. Lima detik pertama nggak menarik, langsung swipe ke konten berikutnya.
Banyaknya warung kopi yang bermunculan dengan narasi tulisan yang kuat adalah pertanda bahwa, masih adanya harapan untuk membangun budaya baca-tulis, bahkan di tempat seharusnya budaya tersebut sekarat. Jika warung-warung kopi tersebut terus menulis, pasti karena pelanggan mereka pun s**a dengan tulisannya.
Kalau semakin banyak warung kopi yang melakukan hal tersebut, bahkan, menjadi standar yang dilakukan oleh warung kopi, pergerakan kita mungkin bukan cuma meningkatkan konsumsi per-kapita, tapi juga membebaskan Indonesia dari stigma 'darurat membaca' 😂
Kalaupun ada yang bilang mereka 'cuma' ikut-ikutan seperti si A dan si B, ya biarlah, selama yang diikuti hal positif semacam ini ya apa yang perlu di komplain?