CH Enterprise

CH Enterprise CALVIN HARTONO ENTERPRISE, Sebuah Komunitas yang membantu anggotanya dibidang Coaching Resto utk membuat usahanya naik ke level yg lbh tingggi.

Jika Anda punya makanan di kulkas ,punya baju dibadan  punya atap diatas kepala,dan punya tempat utk tidur,Anda lebih ka...
09/10/2022

Jika Anda punya makanan di kulkas ,punya baju dibadan punya atap diatas kepala,dan punya tempat utk tidur,Anda lebih kaya dari 75% orang didunia ini sekarang.

Show me your friends and I'll show you your future.Tunjukan siapa temanmu dan aku akan tunjukan masa depanmu.
06/10/2022

Show me your friends and I'll show you your future.

Tunjukan siapa temanmu dan aku akan tunjukan masa depanmu.

Hari ini kita merayakan HUT RI ke 74, mari tanyai diri kita :Apakah saya hanya menumpang di negara ini atau saya sdh ber...
17/08/2019

Hari ini kita merayakan HUT RI ke 74, mari tanyai diri kita :
Apakah saya hanya menumpang di negara ini atau saya sdh berkontribusi secara aktif utk negara ini?.
Berpose bersama Yasa Paramita Singgih Founder Mens Republic.

Lagi iseng baca Postingan CNN Go tentang Makanan Terlezat di Dunia.40 Indonesian foods we can't live without.Hore Boplo ...
09/04/2019

Lagi iseng baca Postingan CNN Go tentang Makanan Terlezat di Dunia.
40 Indonesian foods we can't live without.Hore Boplo ada di nomer 6.

Gojek ternyata memikirkan para pengemudinya lho.Mereka membuat Pelatihan utk para anggotanya,kali ini tentang bagaimana ...
20/02/2019

Gojek ternyata memikirkan para pengemudinya lho.Mereka membuat Pelatihan utk para anggotanya,kali ini tentang bagaimana memulai usaha kuliner.Jadi Pengojek yg sdh berbisnis diminta utk sharing di komunitas Gojek dlm acara Bengkel Belajar Mitra Gojek.
Keren bgt gebrakan mereka.

30/12/2018

Dear friends, I rcvd this, whether or not this is accurate, relevant in Indonesia, it's still food for thought. Happy reading, and happy thinking of its impact to you...

*How Millennials Kill Everything*

Judul tulisan ini bakal menjadi judul buku baru..
Mudah-mudah buku ini bisa keluar dalam 2-3 bulan ke depan.
Coba googling dengan kata kunci “millennials kill”, maka Anda akan mendapati betapa milenial adalah “pembunuh berdarah dingin” yang membunuh apapun.

Di halaman pertama hasil pencarian Google saya menemui judul-judul menyeramkan seperti ini:
“RIP: Here Are 70 Things Millennials Have Killed”
“Things Millennials Are Killing in 2018”
“Millennials Kill Again. The Latest Victim? American Cheese”
“Millennials Are Killing the Beer Industry”
“How Millennials Will Kill 9 to 5 Job?”

Bahkan ada situs yang menulis:
“The Official Ranking of Everything Millennials Have Killed.”

Di dalamnya peringkat produk dan layanan yang paling cepat “dibunuh” oleh milenial. Ada dalam urutan peringkat itu produk-produk seperti: berlian di urutan 29; golf di urutan 23; department store di urutan 20; sabun batang di urutan 15; kartu kredit di urutan 10; dan bir di urutan 5.

Millennials Kill Everything New

Kenapa milenial bisa menjadi “pembunuh berdarah dingin” bagi begitu banyak produk dan layanan? Karena perilaku dan preferensi mereka berubah begitu drastis sehingga produk dan layanan tersebut menjadi tidak relevan lagi, alias punah ditelan zaman.

Contohnya golf. Tren dunia menunjukkan, sepuluh tahun terakhir viewership ajang-ajang turnamen golf bergengsi turun drastis setelah mencapai puncaknya di tahun 2015. Tahun lalu bahkan turun drastis 75%. Porsi kalangan milenial yang menekuni olahraga ini juga sangat kecil hanya 5%.

Olahraga elit ini memang digemari kalangan Baby Boomers dan Gen-X, namun tidak demikian halnya dengan milenial. Celakanya, semakin surut pop**asi Baby Boomers dan Gen-X, maka semakin tidak populer p**a olahraga yang lahir sejak abad 15 ini. Dan bisa jadi suatu saat akan puhah.

Yang sudah kejadian sekarang adalah departement store. Tahun lalu kita menyaksikan departement store di seluruh dunia termasuk di Indonesia (Matahari, Ramayana, Lotus) pelan tapi pasti mulai berguguran.

Sumber penyebabnya adalah milenial yang bergeser perilaku dan preferensinya. Pertama karena mereka mulai berbelanja via online. Kedua, milenial kini tak lagi heboh berbelanja barang (goods), mereka mulai banyak mengonsumsi pengalaman (experience/leisure). Mereka ke mal bukan untuk berbelanja barang, tapi cuci mata, nongkrong dan dine-out mencari pengalaman penghilang stress.

Pasar properti beberapa tahun terakhir seperti diam di tempat. Alih-alih semua pelaku berharap ini hanya siklus “bullish-bearish” biasa yang nanti akan naik dengan sendirinya, saya curiga ini adalah kondisi “bearish berkelanjutan” sebagai dampak terbentuknya “new normal” perekonomian kita yang melesu dalam jangka panjang.

Mungkin biangnya bisa berasal dari pergeseran perilaku dan preferensi milenial. Beberapa kemungkinannya: Milenial mulai menunda nikah, menunda punya rumah, dan menunda punya anak. Belum lagi minimalist lifestyle yang kini banyak diadopsi milenial mendorong mereka memilih rumah ukuran mini.

Program KB yang sukses membuat late Baby Boomers dan Gen-X membentuk keluarga kecil dengan dua anak. Dengan jumlah anggota keluarga yang kecil, maka anak-anak mereka (milenial) cenderung menempati rumah orang tua dan sharing dengan sesama saudara. So, tak perlu beli rumah baru lagi. Ini yang menjadi biang kenapa market size properti cenderung mandek.

Tak hanya itu, tempat kerja pun nantinya pelan tapi pasti bisa “dibunuh” oleh milenial. Bagi Baby Boomers dan Gen-X bekerja rutin tiap hari masuk kantor dari jam 8 pagi sampai 5 sore (“8-to-5”) adalah sesuatu yang lumrah. Namun tak demikian halnya dengan milenial.

Milenial mulai menuntut fleksibilitas dalam bekerja. Bekerja di manapun dan kapanpun bisa asal kinerja yang dikehendaki tetap tercapai. Kini mereka mulai menuntut pola kerja: “remote working”, “flexible working schedule”, atau “flexi job”. Survei Deloitte menunjukkan, 92% milenial menempatkan fleksibilitas kerja sebagai prioritas utama.

Tren ke arah “freelancer”, “digital nomad” atau “gig economy” kini kian menguat. Kerja bisa berpindah-pindah: tiga bulan di Ubud, empat bulan di Raja Ampat, tiga bulan berikutnya lagi di Chiang May. Istilah kerennya: workcation (kerja sambil liburan).

Apa dampak dari millennial shifting tersebut terhadap kantor-kantor yang masih menerapkan working style ala Baby Boomers dan Gen-X? So pasti kantor-kantor jadul itu akan ditinggalkan angkatan kerja yang nantinya bakal didominasi milenial. Kantor itu akan punah dan melapuk.

Millennials will kill everything!!!
Have we change the way we do our business in order to face the millenials way of life?

“Bahan terpenting adalah dengan melakukan sesuatu. Banyak orang punya ide, tapi hanya sedikit orang yang memutuskan untu...
27/12/2018

“Bahan terpenting adalah dengan melakukan sesuatu. Banyak orang punya ide, tapi hanya sedikit orang yang memutuskan untuk melakukan sesuatu terhadap ide-ide tersebut. Bukan besok. Tidak minggu depan. Tapi hari ini. Pengusaha sejati adalah pelaku, bukan pemimpi.”

"Jujur dan kepercayaan adalah modal awal dan paling dasar dari pengusaha”
26/12/2018

"Jujur dan kepercayaan adalah modal awal dan paling dasar dari pengusaha”

Merry Christmas Teman2 CHE,semoga damai natal menaungi kita semua.
25/12/2018

Merry Christmas Teman2 CHE,semoga damai natal menaungi kita semua.

Banyak org merasa sukses itu adalah hasil jerih payah diri sendiri, tanpa campur tangan Tuhan. Mengingat Tuhan adalah se...
15/12/2018

Banyak org merasa sukses itu adalah hasil jerih payah diri sendiri, tanpa campur tangan Tuhan. Mengingat Tuhan adalah sebagai ibadah vertikal & menolong sesama sebagai ibadah horizontal.
Tuhan pakailah Hidupku selagi aku masih kuat.
Bila saatnya nanti kutak berdaya lagi,hidup ini sudah berkat.
Amin.

13/12/2018

Jika anda melakukan hal ini, anda tidak akan kaya

1. Terlalu lama menyimpan uang.
Orang kaya tidak menyimpan uangnya, namun mereka memutar uangnya hingga menghasilkan uang kembali.. Sebaliknya, orang miskin s**a menyimpan uangnya, dan jika uangnya terpakai selalu merasa kekurangan..

2. Perhitungan waktu kerja.
Orang kaya tidak s**a komplain atas waktu yang telah dipakainya, karena mereka mencintai apapun yang dikerjakannya. Orang miskin s**a komplain atas waktu yang telah dikorbankannya, karena mereka tidak mencintai apa yang dikerjakannya..

3. Tidak mau investasi
‌Orang kaya selalu menginvestasikan uangnya untuk tiga hal ini: investasi asset, investasi amal (sedekah), dan investasi leher keatas (belanja ilmu)

4. Membeli barang yang sebenarnya tidak mampu dibelinya.
Orang kaya akan membeli barang ketika mereka punya penghasilan yang jauh lebih besar dari harga barang apapun yang diinginkannya. Misal mereka ingin beli mobil seharga 1 M, sesungguhnya penghasilan mereka jauh lebih besar dari harga mobil tersebut. Ini terjadi sebaliknya pada orang miskin. Orang miskin membeli barang yang sesungguhnya secara finansial
tidak mampu untuk membayarnya. Contohnya, ketika mereka memutuskan membeli mobil seharga 200 juta, padahal tidak punya penghasilan sebesar itu. Dan pada akhirnya hutang adalah solusi yang mereka lakukan..

5. Berhenti belajar
Hampir semua orang kaya tidak pernah berhenti belajar, kapanpun, dan dimanapun. Mereka tak segan menginvestasikan waktu dan uangnya untuk belajar sesuatu yang baru. Ini terjadi sebaliknya pada orang miskin. Mereka akan merasa berat hati untuk menginvestasikan waktu dan uangnya untuk belajar sesuatu yang baru.. Mereka selalu beranggapan bahwa hal itu adalah pemborosan dan sia sia..

6. Berteman dengan siapa saja
Orang kaya akan berkumpul dengan orang kaya lainnya. Mereka cenderung memilih lingkungan pertemanan. Sebaliknya, orang miskin akan ketemu dan berkumpul dengan orang miskin lainnya. Mereka akan membicarakan hal2 yang tidak penting, seperti membicarakan keburukan orang lain, sinis terhadap pencapaian orang lain, s**a menyantap gosip dan berita bohong, dsb..

7. Kebanyakan mikirin masalahnya.
Orang kaya tidak terlalu banyak berpikir tentang masalahnya, justru mereka fokus pada solusi apa yang bisa dijalankan. Sebaliknya, orang miskin hobi mikirin masalahnya tanpa mau bertindak mencari solusinya.. Mereka cenderung pasif ketika terjadi permasalahan dalam hidupnya

Dari ketujuh hal diatas, anda yang mana??

(Dikutip dari buku MONEY LINGUISTIC PROGRAMMING)

Rich Mindset :Sisihkan uang & waktu Anda utk Investasi Leher ke atas ,belajar dr Seminar ,Baca Buku & Minta diajarkan ol...
13/12/2018

Rich Mindset :Sisihkan uang & waktu Anda utk Investasi Leher ke atas ,belajar dr Seminar ,Baca Buku & Minta diajarkan oleh Mentor2 yg lebih Sukses.
Poor Mindset ;Dapat gaji langsung belanja ini itu lalu tengah bulan sdh bokek.
Denny Santoso.

Address

Jakarta
10340

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when CH Enterprise posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share