10/02/2018
Maranggi House di tahun yg ke-5nya memperkenalkan konsepnya ke publik yaitu "Maranggi Evollution". Evolusi dari Sate Maranggi yang dikenal hanya dari berbentuk sate sekarang berkembang menjadi sajian hidangan yang beragam dengan tetap memakai daging sapi dan bumbu maranggi sesuai dengan pakem sate maranggi yang sudah ada sejak abad 18.
Sate Maranggi berbahan dasar daging sapi ini selama 2 abad disajikan dengan tusuk sate dan dibakar secara tradisional. Hanya berbeda di penyajian sambal yang disediakan oleh para pejual sate maranggi. Penyajian ini dikelompokkan ke dalam generasi pertama atau 1st Generation.
Pada Agustus tahun 2015, Maranggi House menyajikan sate maranggi di atas cobek tanah liat. Nama menunya dikenal pelanggan sebagai "Maranggi Cobek". Cara masak tidak dibakar di atas arang tetapi langsung di atas cobek tanah liat tersebut memakai bumbu yang sama dengan sate maranggi. Ada lagi menu yang bernama Nasi Urat, cara masak sama walaupun tidak di atas cobek tapi masih memakai bumbu maranggi biasa. Kedua masakan tersebut termasuk ke dalam generasi ke dua (2G).
Memasuki tahun 2016, muncul tuntutan menu baru yang membutuhkan rasa yang lebih dari sekedar maranggi. Dibuatlah daging sapi yang dibumbui maranggi tapi diaplikasikan menjadi pelengkap menu utama seperti Nasi Goreng Maranggi.
Ada juga Mie Udon siram dengan daging Maranggi. Kedua contoh menu ini masuk ke dalam Generasi ke-3.
Semakin berkembangnya cara penyajian masakan, berpengaruh p**a ke sate maranggi. Dengan tetap mempertahankan rasa sate maranggi dibuatlah sajian baru seperti Donburri atau Rice Bowl. Ditambahkan p**a beberapa topping seperti Scramble Egg, salted egg bahkan Mozarella. Ada juga menu Maranggi Teriyaki merupakan perpaduan Maranggi dan penyajian seperti bento. Sajian ini termasuk ke dalam evolusi generasi ke-4.
Penjelasan mengenai konsep Maranggi Evolusi ini bertujuan agar pelanggan mengerti dan memahami ragam cara penyajian sate maranggi oleh outlet-outlet Maranggi House. Sehingga sesuai dengan selera dan hati para pelanggan.
Kukuh Kurniadi
The owner of Maranggi House