19/08/2026
JIKA JIWA BER-TASLIM, MAKA KARUNIA MENYAPA (Tadabbur Surah Ash-Shaffat Ayat 112: Renungan Sangka Baik kepada Allah Ta'ala)
_______
Awan kelabu yang menggantung di langit takdir bukanlah tanda padamnya matahari. Ia hanyalah selubung lembut, tempat Allah Ta'ala menyembunyikan rahasia kasih-Nya.
* Jika, seorang hamba berhenti mendikte keinginan dan bulat berserah,
Maka, pada detik itulah, jemari Takdir-Nya mulai menenun rahasia yang keindahannya melintasi batas prasangka manusia.
Sebagaimana Ayahanda Ibrahim alaihissalam yang tunduk dan patuh hingga Allah mengabadikan karunia-Nya dalam ayat yang agung ini:
"Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh."
_______
Bukankah Negeri ini pun merdeka dari rahim kepasrahan pada Allah Azza Wa Jalla...?
Dihadapan peluru dan penindasan, para pejuang kita tak hanya mengandalkan bambu runcing, tetapi juga melangitkan doa dalam pasrah yang kokoh.
Kemerdekaan bukan sekadar kemenangan fisik, melainkan karunia yang menyapa jiwa-jiwa yang bersujud.
*Jika, engkau merindukan pekik "Merdeka!" bernyaring tanpa jiwa terjajah ketakutan,
Maka, bebaskan hatimu dari prasangka buruk, berserahlah secara total, dan saksikan bagaimana karunia-Nya memerdekakan hidupmu.
_______
Sungguh, Allah Ta'ala tidak pernah membiarkan cawan harapan yang menadah dalam kepasrahan pulang dengan kekosongan.
Dialah Pemilik Sejati Takdir, yang senantiasa bertindak selaras dengan sangka baik hamba yang dicintai-Nya.