Kami adalah pemuda Nogolimo, yang sama seperti pemuda-pemuda lain di muka bumi: punya banyak mimpi, s**a nonton & main bola, sering piknik bareng, dan beberapa masih memendam rasa pada sesosok lawan jenis.[1]
Dulu kami sering nongkrong di cakruk, main kartu truf (tapi saya tidak pernah main, tidak bisa dan tidak mau, cukup ngobrol-ngobrol). Tapi Ithenk alias Nawan akhirnya menginisiasi untuk memb
uka angkringan di balai RW. Langkah pertama: menyewa gerobak angkringan dari Kotagede sekitar 75.000/bulan. Izin kepada Pak RW dilakukan belakangan ─yakin deh diizinkan, daripada pemuda bikin ribut lho ini, Pak! Kencot Mulyo
Maka dari itu, tidak bisa lain, serial ini adalah catatan pendek tentang angkringan yang sejak lahir diberi nama Kencot Mulyo.[2]
Sama seperti saat saya bercerita mengenai KKN-PPM saya, serial ini tanpa target, tanpa batas waktu. Mungkin saja nanti serial ini akan menceritakan sampai Kencot Moelyo benar-benar bangkrut, disebabkan kami benar-benar bosan berbisnis, atau malah sampai bermetamorfosis menjadi sekondang angkringan Kopi Joss atau angkringan depan KR (dengan harga jajanan yang saat ini pun masih lebih murah di Kencot Moelyo). Dengan kata lain, kalau Amos Lee boleh punya diari, mirip-mirip lah dengan kami.[3] Masak, sih, mau-maunya kalah dari Amos Lee. Apalagi, siapa tahu dari serial-serial ini ke depan kita bisa berbagi pengalaman, saling berkomentar, dalam membuka kuliner kecil-kecilan seperti ini. Para pemuda memang sudah seharusnya mengambil peluang, sekali lagi, meskipun dimulai dari yang kecil-kecilan. Sahabat Kencot A pernah menceritakan pada saya, kalau pada tahun 2020, Indonesia akan mengalami “bonus demografi”, di mana usia produktif kerja merupakan mayoritas rakyat Indonesia.[4] Peluang inilah yang dari sekarang perlu dimanfaatkan. Prijcourant (Katalog)
Katalog ini memang cuma ringkas: apa bae lah di dol, anggep bae angkringane dewex. Tanpa penulisan EYD yang baik dan benar. Tapi tentu itu cuma buat humor saja ─strategi promosi yang wah biasanya agak ngelantur. Angkringan Kencot Mulyo sama seperti angkringan pada umumnya, di sini dijual nasi kucing, gorengan, minuman kopi dan teh. Yang unik, nasi kucingnya bukan nasi sambel teri dan oseng tempe, yaitu nasi sambel bandeng dan nasi tempe telor. Namun, awal berdiri, dua hal yang belum lengkap: sate dan jahe. Kami yakin dalam perkembangannya akan ada perbaikan. Hal pertama yang penting, dan dalam beberapa hal paling sulit, ya memulai. Oleh karena itu, permintaan pertama saya sederhana. Diminta dengan hormat, soepaja ini Prijcourant dikasih toendjoek pada Familie-familie dan sobat-sobat![5]
Follow twitter: