Pelita DESA

Pelita DESA Pemberitaan

Kayu Tumbang di Hutan Lindung Egon Gahar Dijual untuk Operasional, Dosen Hukum Unipa Maumere: Itu Milik Negara, Berisiko...
18/09/2026

Kayu Tumbang di Hutan Lindung Egon Gahar Dijual untuk Operasional, Dosen Hukum Unipa Maumere: Itu Milik Negara, Berisiko Pidana

SIKKA - Polemik penjualan kayu tumbang di kawasan Hutan Lindung Egon Gahar, Kabupaten Sikka, terus bergulir. Pernyataan Kepala UPT KPH Sikka, Benediktus Herry Siswadi, yang menyebut kayu tersebut dipotong dan dijual untuk membantu biaya operasional, mendapat kritik keras dari akademisi hukum.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Dicky Armando, menegaskan bahwa kayu yang berada di dalam kawasan hutan lindung, meskipun sudah tumbang, statusnya tetap sebagai Barang Milik Negara dan tidak bisa diperjualbelikan secara sepihak.

"Secara normatif jika melihat pada hukum kehutanan, kayu yang tumbang di dalam kawasan hutan lindung tidak boleh dijual atau dimanfaatkan untuk pembiayaan operasional KPH, meskipun alasan yang digunakan adalah keterbatasan anggaran," tegas Dicky yang akrab disapa Dicky, Jumat (18/9).

Darurat Boleh Potong, Bukan untuk Dijual

Menurut Dicky, tindakan memotong dan mengevakuasi kayu yang tumbang dan menghalangi badan jalan adalah tindakan darurat yang dibenarkan dan rasional demi keselamatan pengguna jalan.

Namun, ia menggarisbawahi, pembersihan jalan harus dipisahkan secara tegas dari komersialisasi hasilnya.

"Langkah pemotongan kayu untuk membuka akses jalan yang tertutup memang merupakan tindakan darurat yang rasional. Namun, tindakan memperjualbelikan hasil hutan berupa kayu tersebut tetap berpotensi melanggar hukum jika tidak sesuai dengan asas pertanggungjawaban keuangan negara dan norma pengelolaan hutan lindung," ujarnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan hutan lindung diatur ketat dalam UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan PP Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kehutanan. Pohon tumbang karena alam sekalipun tidak mengubah status kepemilikannya.

"Yang perlu diketahui bahwa kayu yang tumbang dan menghalangi fasilitas publik memang harus dievakuasi melalui tindakan tanggap darurat. Namun, status kayu tersebut tetap merupakan milik negara," katanya.

Prosedur yang Benar dan Risiko Hukum Mengintai

Dicky menegaskan, prosedur yang benar pasca-evakuasi adalah mengamankan kayu sebagai barang inventaris kawasan, bukan menjualnya langsung di lapangan.

"Prosedur yang benar adalah pemindahan atau pembersihan kayu dari badan jalan, lalu mengamankannya sebagai barang inventaris kawasan atau barang milik negara, bukan menjualnya secara sepihak," tegasnya.

Ia menilai, penjualan kayu untuk menutup biaya operasional tanpa kewenangan sah mengandung dua risiko hukum serius:

1. Dugaan Tindak Pidana Kehutanan
2. Dugaan Pelanggaran Hukum Keuangan Negara

Dicky pun membeberkan prosedur administrasi yang seharusnya ditempuh KPH Sikka:

Pertama, Membuat Berita Acara kejadian bersama Polisi Kehutanan dan Dinas Kehutanan Provinsi, mencatat penyebab tumbang, lokasi, jenis dan volume kayu, hingga lokasi penyimpanan akhir.

Kedua, Melakukan inventarisasi dan penatausahaan. Kayu harus dicatat dan ditempatkan di lokasi aman agar mudah diawasi.

Ketiga, Jika akan dimanfaatkan, harus melalui mekanisme resmi negara.

"Jika ingin diterimakan kepada negara atau dilepaskan sesuai ketentuan, harus melalui mekanisme resmi, termasuk penetapan status barang dan proses pelepasan atau lelang sesuai aturan yang berlaku. Hasilnya juga harus masuk melalui mekanisme penerimaan negara atau daerah yang sah," jelas Dicky.

Ia menambahkan, dalih keterbatasan anggaran tidak bisa menjadi pembenar untuk melanggar tata kelola.

"Keterbatasan anggaran operasional KPH tidak dapat dijadikan pembenar untuk melanggar tata kelola keuangan publik. Pembiayaan operasional harus tetap diajukan melalui mekanisme revisi anggaran APBD atau APBN maupun skema penanggulangan bencana," katanya.

"Diskresi dalam situasi darurat hanya terbatas pada pembersihan lokasi, bukan pada pemanfaatan atau komersialisasi hasil kayu tersebut," pungkasnya.

Pernyataan Dicky ini menjadi penyeimbang penting atas pernyataan KPH Sikka sebelumnya, agar penanganan pohon tumbang di hutan negara tidak hanya soal membuka akses, tetapi juga soal transparansi kewenangan, pencatatan volume, mekanisme penjualan, dan pertanggungjawaban hasil penjualan di mata hukum.

Sambut HUT Lantas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polres Ende Gelar Bakti Kesehatan dan Donor Darah di Terminal RewaranggaE...
18/09/2026

Sambut HUT Lantas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polres Ende Gelar Bakti Kesehatan dan Donor Darah di Terminal Rewarangga

Ende — Menyambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Ende Polda NTT menggelar aksi kemanusiaan Bakti Kesehatan dan Donor Darah di Terminal Rewarangga, Jalan Jurusan Ende-Maumere, Kelurahan Rewarangga, Kecamatan Ende Timur, Jumat (18/9/2026) pagi.

Mengusung tema “Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri”, kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA ini langsung diserbu para pengemudi angkutan umum, pengemudi ojek pangkalan dan online, serta masyarakat pengguna jasa transportasi.

Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla melalui Kasat Lantas Polres Ende Iptu I Gede Wisna, S.H., mengatakan aksi ini merupakan wujud kepedulian nyata Polri terhadap kesehatan masyarakat, khususnya para pejuang jalan raya.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan para pengemudi dan masyarakat pengguna jasa transportasi dalam kondisi prima. Selain pemeriksaan kesehatan gratis berkolaborasi dengan Jasa Raharja Kabupaten Ende, kami juga berkolaborasi dengan PMI Kabupaten Ende untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah," ujar Iptu I Gede Wisna.
Pemilihan Terminal Rewarangga bukan tanpa alasan. Lokasi tersebut bertepatan dengan hari pasar Wolowona, yang menjadi titik kumpul warga dari pedesaan.

"Kami berharap masyarakat terutama yang berasal dari kampung dan mungkin memiliki akses terbatas terhadap pelayanan kesehatan, dapat memanfaatkan kehadiran kami di sini. Kami menerjunkan tim medis yang terdiri dari dokter dan paramedis untuk memberikan layanan kesehatan gratis," tambahnya.

105 Warga Periksa Kesehatan, 31 Kantong Darah Terkumpul

Antusiasme warga terpantau sangat tinggi. Tercatat sebanyak 105 warga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar, konsultasi dokter, dan edukasi keselamatan berlalu lintas.

Sementara untuk aksi donor darah yang melibatkan personel Satlantas, TNI, POM TNI AD, Dishub, Jasa Raharja, Mitra Kerja Satlantas Polres Ende serta warga sekitar, berhasil terkumpul sebanyak 31 kantong darah untuk membantu stok darah di Kabupaten Ende.

Kegiatan ini mendapat apresiasi langsung dari warga. Salah satunya Ibu Menda Purba Sarae, warga Desa Nila, Kecamatan Ndona, yang saat itu tengah menunggu jemputan anaknya di terminal.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena pelayanannya sangat bagus. Penerimaannya luar biasa, bahkan saya diperiksa dengan baik hingga hasilnya keluar dengan bagus," ungkapnya.

Menurutnya, keramahan petugas dan pemeriksaan yang cermat membuat masyarakat merasa nyaman dan terlayani secara optimal.

Aksi Bakti Kesehatan dan Donor Darah ini menjadi bukti nyata kedekatan Polri dengan masyarakat, sekaligus komitmen Polres Ende dalam mewujudkan kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan harmonis.

Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri.

Kapolda NTT Terima Bintang Kehormatan LVRI, Tegaskan Komitmen Jaga Nasionalisme dan PersaudaraanKUPANG – Kepala Kepolisi...
18/09/2026

Kapolda NTT Terima Bintang Kehormatan LVRI, Tegaskan Komitmen Jaga Nasionalisme dan Persaudaraan

KUPANG – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., menerima penganugerahan dan penyematan Bintang Kehormatan dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Penganugerahan berlangsung khidmat dan megah di Kupang, Jumat, 18 September 2026.

Penghargaan bergengsi tersebut disematkan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LVRI, Jenderal TNI (Purn) H. B. L. Mantiri.

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran pengurus DPP LVRI, di antaranya Ketua Wantimpus LVRI Komjen Pol (Purn) Dr. H. Ito Sumardi D.S., S.H., MBA., M.M., M.H., Wakil Ketua Umum I DPP LVRI Letjen TNI (Purn) Muzani Syukur, serta Irjen Pol (Purn) Drs. Zainal Abidin Ishak, S.H. dan Marsma TNI (Purn) Drs. Moh. Frans Yusuf, M.M. beserta Ibu.

Hadir p**a Wakil Gubernur NTT Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum., Ketua DPRD Provinsi NTT, jajaran Forkopimda NTT atau yang mewakili, pengurus DPD LVRI Provinsi NTT, Irwasda Polda NTT, para Pejabat Utama Polda NTT, dan tamu undangan lainnya.

Acara yang kental dengan nuansa nasionalisme itu dibuka dengan pantun khas Flobamorata oleh Kapolda NTT:
Ke Pasar Oeba membeli melati,
Melati putih harum mewangi,
Selamat datang para veteran sejati,
Di bumi Flobamorata yang kami sayangi.
Dalam sambutannya, Irjen Pol Rudi Darmoko menyampaikan rasa hormat dan kebanggaan dapat berdiri di tengah para veteran, para pejuang bangsa yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kejayaan Indonesia.

"Hari ini merupakan sebuah kehormatan yang sangat besar bagi saya selaku Kapolda NTT, dapat berdiri di tengah para senior veteran, para pejuang yang telah memberikan bagian terbaik dari seluruh hidupnya untuk bangsa dan negara," ujar Kapolda.

Kapolda mengingatkan, kemerdekaan Indonesia tidak datang dengan sendirinya, melainkan lahir dari keberanian dan pengorbanan para pejuang. Ia pun mengutip pesan Jenderal Douglas MacArthur, Old soldiers never die; they just fade away.

"Namun bagi kami, semangat seorang pejuang tidak akan pernah hilang. Penghormatan terbaik adalah melanjutkan nilai-nilai perjuangan tersebut melalui karya nyata dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara," tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar LVRI yang terus mengajarkan arti cinta tanah air, kesetiaan, dan kehormatan kepada generasi penerus.

Terkait Bintang Kehormatan yang diterimanya, Kapolda menegaskan penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi.

"Bintang veteran yang disematkan kepada saya hari ini akan saya terima dengan penuh rasa hormat dan kebanggaan. Saya memaknainya bukan hanya sebagai penghargaan pribadi, tetapi sebagai amanah untuk terus berjuang dan menjaga serta menumbuhkan semangat untuk meneruskan perjuangan para veteran dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme kepada tanah air tercinta, serta mempererat persaudaraan antara Polri dengan keluarga besar veteran, khususnya di Polda NTT," pungkasnya.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk kesehatan dan kebahagiaan seluruh veteran dan keluarga besar LVRI. Di akhir acara, Kapolda kembali berpantun:
Burung Nuri terbang ke Tablolong,
Singgah sejenak ke pohon nira,
Dulu NTT 'Nanti Tuhan Tolong'
Kini NTT 'Nikmat Tiada Tara'.

18/09/2026
18/09/2026

Siapa Saja Bisa Jadi Pahlawan Tetangga: Kemensos Buka Pendaftaran Agen Perlinsos Secara Digital

Jakarta - Punya orang tua yang kesulitan mengakses layanan? Tetangga yang bingung cara mengajukan bantuan sosial? Atau warga sekitar yang membutuhkan pendampingan? Kini kamu bisa menjadi solusinya.

Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk bergabung menjadi Agen Perlindungan Sosial (Agen Perlinsos) melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga.

Gerakan ini mengajak kita untuk mulai dari yang paling dekat: sebelah rumah. Sapa tetangga, dengarkan kesulitannya, dan bantu mereka yang membutuhkan pendampingan untuk mengakses layanan pengajuan bantuan sosial. Tujuannya satu: agar tidak ada warga yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses dan pendampingan.

Menjadi Agen Perlinsos kini sangat mudah dan 100% digital. Cukup melalui HP!

Cara Daftar Jadi Agen Perlinsos:
1. Buka portal resmi di agen-perlinsos.kemensos.go.id
2. Klik "Daftar Menjadi Agen"
3. Masukkan NIK 16 digit dan lakukan verifikasi wajah untuk memastikan identitas.
4. Setelah terverifikasi, isi formulir data diri, pilih tipe agen, dan masukkan nomor HP.
5. Setujui pernyataan komitmen agen. Selesai! Kamu sudah resmi menjadi Agen Perlinsos.
Selanjutnya, kamu bisa login ke portal agen menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Belum Punya IKD? Jangan Khawatir!

Bagi kamu yang belum memiliki IKD atau IKD-nya belum aktif, tidak perlu cemas. Kini pendaftaran Agen Perlinsos dan registrasi/aktivasi IKD bisa dilakukan secara paralel. Kamu bisa mendaftar sebagai agen terlebih dahulu.

Hanya saja, pastikan IKD kamu sudah aktif saat mulai membantu mendaftarkan teman, keluarga, atau warga lain.
Kita semua mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan. Orang itu bisa siapa saja. Termasuk kamu.
Mari bersama wujudkan semangat . Jadilah Agen Perlinsos, jaga warga di sekitarmu. Jangan sampai ada yang terlewat.

Segera daftarkan dirimu di agen-perlinsos.kemensos.go.id

Tag:

18/09/2026

Pernyataan Dirjen Komunikasi Publik dan Media Terkait Pencarian Lima Jurnalis di Kawasan Krakatau

Siaran Pers Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi)

Jakarta - Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fifi Aleyda Yahya, menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas insiden yang menimpa lima jurnalis yang tengah menjalankan tugas jurnalistik di Kawasan Krakatau.

Dalam pernyataannya, Fifi menyampaikan bahwa hari ini menjadi hari terakhir operasi pencarian sesuai prosedur Search and Rescue (SAR) yang berlaku.

"Hari ini menjadi hari terakhir pencarian lima jurnalis yang tengah menjalankan tugas di Kawasan Krakatau. Kami tentu sangat prihatin dan berduka atas kejadian ini," ujar Fifi.

Fifi menegaskan, pihaknya sangat memahami bahwa bagi keluarga korban, proses pencarian ini memiliki makna yang jauh lebih dalam.

"Tetapi kami juga memahami bagi keluarga, pencarian bukan sekadar operasi search and rescue. Tetapi ini adalah penantian. Karena itu meski sesuai prosedur pencarian dihentikan, kami tetap menghormati harapan keluarga dan mendoakan yang terbaik," lanjutnya.

Momentum ini, menurut Fifi, menjadi pengingat bagi seluruh ekosistem pers akan pentingnya keseimbangan antara idealisme jurnalistik dan aspek keselamatan.

"Dari ini ada satu hal yang kembali mengingatkan kita semua. Mencari dan menyajikan informasi terbaik adalah pekerjaan jurnalisme yang penting, tetapi keselamatan jurnalis jauh lebih penting. Banyak yang bilang tidak ada berita yang seharga dengan nyawa," tegasnya.

Fifi menekankan, pernyataan ini bukan untuk menyalahkan pihak manapun. Melainkan menjadi tanggung jawab bersama untuk membangun sistem kerja yang lebih aman bagi jurnalis.

"Ini bukan untuk menyalahkan siapa pun. Justru menjadi tanggung jawab kita bersama, pihak media, pemerintah, dan seluruh ekosistem pers agar keberanian jurnalis dalam mencari informasi selalu diiringi perlindungan dan standar keselamatan yang memadai," ujarnya.

Di akhir pernyataan, Fifi menyampaikan doa dan harapan agar keajaiban masih berpihak kepada lima jurnalis tersebut.

"Dan untuk lima jurnalis yang masih kita tunggu, doa kami tetap sama: p**anglah. Semoga ada keajaiban dan mereka bisa kembali kepada keluarga, kembali kepada orang-orang terkasih."

17/09/2026

Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, nasional, lintas ntt, kota kupang, ekonomi bisnis, pendidikan, sport, kecelakaan, hukum & kriminal, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional

Sambut Hari Lalu Lintas ke-71, Satlantas Polres Ende Manjakan Sopir Ojek dan Warga Lewat Aksi Bagi SembakoENDE – Menyamb...
17/09/2026

Sambut Hari Lalu Lintas ke-71, Satlantas Polres Ende Manjakan Sopir Ojek dan Warga Lewat Aksi Bagi Sembako

ENDE – Menyambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ende Polda NTT menggelar aksi bakti sosial humanis. Korps sabuk putih ini turun langsung membagikan bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu, pengemudi ojek online (ojol), serta ojek pangkalan di Kota Ende, Kamis (17/9/2026) sore.

Mengusung tema nasional “Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri”, aksi kepedulian yang dimulai pukul 15.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Ende, Iptu I Gede Wisna, S.H., dengan didampingi oleh 10 personel Satlantas lainnya.

Iptu I Gede Wisna menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat. Khususnya bagi para pengemudi ojek yang merupakan pekerja sektor informal yang sehari-hari menjadi garda terdepan dalam membantu mobilitas warga di Kota Ende.

“Kami menyasar saudara-saudara kita para pengemudi ojek online, ojek pangkalan, serta masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kehadiran kami di sini tidak hanya untuk membagikan bantuan fisik, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun kemitraan yang harmonis antara Polantas dan masyarakat,” ujar Iptu I Gede Wisna, S.H.

Gandeng Komunitas Ojek Jadi Pelopor Keselamatan Jalan Raya

Di sela-sela penyerahan sembako yang berlangsung hangat, personel Satlantas Polres Ende tidak lupa menyisipkan edukasi dan imbauan tertib berlalu lintas. Para pengemudi diajak berdialog untuk terus mengutamakan keselamatan saat berkendara dan menjadi contoh yang baik di aspal jalan raya.

“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan komunitas pengemudi untuk senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, dan selalu menggunakan helm. Mari kita bersama-sama menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman dan nyaman di wilayah hukum Polres Ende,” tambah Kasat Lantas.

Aksi simpatik ini mendapat sambutan dan apresiasi tinggi dari para pelaku transportasi lokal. Selain efektif meringankan beban ekonomi dapur warga, momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat demi menekan angka kecelakaan di Kabupaten Ende.

Laporan Humas Satuan Lalu Lintas Polres Ende Polda NTT


Address

Ende
86351

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pelita DESA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Pelita DESA:

Shortcuts

Share

Category