Rendang atau randang adalah masakan daging bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah. Masakan ini dihasilkan dari proses memasak yang dipanaskan berulang-ulang dengan santan kelapa. Proses memasaknya memakan waktu 4-8 jam hingga kering dan berwarna hitam berkilat. Rendang dapat bertahan hingga berminggu-minggu dalam suhu ruangan. Rendang yang dimasak dalam
waktu yang lebih singkat dan santannya belum mengering disebut kalio, berwarna coklat terang keemasan. Rendang dapat ditemukan di Rumah Makan Padang di seluruh dunia. Masakan ini populer di kalangan masyarakat Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, dan Thailand. Di daerah asalnya, Minangkabau, rendang disajikan dalam berbagai upacara adat dan perhelatan istimewa. Meskipun rendang merupakan masakan tradisional Minangkabau secara umum, masing-masing daerah di Minangkabau memiliki teknik memasak dan penggunaan bumbu yang berbeda. Pada tahun 2011, rendang dinobatkan sebagai hidangan peringkat pertama dalam daftar World's 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) yang digelar oleh CNN International.[1]
Rendang is a spicy meat dish which originated from the Minangkabau ethnic group of Indonesia,[1] and is now commonly served across the country.[2] One of the characteristic foods of Minangkabau culture, it is served at ceremonial occasions and to honour guests.[3] Rendang is also served among the Malay community in Malaysia, Singapore, Brunei and Southern Philippines. Rendang is traditionally prepared by the Minangkabau community during festive occasions such as traditional ceremonies, wedding feasts and Hari Raya (Eid al-Fitr). Culinary experts often describe rendang as: ‘West Sumatran caramelised beef curry’.[1][4] In 2011 an online poll by 35,000 people held by CNN International chose rendang as the number one dish of their ‘World's 50 Most Delicious Foods (Readers' Pick)’ list.[5]https://en.wikipedia.org/wiki/Rendang