25/01/2026
Pecinta Kopi Wajib Tau
Membicarakan sejarah cappuccino itu seperti menyesap minumannya: ada lapisan sejarah yang kental, sedikit pahitnya perjuangan, dan sentuhan manis dari inovasi modern.
Berikut adalah perjalanan singkat bagaimana kopi susu berbusa ini menjadi ikon global:
1. Asal-usul Nama: Dari Biarawan ke Cangkir
Nama "Cappuccino" sama sekali tidak berasal dari bahan kopinya, melainkan dari Ordo Biarawan Kapusin (Capuchin friars) di Italia pada abad ke-16.
• Jubah Ikonik: Para biarawan ini mengenakan jubah berwarna cokelat kemerahan dengan tudung kepala yang panjang dan lancip bernama cappuccio.
• Kemiripan Warna: Ketika kopi dicampur dengan susu kocok, warnanya berubah menjadi cokelat khas yang sangat mirip dengan jubah para biarawan tersebut. Dari sinilah istilah "cappuccino" lahir.
2. Versi Awal: Kapuziner di Wina
Sebelum populer di Italia, tren ini sebenarnya muncul di kedai kopi Wina, Austria, pada tahun 1700-an dengan nama "Kapuziner".
Namun, resepnya agak berbeda dengan yang kita kenal sekarang:
• Kopi diseduh secara tradisional (bukan espresso).
• Dicampur dengan gula, krim, dan terkadang rempah-rempah.
• Warna cokelatnya tetap menjadi alasan utama penamaan tersebut.
3. Revolusi Mesin Espresso (Abad ke-20)
Cappuccino yang kita minum hari ini baru benar-benar tercipta setelah penemuan mesin espresso di awal 1900-an.
• Pasca Perang Dunia II: Teknologi mesin espresso berkembang pesat, memungkinkan terciptanya tekanan tinggi untuk menghasilkan microfoam (busa susu) yang halus dan creamy.
• Standarisasi Italia: Di sinilah pakem "sepertiga" muncul: sepertiga espresso, sepertiga susu panas, dan sepertiga busa susu.
Perbedaan Dulu vs. Sekarang
Aspek
Kapuziner (Lama)
Dasar Kopi
Kopi seduh biasa
Campuran
Krim cair & Gula
Tekstur
Cair
Sajian
Gelas Besar
Cappuccino (Modern)
Dasar Kopi
Espresso yang pekat
Campuran
Susu uap (steamed milk)
Tekstur
Berbusa kental & creamy
Sajian
Cangkir keramik (sekitar 150-180ml)