12/11/2017
NIKMAT RASA AMAN
Rasa aman adalah suatu nikmat. Coba kita perhatikan bagaimana jika kita hidup di lingkungan yang tidak aman. Misal, di sekitar kita banyak pemabuk. Malam hari penuh keributan dan keonaran.
Atau mungkin yang lebih parah di sekitarnya terjadi peperangan, tentu hidup jadi tidak tenang. Maka syukurilah jika kita mendapat lingkungan yang penuh ketenangan dan masyarakatnya beradab.
Allah memerintahkan kepada kita beribadah kepada-Nya sebagai wujud nikmat aman yang dianugerahkan pada kita.
Allah taâala berfirman (yang artinya),
âKarena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Kaâbah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutanâ.
(QS. al-Quraisy [106]: 1-4)
Nabi -shallallahu âalaihi wa sallam- juga menyatakan bahwa rasa aman adalah suatu nikmat yang besar. Coba perhatikan hadits berikut.
Dari âUbaidillah bin Mihshan al-Anshari, dari Nabi -shallallahu âalaihi wa sallam-, beliau bersabda,
âBarang siapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinyaâ.
(HR. Tirmidzi No. 2346, Ibnu Majah No. 4141. Abu âIsa mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib)
Oleh karenanya, nikmat ini jangan sampai diingkari.
Allah taâala berfirman (yang artinya),
âDan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuatâ.
(QS. an-Nahl [16]: 112)
Gara-gara mengingkari nikmat, akhirnya datanglah musibah. Bentuk dari mengingkari nikmat adalah dengan mendustakan ajaran Rasul.
Allah taâala berfirman (yang artinya),
âDan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalimâ.
(QS. an-Nahl [16]: 113)
Semoga kita menjadi hamba Allah yang senantiasa bersyukur terutama saat kita mendapatkan rasa aman dan tenteram dalam kehidupan kita, Aamiin.
__________________
đ Kita sama-sama peduli dengan dakwah utama dan prioritas, yaitu tauhid dan aqidah. Anda bisa ikut aktif, caranya ketika mendapatkan tulisan ini, bagikan kembali di sosial media yang Anda punya dan seterusnya sehingga dakwah tauhid tersebar.
__________________
â» Silakan disebarluaskan