11/05/2026
Malaikat cantikku.
Kadang kita memproduksi sampah.
Kadang kita memproduksi kehidupan.
Kadang kita mendapat berkah.
Kadang kita mendapat cobaan.
Semua hal itu membuat sebuah pertempuran iman.
Dan kita tahu semua itu berakhir pada kenyataan.
Kadang kita memilih jalan tanpa perdamaian.
Jalan yang penuh tipuan.
Padahal di lubuk hati kita yang terdalam, sudah tersimpan semua jawaban jujur tentang kebenaran.
Tapi kita masih tidak percaya.
Kadang kita membuat permainan tentang kepercayaan.
Kita perlu menguji indahnya ketulusan hati.
Kita lupa jika dalam ujian itu hanya ada dua kemungkinan.
Dia lulus atau dia tidak lulus.
Saat hasilnya tidak lulus.
Kepercayaan itu mulai dipertanyakan.
Padahal persetan dengan kebohongan.
Semua orang berbohong.
Semua orang tertipu.
Dan hidup ini terus melaju.
Hidup ini tidak mau menunggu.
Hidup ini memerlukan keteguhan yang kuat.
Rajapun memiliki orang yang harus dia layani.
Disaat semua mimpi terbang tinggi, tentang gemerlap hidup tanpa kekurangan.
Tidakkah kita ingat bahwa dulu leluhur kita adalah seorang budak.
Mereka tak memiliki apa-apa.
Mereka hanya memiliki tenaga untuk bekerja.
Dan di masa sekarang, tidakkah kita bisa sedikit percaya?.
Bahwa apapun yang diberikan tuhan kepada kita.
Tak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya.
Kita semua mengharapkan kebaikan.
Tetapi dari kecil yang diajarkan adalah tipuan.
Sejak sejarah ditulis oleh pemenang.
Manipulasi dimana-mana.
Kita kembali tersesat dalam labirin waktu.
Masa lalu sudah terjadi.
Detik ini adalah apa yang terjadi.
Masa depan adalah misteri.
Dan akhirnya di jalananlah kita menemukan kebijaksanaan.
Jalanan memperlihatkan kenyataan.
Jalanan membentuk mata kita untuk melihat kehidupan.
Jalanan memberikan pelajaran.
Dan kau malaikat cantikku.
Bagaimana caranya aku bisa tahu bahwa selama ini kau menyinariku dengan kebenaran?.
Bagaimana caranya aku bisa tahu bahwa selama ini aku hilang arah?.
Bagaimana caranya aku bisa tahu bahwa selama ini akar imanku sangatlah lemah?.