16/11/2017
Sebelum lebih jauh menelusuri sejarah kopi ada baiknya kita mulai dengan asal-usul kata βkopiβ itu sendiri. Menurut Wiliam H. Ukers dalam bukunya All About Coffe (1922) kata βkopiβ mulai masuk ke dalam bahasa-bahasa Eropa sekitar tahun 1600-an. Kata tersebut diadaptasi dari bahasa Arab βqahwaβ. Atau, mungkin tidak langsung dari istilah Arab tetapi melalui istilah Turki βkahvehβ.
Di Arab istilah βqahwaβ tidak ditujukan untuk nama tanaman tetapi merujuk pada nama minuman. Malahan ada beberapa catatan yang menyebutkan istilah tersebut awalnya merujuk pada salah satu jenis minuman dari anggur (wine). Namun para ahli meyakini kata βqahwaβ digunakan untuk menyebut minuman yang terbuat dari biji yang diseduh dengan air panas. Biji tersebut diketahui berasal dari buah yang dihasilkan tanaman kopi.
Masih menurut Ukers, asal-usul kata βkopiβ secara ilmiah mulai dibicarakan dalam Symposium on The Etymology of The Word Coffee pada tahun 1909. Dalam simposium ini secara umum kata βkopiβ diyakini merujuk pada istilah dalam bahasa arab βqahwaβ, yang mengandung arti βkuatβ.
Ada juga pihak yang menyangkal istilah kopi diambil dari bahasa Arab. Menurut mereka istilah kopi berasal dari bahasa tempat tanaman kopi berasal yakni Abyssinia. Diadaptasi dari kata βkaffaβ nama sebuah kota di daerah Shoa, di Selatan Barat Daya Abissynia. Namun anggapan ini terbantahkan karena tidak didukung bukti kuat. Bukti lain menunjukkan di kota tersebut buah kopi disebut dengan nama lain yakni βbunβ. Dalam catatan-catatan Arab βbunβ atau βbunnβdigunakan untuk menyebut biji kopi bukan minuman.
Dari bahasa Arab istilah βqahwaβ diadaptasi ke dalam bahasa lainnya seperti seperti bahasa Turki βkahveβ, bahasa Belanda βkoffieβ, bahasa Perancis βcafΓ©β, bahasa Italia βcaffΓ¨β, bahasa Inggris βcoffeeβ, bahasa Cina βkia-feyβ, bahasa Jepang βkehiβ, dan bahasa melayu βkawaβ. Pada faktanya hampir semua istilah untuk kopi di berbagai bahasa memiliki kesamaan bunyi dengan istilah Arab.
Khusus untuk kasus Indonesia, besar kemungkinan kata βkopiβ diadaptasi dari istilah Arab melalui bahasa Belanda βkoffieβ. Dugaan yang logis karena Belanda yang pertama kali membuka perkebunan kopi di Indonesia. Tapi tidak menutup kemungkinan kata tersebut diadaptasi langsung dari bahasa Arab atau Turki. Mengingat banyak pihak di Indonesia yang memiliki hubungan dengan bangsa Arab sebelum orang-orang Eropa datang.