22/12/2015
Sebarkan jika anda peduli terhadap generasi muda Cirebon dan anak anda agar terbebas dari narkoba.
-----------------------------
CIREBON - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon menyatakan Kota Cirebon menjadi darurat narkoba. Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Cirebon, Sidik Lingga Kusuma mengatakan, Kota Cirebon masuk ke salah satu titik kerawanan.
“Berawal dari banyaknya keluhan dan kami tindaklanjuti ternyata sudah marak narkoba di Kota Cirebon,” katanya usai Sosialisasi Bahaya Narkoba di aula kantor Satpol PP Kota Cirebon, dikutip kabar-cirebon, Rabu (16/12/2015).
Pihaknya mengaku belum merekap ulang data peredaran narkoba di Kota Cirebon. Namun menurutnya, dari berbagai jenis narkotika yang ada di Kota Cirebon, ada jenis narkoba yang menjadi trend, yakni sabu-sabu, g***a dan ekstasi.
Peredaran narkoba jenis sabu tengah marak beredar di Kota Cirebon. Hal itu dibuktikan dengan jumlah penangkapan orang membawa narkoba jenis sabu. “Sabu-sabu mendominasi. Beberapa kali nangkap dan kami dapat barang bukti sabu. Artinya, jenis barang yang paling banyak di Cirebon,” ujarnya.
Selain itu menurutnya, peredaran narkoba diduga marak di tingkat pelajar Kota Cirebon. Pihaknya belum melakukan survei langsung di lapangan, namun dari data jumlah penduduk Indonesia, 25 persen pengguna narkotika adalah pelajar.
“Kami masih kekurangan tenaga untuk melakukan survei. Jadi kami belum maksimal melakukan survei pengguna narkotika di Kota Cirebon,” katanya.
Pengawasan
Diduga, penyalahguna narkoba saat ini sudah sampai di kalangan pelajar dari tingkat sekolah menengah pertama hingga kalangan mahasiswa.
Senada, Kasi PPNS Satpol PP Kota Cirebon, Ahmad Nadirin mengakui Kota Cirebon merupakan daerah yang rawan dengan peredaran narkoba, baik jenis g***a, sabu dan ekstasi bahkan telah masuk di kalangan pelajar.
Menurutntya, salah satu cara pencegahannya dengan memberikan informasi bahaya narkoba pada para pelajar tersebut. “Selain itu pengawasan orang tua terhadap pergaulan anaknya harus terus di kontrol,” pungkasnya. (amr)
cnnnews.com