Koffielly - Sebelumnya E-Neng Mode

Koffielly - Sebelumnya E-Neng Mode Saat ini melayani warga Cimahi yang lagi pengen ngopi

Nikmati kesegaran rasa strawberry tea dari koffielly! Dibuat dari buah asli tanpa pewarna dan pengawet. Aman dan menyega...
16/02/2022

Nikmati kesegaran rasa strawberry tea dari koffielly! Dibuat dari buah asli tanpa pewarna dan pengawet. Aman dan menyegarkan❤

Bismillahirrahmanirrahim,Mulai hari ini E-neng Mode beralih usaha menjadi Koffielly. Kami melayani masyarakat di area ko...
15/02/2022

Bismillahirrahmanirrahim,

Mulai hari ini E-neng Mode beralih usaha menjadi Koffielly. Kami melayani masyarakat di area konveksi rumahan kami, yaitu Cimahi, Jawa Barat.

Untuk follower yang berlokasi di Cimahi, yuk, pesan di https://gofood.link/a/CqwP3a3

Untuk kamu yang tidak di area Cimahi, kami ucapkan terima kasih atas dukungan terhadap E-neng Mode. Serta, kami harapkan doanya untuk kesuksesan Koffielly.

12/02/2016

"One day, when I was a freshman in high school, I saw a kid from my class was walking home from school. His name was Kyle. It looked like he was carrying all of his books. I thought to myself, “Why would anyone bring home all his books on a Friday? He must really be a nerd.

I had quite a weekend planned (parties and a football game with my friends tomorrow afternoon), so I shrugged my shoulders and went on. As I was walking, I saw a bunch of kids running toward him. They ran at him, knocking all his books out of his arms and tripping him so he landed in the dirt. His glasses went flying, and I saw them land in the grass about ten feet from him.

He looked up and I saw this terrible sadness in his eyes. My heart went out to him. So, I jogged over to him and as he crawled around looking for his glasses, and I saw a tear in his eye. As I handed him his glasses, I said, 'Those guys are jerks. They really should get lives.'

He looked at me and said, 'Hey thanks!' There was a big smile on his face.

It was one of those smiles that showed real gratitude. I helped him pick up his books, and asked him where he lived. As it turned out, he lived near me, so I asked him why I had never seen him before. He said he had gone to private school before now. I would have never hung out with a private school kid before.

We talked all the way home, and I carried his books. He turned out to be a pretty cool kid. I asked him if he wanted to play football on Saturday with me and my friends. He said yes. We hung all weekend and the more I got to know Kyle, the more I liked him. And my friends thought the same of him.

Monday morning came, and there was Kyle with the huge stack of books again.

I stopped him and said, 'Damn boy, you are gonna really build some serious muscles with this pile of books everyday!' He just laughed and handed me half the books.

Over the next four years, Kyle and I became best friends. When we were seniors, began to think about college. Kyle decided on Georgetown, and I was going to Duke. I knew that we would always be friends, that the miles would never be a problem. He was going to be a doctor, and I was going for business on a football scholarship.

Kyle was valedictorian of our class. I teased him all the time about being a nerd. He had to prepare a speech for graduation. I was so glad it wasn’t me having to get up there and speak. Graduation day, I saw Kyle. He looked great. He was one of those guys that really found himself during high school. He filled out and actually looked good in glasses. He had more dates than me and all the girls loved him! Boy, sometimes I was jealous.

Today was one of those days. I could see that he was nervous about his speech. So, I smacked him on the back and said, 'Hey, big guy, you’ll be great!' He looked at me with one of those looks (the really grateful one) and smiled. 'Thanks,' he said. As he started his speech, he cleared his throat, and began.

'Graduation is a time to thank those who helped you make it through those tough years. Your parents, your teachers, your siblings, maybe a coach…but mostly your friends. I am here to tell all of you that being a friend to someone is the best gift you can give them.

I am going to tell you a story.' I just looked at my friend with disbelief as he told the story of the first day we met.

He had planned to kill himself over the weekend. He talked of how he had cleaned out his locker so his Mom wouldn’t have to do it later and was carrying his stuff home. He looked hard at me and gave me a little smile. 'Thankfully, I was saved. My friend saved me from doing the unspeakable.' I heard the gasp go through the crowd as this handsome, popular boy told us all about his weakest moment. I saw his mom and dad looking at me and smiling that same grateful smile. Not until that moment did I realize it’s depth.

Never underestimate the power of your actions. With one small gesture you can change a person’s life. For better or for worse. God puts us all in each other’s lives to impact one another in some way."



Photo courtesy of Eric Pearce
Eric Pearce Photography
www.ericpearcephotography.com.

Originally written by John W. Schlatter

06/01/2016

Dalam Pengurusan Alloh

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Mendengar setiap bisikan hati, menggolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang husnul khotimah. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Selain meningkatkan kualitas ibadah, kita juga perlu meningkatkan kualitas tafakur kita. Karena dengan mentafakuri berbagai benda dan makhluk, maka akan semakin yakin iman kita kepada Dzat Yang Maha Pencipta yang telah menciptakan semua itu.

Saat menperhatikan diri kita sendiri saja maka kita akan tempukan berbagai hal yang luar biasa menakjubkan dan mustahil bisa diciptakan oleh siapapun selain Alloh Swt. Kulit kita yang begitu lentur, berlapis-lapis, lengkap dengan kemampuan untuk merasa, kemudian jantung kita yang bekerja secara otomatis di luar kontrol kita namun dia bekerja sesuai dengan kebutuhan kita. Dan, tidak hanya diri kita yang diurus oleh Alloh, namun juga seluruh makhluk dari binatang-binatang kecil di dalam tanah, hingga bintang-bintang besar di ruang angkasa. Maa syaa Alloh, semua ini beres dalam pengurusan Alloh Swt.

Alloh Swt. berfirman, “(ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan Kami, berikanlah rohmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” (QS. Al Kahfi [18] : 10)

Dalam kisah pemuda kahfi ini, Alloh Swt. menidurkan mereka selama 309 tahun lamanya, tanpa makan dan minum. Namun, Alloh mencukupi rezeki mereka. Sehingga tatkala mereka bangun, mereka bangun seolah baru tidur beberapa jam saja. Demikianlah kekuasaan Alloh dan pengurusan-Nya.

Semoga kita semakin mengenal Alloh dan semakin yakin kepada-Nya. Dialah Yang Maha Menciptakan, Maha Menguasai dan Maha Memelihara. Wallohu a’lam bishowab.[]



Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

02/01/2016
29/12/2015
29/12/2015

BEGINI KIRANYA RUMAH ITU

'Umar menangis menyaksikan tubuh yang berbaring miring itu. Lelaki tinggi besar itu tertunduk miris menyaksikan punggung Sang Kekasih Allah tergurat bilur bekas tertekan pelepah kurma yang jadi alas peraduannya.

Sosok agung itu terjaga, tersenyum, dan berkata, "Mengapa engkau menangis ya Ukhayya?"

"Aku teringat Kisra Persia dan Kaisar Romawi", sahut 'Umar sambil menyeka airmatanya, "Mereka duduk bertelekan di atas bantal-bantal lembutnya pada singgasana bermahligai, sementara pelayan hilir bergilir tak henti melayani keperluannya."

"Sedang engkau Ya Rasulallah, sedang engkau..", 'Umar tercekat nyaris tak dapat melanjutkan ucapannya, "Engkau di sisi Allah jauh lebih mulia daripada mereka semua."

Sang Nabi tersenyum kemudian bersabda, "Tidakkah engkau rela wahai 'Umar, mereka mendapatkan dunia sedangkan akhirat menjadi bagian kita?"

Maka sekira 10 tahun kemudian, 'Umar murka ketika para sahabat dipelopori 'Abdurrahman ibn 'Auf berupaya untuk menambah fasilitas bagi Sang Amirul Mukminin. Ibunda kita Hafshah yang ditugasi untuk menyampaikan hal itu, kena semprot Sang Khalifah.

"Hai Hafshah", hardiknya, "Sungguh engkau lebih tahu seperti apa keadaan Rasulullah padahal dia lebih mulia daripada bapakmu. Dan Khalifahnya, Abu Bakr, hidup dalam keadaan yang serupa benar dengan teladannya. Adapun kalian, celaka kalian, kalian berusaha memisahkan aku dari dua orang sahabat yang amat kucinta.. Demi Allah, aku takkan mengubah cara hidupku sampai berjumpa Allah dan kedua kekasihku!"

Maafkan kami ummatmu Ya Rasulallah; yang selalu mengokohkan pondasi bagi dunia di dalam hati, dan membangunnya tinggi-tinggu dengan angan-angan tiada henti..
😢

From salim a fillah

07/12/2015

Menjadi Manusia Mulia

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt., Penguasa langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.
Siti Aisyah r.a pernah bertanya kepada Rosululloh Saw., “Wahai Rosululloh, pernahkah engkau mengalami hari yang lebih buruk dari perang Uhud?” Rosululloh Saw. menjawab, “Aku pernah menemui kaum yang sangat kejam yang belum pernah aku temui sebelumnya. Yaitu hari di mana aku menemui kaum di kampung Aqobah (Thoif), ketika aku bermaksud menemui Ibnu Abi Yalil bin Abdi Kulal (untuk meminta bantuan dan untuk menyebarkan Islam).
Akan tetapi, dia tidak memenuhi permintaanku. Akupun pulang dalam keadaan wajah yang berdarah (karena perbuatan warga Thoif yang melempari batu). Ketika aku berhenti di Qornul Tsa’alib, aku melihat awan menaungiku sehingga aku merasa teduh. Lalu, malaikat Jibril memanggilku dan bertanya, “Sesungguhnya Alloh telah mendengar hinaan kaummu dan penolakan mereka terhadapmu. Alloh telah mengutus malaikat penjaga gunung kepadamu.”
Kemudian, malaikat penjaga gunung itu menawarkan kepada Rosululloh Saw. apakah beliau mau jika dua gunung yang ada di kota Mekkah ditimpakan kepada mereka sebagai balasan. Namun, bagaimana jawaban Rosululloh Saw.?
Rosululloh Saw. yang mulia dengan rendah hati menolak tawaran itu. Tidak terbersit sedikitpun di dalam hati beliau niat untuk membalas sikap buruk mereka. Rosululloh Saw. justru mendoakan mereka, “Aku berharap mudah-mudahan Alloh mengeluarkan dari tulang rusuk mereka (keturunan) yang menyembah Alloh Yang Maha Esa dan tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Subhaanalloh. Saudaraku, sesungguhnya tidak ada yang lebih berbahaya daripada perbuatan kita sendiri. Jika kita membalas hinaan orang dengan cara menghinanya, maka apa bedanya kita dengan dia. Hinaan manusia itu tidaklah berbahaya. Yang berbahaya adalah jika kita melakukan atau mengatakan hal-hal yang hina.
Rosululloh Saw. adalah manusia mulia. Beliau telah mengajarkan akhlak mulia yang tiada tandingannya, untuk kita teladani. Semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh Swt. yang istiqomah mengikuti petunjuk Rosululloh Saw. dalam memelihara akhlak mulia di dalam diri kita. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

06/12/2015

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Menatap, menggolongkan diri...

Address

Jalan Tank C/1B Sangkuriang
Cimahi
40511

Opening Hours

Monday 09:00 - 21:00
Tuesday 09:00 - 21:00
Wednesday 09:00 - 21:00
Thursday 09:00 - 21:00
Friday 09:00 - 21:00
Saturday 09:00 - 21:00
Sunday 09:00 - 21:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Koffielly - Sebelumnya E-Neng Mode posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category