18/06/2023
| Selain film Detektif Conan yang terus bertambah, tiap tahunnya tentu usia para penggemar yang mengikutinya juga bertambah. Sebagian dari mereka yang dulu masih di bangku sekolah, kini telah tumbuh menjadi orang dewasa. Namun, antusias untuk menonton film dari 'serial masa kecil' tetap ada. Seorang filsuf asal Kyoto Yoshiro Tanikawa yang juga tumbuh membesar bersama Detektif Conan mengungkapkan pendapatnya akan hal itu.
Hal yang paling utama, serial ini telah menyatu dengan kehidupan sehari-hari, terutama di Jepang. Seperti saat melihat kolaborasinya dengan suatu franchise, atau promosi di Universal Studio Japan, atau merchandisenya yang banyak digunakan oleh orang awam. Apalagi jika berada di Tottori yang keseluruhannya bertemakan serial ini. Tentunya akan sulit untuk melupakan Detektif Conan, sehingga setiap ada film baru rasa minatnya pun tetap hadir.
Selain itu, kualitas naskah filmnya terus meningkat dan berkembang, yang menyebabkan antusias orang dewasa pun terus ada meskipun telah bertahun-tahun lalu berlalu sejak pertama kali mereka menonton film pertamanya. Ditambah juga adanya kolaborasi film bersama serial lawas Lupin III yang menjadi lebih spektakuler. Tak jarang penggemar yang kini telah menjadi dewasa juga sambil bernostalgia dan selalu menyiapkan hari kosong tiap tahunnya untuk film dari serial satu ini.
Terakhir, yang paling menarik karena adanya adegan ledakan atau kerusakan besar yang terjadi film, dan tidak dibuat nanggung. Misalnya seperti gedung yang meledak karena bom, atau bahkan kerusakan besar di Singapura yang ikut melibatkan patung singa Merlion. Dengan aksi mengesankan yang berbeda tiap tahunnya, tentunya menjadi daya tarik dan keunikan sendiri dari film Detektif Conan.
📝 Ditulis oleh: Raihanah Azka
📰 Sumber: President JP